Pemkab Tanah Datar Gelar Seminar Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual

0
262

TANAH DATAR, JN- Tanah Datar mempunyai lebih 3.000 Industri Kecil Menengah (IKM) yang menghasilkan berbagai produk, dan tentu untuk melindungi hak setiap produsen perlu dilakukan berbagai usaha dan semoga dengan Seminar Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk produk ekonomi kreatif yang dilaksanakan Be Kraft bisa memberikan tambahan wawasan ke pelaku IKM di Tanah Datar.

Demikian disampaikan Bupati Irdinansyah Tarmizi di hadapan Direktur Fasilitasi HKI Be Kraft RI Robinson Sinaga dan rombongan saat membuka seminar di Emersia Hotel Batusangkar, Rabu (25/4/2019).

Irdinansyah menambahkan, seminar yang dilaksanakan hari ini hanya memfasilitasi 100 pelaku IKM se Tanah Datar. “Bapak ibu yang diundang hari ini tentu sangat beruntung karena terpilih dari 3000 IKM lainnya, maka ikuti dan manfaatkan seminar ini sebaik-baiknya. Dan kepada dinas terkait diharap juga kalau memungkinkan untuk lakukan hal sama kepada IKM lainnya secara bertahap,” sampainya.

Lebih lanjut Bupati berharap dengan bantuan dan bimbingan Be Kraft produk unggulan Tanah Datar bisa dilindungi. “Berbagai produk IKM seperti tenun pandai sikek, tenun lintau, kerajinan jerami, bahkan produk berupa kesenian banyak di Luhak Nan Tuo ini, dan tentunya dengan ciri khas dan kelebihan masing-masing perlu di lindungi dengan HKI,” ujarnya.

Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pelaksanaan program seminar HKI di Tanah Datar. “Alhamdulillah, Tanah Datar sudah mempunyai gedung promosi sebagai wahana dan sarana penjualan hasil IKM, terima kasih Be Kraft RI yang telah memilih Tanah Datar untuk program ini, karena Saya tahu banyak daerah lain yang berharap program ini,” tukasnya.

Sementara di kesempatan lainnya Direktur fasilitasi HKI bekraft RI Robinson Sinaga menyampaikan fasilitasi ini merupakan wujud dari MoU Bupati bersama be kraft yg telah ditandatangai sebelumnya. “Kegiatan ini bukan memberikan bantuan dana dari bekraft melainkan dukungan untuk memfasilitasi perlindungan HKI,” sampai Robinson.

Terpilihnya Tanah Datar, tambah Robinson, dikarenakan dari hasil uji petik tim be kraft pada beberapa sub sektor ekonomi kreatif disimpulkan daerah ini layak dibantu.
“dukungan yang diberikan bekraf terbagi 2, yaitu dukungan fasilitasi administrasi yakni Membantu dalam administrasi pendaftaran HKI, mulai dari pengisian formulir sampai pendaftaran ke kementrian hukum dan Kedua, fasilitasi finansial, seluruh biaya yang dibutuhkn untuk HKI akan dibayar oleh negara,” pungkasnya.

Dalam seminar narasumber disampingi dari Be Kraft RI juga ada Edi Susanto Asisten Ekobang Kesra, Alfian Jamrah kepala Baperlitbang dan Efrison dari dinas Parpora. (Humas/dvd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here