Peduli Nasib Perantau Minang di Papua, PKKS Lakukan Penggalangan Dana

0
122

JAKARTA, JN- Untuk meringankan beban warga minang yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, Papua, 23 September 2019 lalu. Para perantau minang yang tergabung dalam Perkumpulan Keluarga Kabupaten Solok (PKKS) Jakarta, melakukan penggalangan dana.

“Ini kita lakukan untuk membantu meringankan saudara-saudara kita yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, Papua. Mudah-mudahan bantuan yang kami kumpulkan dapat meringankan beban mereka,” Kata Sekretaris Jendral PKKS, Maigus Tinus Jambak Manti Batuah S.Sos, dalam acara penggalangan dana untuk warga minang korban kerusuhan Wamena, di Hotel Balairung, Jakarta Timur Selasa, (01/10/19) malam.

Penggalangan dana tersebut, kata Maigus, secara spontan dalam kegiatan yang dilaksanakan Pemprov Sumbar dalam bentuk Badoncek. PKKS berhasil mengumpulkan dana pada malam itu.

“Alhamdulillah, pada malam kepedulian itu kami (PKKS) dapat mengumpulkan dana kepedulian kepada saudara kita di Wamena,” sebut Maigus.

Sebagai wujud kebersamaan, lanjut Maigus, selain sumbangan secara spontan yang diberikan PKKS malam itu, kami pun akan berupaya mendorong perantau-perantau lain baik yg dari Solok maupun dari daerah lain untuk ikut peduli memupuk rasa kebersamaan perantau.

“Kami juga berupaya akan menggalang lagi dana ke anggota PKKS dan juga para perantau lainnya diluar perkumpulan PKKS,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata pengusaha muda asal Nagari Talang, Kabupaten Solok ini, penggalangan dana yang juga dihadiri para tokoh-tokoh Minang, ikatan perantau Minang di Jabodetabek, Bupati/Walikota se Sumbar, BUMN dan BUMD yang ada di Sumatera Barat itu. Sekaligus PKKS juga menyerahkan Copy Akte Notaris dan SK Mentri DPP Perkumpulan Keluarga Kabupaten Solok ke Gubernur Sumbar Prof Irwan Prayitno agar perkumpulan tersebut biar terdaftar di sektretariat Pemda Sumbar.

“Sekaligus kami juga serahkan foto copy akta PKKS kepada Gubernur,” ucapnya.

Seperti diketahui, beber Maigus, akibat kerusuhan di Wamena beberapa waktu lalu, ratusan perantau Minang meminta untuk dipulangkan dan diperkirakan untuk pemulangan para perantau itu dibutuhkan dana besar.

“Untuk waktu penggalangan terus kami lakukan dan belum kami tetapkan batas waktunya. Selagi masih ada sumbangan, kami terima, baik itu dari PKKS maupun dari perkumpulan perantau lainnya. Termasuk sumbangan dari warga yang ada dikampung halaman,” pungkas Maigus Tinus

Reporter: Nofri Guntala
Editor : ujang jarbat

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda