Pemko Solok Raih Predikat ‘B” LHE-SAKIP 2017

  • Whatsapp
SOLOK, JN – Mendorong manajemen kinerja melalui, terus diupayakan oleh Pemko Solok demi tercapainya efisiensi penggunanaan anggaran. Hal tersebut penting dalam meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran dalam pembangunan yang digalakan oleh pemerintah. Hal tersebut dibuktikan dengan berhasil diraihnya penghargaan Predikat nilai “B” atau baik, dalam acara Penyerahan Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LHE-AKIP) bagi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota Wilayah I di Hotel Radisson Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (25/1).

Raihan tersebut merupakan bukti, dimana kehadiran skema SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) di Kota Solok merupakan hal yang amat penting, sehingga dengan komitmen kuat Pemko Solok dinilai berhasil dalam menciptakan kinerja instansi yang efisien dan efektif dalam penggunaan anggaran dalam program pembangunan yang menjadi prioritas. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menpan – RB Asman Abnur kepada Wakil Walikota Solok Reinier

Meskipun tahun lalu mendapat predikat dengan nilai sama, hasil pada tahun 2017 tersebut menjelaskan upaya Pemko dalam meningkatkan budaya kinerja, Pemko Solok dinilai dapat menerapkan Sakip, mengindentifikasi kegiatan dan program pembangunan daerah yang sejalan dengan pembangunan nasional.

Menpan RB, Asman Abnur mengatakan setiap daerah dipasang target, dan diberi penghargaan berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan pada tahun 2017, berdasarkan amanat dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, dan PP No 29/2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

Menpan juga menekankan dalam sambutannya, bahwa perbaikan pelayanan birokrasi sangat penting agar bisa memberikan manfaat yang maksimal kepada masyarakat, karena pelayanan birokrasi tolak ukurnya adalah capaian kinerja yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hal itu tentunya baru bisa diraih jika aparatur pemerintah telah menerapkan skema SAKIP dengan baik.

“Kita pasang target, kenaikan Sakip dari tahun 2015-2017, dominan berada di C dan D, sehingga pada tahun 2017 harus C dan menjadi B seterusnya hingga A. Oleh sebab itu Kepala Daerah dianggap berhasil jika mendapat kenaikan nilai,”kata Menpan.

Oleh sebab itulah Pemko Solok kembali mendapat penghargaan, atas komitmenya dalam penerapan Skema SAKIP. Wakil Walikota Solok Reinier mengatakan Pemko Solok beserta seluruh pejabat dan pimpinan OPD berorientasi pada hasil atau Outcome dalam mengukur kinerja dan sasaran strategis, terutama melalui perbaikan indikator kinerja utama (IKU). Tak hanya itu, diakui Reinier komitmen ditindaklanjuti dengan peningkatan sasaran strategis pernjanjian kinerja (PK).

Penjabaran sasaran strategis dan indikator kinerja yang bermuara pada orientasi hasil tersebut tertuang dalam perjanjian kinerja masing-masing kepada OPD.”Dengan demikian hasil atas kinerja menjadi lebih terukur dan relevan dengan tugas dan fungsi, sehingga upaya Pemko mendorong terciptanya kinerja aparatur lebih terukur dan objektif,”kata Reinier.

Wawako menungkapkan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemko Solok atas capaian LHE – AKIP ditahun 2017 yang berhasil mempertahankan predikan nilai B. “Tentu kita bersyukur kepada Allah, atas upaya yang telah kita lakukan, serta apresiasi kepada seluruh jajaran OPD yang telah berkomitmen. Kita pastinnya berharap mendapat nilai BB atau bahkan A, meskipun begitu telah membuktikan kita bisa bertahan dan dapat meningkat, untuk itu ditahun 2018 ini, kita harus melukan perbaikan pelayanan birokrasi,”kata Reinier yang didampingi Sekdako Rusdianto.

Sementara itu ditempat berbeda Walikota Solok Zul Elfian dihari yang sama, usai menghadiri rakor Gubernur dan Bupati/Walikota di Auditorium Gubernuran Sumatara Barat, juga mengutarakan hal senada.

“Untuk hasil yang kita capai, saya ucapkan terimakasih kepada seluruh ASN di OPD terkait yang senantiasa bekerja dengan baik dalam hal ini. Kita berkomitmen untuk terus melakukan perubahan dan memperbaiki sistem tata kelola pemerintahan yang semakin baik lagi ke depannya,” tukasnya.

Selain itu, Wako juga mengatakan bahwa, pihaknya perlu melakukan evaluasi-evaluasi khususnya dari para pimpinan OPD terkait untuk meningkatkan AKIP. Di samping itu juga terus berkonsultasi dengan Kemenpan-RB terkait apa saja hal yang mesti ditingkatkan lagi ke depan.

“Sistem Sakip telah dimulai sejak 1999, dan terus mengalami penyempurnaan dan terbukti ampuh dalam meningkatn potensi anggaran secara efektif. Melalui Sakip ini Kepala Daerah dapat mengukur capaian kinerja yang dilakukan tiap OPD. Sehingga dapat menjadi tolak ukur dalam pertanggung jawaban anggaran yang digunakan untuk pembangunan daerah. Dengan Skema Sakip yang diaplikasikan dengan benar, maka Kepala Daerah dapat mengukur capaian Visi dan Misi, serta seluruh kinerja tiap OPD, oleh sebab itu penilaian SAKIP membutuhkan kerjamasa semua pihak,”katanya.

Dijelaskan Zul Elfian penerapan Skema Sakip, menghasilkan penyelenggaran pemerintah pembangunan berdayaguna, berhasil guna dan bertanggungjawab dan bebas dari praktik kolusi, korupsi dan nepotisme. (KKN). Sehingga dalam skema Sakip, pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan dipertanggungjawabkan sepenuhnya kepada masyarakat. Oleh karena itu setiap OPD yang beroperasi harus menjaga kepecayaan masyarakat kepada pemerintah dengan beroperasi secara efisien, efektif dan responsif.

“Perbaikan merupakan agenda penting dalam pemerintahan, sistem manajemen harus berfokus pada peningkatan akuntabilitas serta sekaligus peningkatan kinerja yang berorientasi pada hasil (outcome), yang jelas, teratur dan efektif, instansi pemerintah bertanggung jawab dalam pengelolaan kebijakan, dalam rangka pencapaian tujuan visi dan misi daerah. Dari rangkaian sistematik inilah bertujuan penetapan dan pengukuran, pengumpulan data, pengklarifikasian, pengikhtisaran, dan pelaporan kinerja pada setiap instansi, dalam rangka pertanggungjawaban dan peningkatan kinerja instansi pemerintah,”kata Zul Elfian.

Pemko Solok, dalam penerapan skema Sakip mendorong tercapainya kinerja dan sasaran yang dibandingkan dengan capaian sebelumnya, dan hal tersebut merupakan bentuk dalam menjalankan amanah dari masyarakat Kota Solok, demi tercapainya perbaikan setiap tahunnya.”Penghargaan yang diraih bukanlah tahap akhir, capaian tersebut harus terus ditingkatkan oleh seluruh jajaran di Pemko Solok, dan jangan cepat puas, terus berinovasi dan memberikan terobosan yang baik dalam pelayanan, serta tercipta kondisi birokrasi yang bersih, modern dan profesional. Sehingga dapat terwujudnya tranparansi instansi pemerintah, serta terpeliharanya kepercayaan masyarakat,”kata Zul Elfian.(van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *