Reinier Minta Jajaranya Cepat dan Tanggap Hadapi Bencana Alam

0
327

SOLOK,JN – Wakil Walikota Solok Reinier, meninjau aliran Batang Lembang, pasca banjir, hujan deras yang disertai angin kencang yang melanda Kota Solok, Kamis lalu dan mengakibatkan 500 KK terkena dampaknya. Reinier juga mendesak seluruh jajaranya untuk bergerak lebih cepat dan tanggap lagi, untuk menghadapi bencana selanjutnya.

Reinier ingin seluruh jajaran pemerintah kota solok untuk memahami bahwa Sumatera Barat merupakan daerah rawan bencana yang selalu datang silih berganti.

“Bencana alam harus disadari dengan bijak, masyarakat harus paham dan siap siaga dalam menghadapi bencana yang bisa datang kapanpun, begitupun dengan pemerintah, pegawai, ASN seluruhnya yang merupakan pengayom masyarakat, harus lebih paham dan cepat serta tanggap dalam bertindak, sehingga dapat menjadi contoh bagi masyarakat,” kata Reinier.

Reinier dalam tinjauanya ke Batang Lembang meminta seluruh SKPD terkait, untuk segera membersihkan kawasan yang terkena musibah. Dengan membersihkan sungai dan gorong – gorong sehingga aliran air menuju batang lembang dapat kembali lancar. Menurut Reinier tidak lancarnya aliran sungai adalah penyebab banjir.

“Kemarin saya, meninjau gorong-gorong, dan itu harus segera dikeruk dan sedimennya yang telah menebal harus segera diangkat. Kemudian Sungai Batang Lembang yang semakin lama semakin dangkal, dulu sekitar 40 – 30 tahun yang lalu aliran batang lembang ini sangat besar dan dalam, namun sekarang makin menyusut dikarenakan sampah dan lumpur di dasar aliran,” jelas Reinier, Selasa (10/1).

Reinier menegaskan Dinas PU dan BPBD, Sosnaker haus fokus memperbaiki gorong gorong yang rusak. Lebih jauh Reinier mengatakan, kita memang masih bisa bersyukur karena musibah di daerah kita tidak separah yang terjadi di wilayah Sumatera Barat lainnya seperti Kabupaten Solok, dan Solok Selalatan. Akan tetapi itu tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak bergerak cepat.

Kita harus segera turun ke lapangan untuk menemui warga yang tertimpa musibah. Dinas Kesehatan harus segera memantau kesehatan masyarakat dan sekaligus melakukan langkah antisipasi kemungkinan timbulnya penyakit dari dampak lanjutan banjir seperti DBD,diare,penyakit kulit dan penyakit lainnya.

Selain itu, Ia meminta Camat se-Kota Solok  untuk siap menyatakan masa tanggap darurat banjir, longsor, dan bencana lainnya. Meski banjir tidak berlangsung lama atau hingga siang saja, namun Reinier tetap berharap kepada masyarakat yang berada di sepanjang bantaran Batang Lembang untuk tetap waspada.

” Daerah kita rawan bencana, bencana bisa terjadi setiap saat tanpa kita sadari. Makanya kesiapsiagaan kita itu yang paling penting,” beber Reinier.

Sebelumnya, akibat banjir Kota Solok merendam 500 KK ditujuh kelurahan di Dua kecamatan Kota Solok dengan jumlahg 1272 jiwa. Dari 2 Kecamatan sebanyak 7 Kelurahan terkena banjir. Kecamatan Tanjung Harapan yakni Kelurahan Koto Panjang. Sementara Kecamatan Lubuk Sikarah, yakni Kelurahan IX Korong, KTK, Tanah Garam, Sinapa, IV Korong, dan VI Suku.(Van)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda