Ratusan Penghulu se Sumbar Satukan Suara Hadapi Problematika Wali Nikah

0
66

PADANG, JN- Menyikapi problematika yang dihadapi oleh Kantor Urusan Agama (KUA) dalam menjawab pertanyaan seputar pernikahan. Sejumlah penghulu se Sumatra Barat (Sumbar), mengikuti seminar kepenghuluan yang dilaksanakan,  di Asrama Haji, Rabu (31/10).

Ketua Panitia, Ramlan, menyampaikanseminar ini bertujuan menjawab persoalan yang dihadapi penghulu diselesaikan dengan hukum yag sama, sehingga satu suara dalam menjawab satu persoalan.   “ seminar ini sebagai bentuk eksistensi dan meningkatkankan kompetensi serta pengetahuan penghulu. Seminar ini juga membantu penghulu dalam mengumpulkan angka kredit,” katanya.

Ia berharap penghulu harus sensitif dengan kondisi sekarang. “ Walaupun ilmunya sudah tinggi, tapi tetap memperhatikan kearifan lokal. Fiqih sudah, hadis sudah peraturan sudah tetapi kearifan lokal harus dimilki, “ harapannya.

Tak hanya itu  Ramlan, juga menyebutkan, penghulu harus memiliki SOP (Standar Operasional Prosedur),  karena dengan SOP inilah kita bisa terlepas dari semua persoalan dan pertanyaan.

Sementara itu, kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Sumbar, H. Hendrimengapresiasi dan bangga  dengan diadakannya seminar ini. “Seminar ini berskala nasional karena perdana di Sumatera Barat bahkan perdana di Indonesia”, papar

Mantan Kepala Kankemenag Agam dan Kota Pariaman ini berharap kegiatan  semacam ini dapat dilaksanakan secara berkala. Sehingga wawasan penghulu terus terasah untuk memahami aturan-aturan yang terkait dalam tugas baik dalam yang ada dalam kitab kuning maupun kitab hijau (peraturan perundanga-undangan).

Kepala Kanwil berharap, setelah mengikuti seminar seluruh penghulu se Sumatera Barat ini memiliki pemahaman dan sikap yang sama, dalam menghadapi kasus-kasus yang muncul terkait, dengan wali nasab ke wali hakim maupun dalam menentukan status ke sahan seorang anak sesuai dengan kajian hukum Islam dan peraturan perundang-undangan.

Seminar bertemakan problematika Wali Nikah dan Status Anak Menurut Hukum Fiqih, Hadis dan Peraturan yang berlaku, dihadiri empat narasumber diantaranya, Makmur Syarif, Muchlis Bahar, Edi Syafri, yang ketiganya guru besar UIN Imam Bonjol Padang dan. Nurlen Afriza hakim Pengadilan Agama Padang 1A.(eko)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda