Polres Arosuka Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh 2017

0
693

SOLOK, JN-

Operasi Patuh 2017, secara serentak mulai diberlakukan di seluruh Indonesia mulai tanggal 11 Mei 2017. Apel gelar pasukan Operasi Patuh 2017 tingkat Kabupaten Solok, dipimpin langsung oleh Kapolres Arosuka, AKBP Reh Ngenana, bertempat di halaman Mapolres Arosuka, Kamis (11/5). Apel Gelar pasukan Operasi Patuh 2017, juga dihadiri Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, Kadis Perhubungan, Dedi Permana, Kejari Solok dan Forkompinda lainnya.

Menurut Kapolres Arosuka, AKBP Reh Ngenana, operasi patuh ini dilakukan dalam rangka untuk mengamankan serta melancarkan arus lalu lintas menjelang bulan Ramadan. “Operasi Patuh ini kita laksanakan selama 14 hari. Ini agar pelaksanaan arus mudik dapat berjalan lancar, aman, dan bisa tiba di tempat dengan cepat. Untuk menciptakan kondisi ini, diadakan Operasi Patuh 2017,” jelas AKBP Reh Ngenana. Dijelaskannya, operasi patuh ini selain itu juga untuk meningkatkan disiplin berlalulintas dan juga mengedepankan aspek penanganan hukum atau represif bagi pihak yang melanggar lalu lintas, yang dapat berpotensi terjadinya kecelakaan. “Kita akan menertibkan kendaraan dengan kecepatan tinggi, muatan yang berlebih, sepeda motor yang bonceng tiga, melawan arus, tidak pakai helm, dan lainnya,” terang AKBP Reh Ngenana. “Kami akan bekerja sama sama dengan Pemda atau Dinas Perhubungan Kabupaten Solok dan nanti Dinas Perhubunganlah yang akan melakukan tindakan seperti penderekan kendaraan yang salah parkir dan lain sebagainya,” jelas Reh Ngenana.

Sedangkan menurut Kapolres, sasaran operasi kali ini dibagi menjadi tiga, yaitu Potensi Gangguan, yang meliputi sikap mental masyarakat, dan pengguna jalan yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan lalu lintas. Kemudian sasaran kedua yakni  Ambang Gangguan, yang meliputi kurang memahami undang-undang, rambu-rambu, kesadaran, kepatuhan dalam berlalu lintas, kurangnya etika berlalu lintas, dan kendaraan tidak layak fungsi. Sasaran ketiga yakni Gangguan Nyata, yang meliputi Trouble Spot (Pelanggaran dan Kemacetan lalu lintas), dan Black Spot (kecelakaan lalu lintas).
“Untuk Target Operasi, seluruh pengguna jalan baik angkutan umum maupun pribadi, pemilik atau pengurus angkutan umum yang melakukan pelanggaran rambu atau undang-undang lalu lintas, juru parkir, dan atau penertiban  pungli di jalan umum,” jelas AKBP Reh Ngenana. Selain sasaran personal, juga termasuk sasaran benda seperti angkutan barang untuk mengangkut orang, kendaraan bermotor yang berhenti tidak pada tempatnya, dan kendaraan bermotor pribadi yang menggunakan sirine, rotator, atau lampu blitz.
Untuk target operasi tempat, adalah lokasi-lokasi yang menyebabkan kemacetan. Untuk kegiatan-kegiatan yang terindikasi melanggar, seperti balap liar, konvoi yang menutup jalan juga akan menjadi sasaran operasi (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here