Kota Solok Berpeluang Raih Innovative Government Award 2018

0
21
SOLOK, JN– Membanggakan, Kota Solok saat ini telah berhasil menjadi satu-satunya wakil dari Pulau Sumatera dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2018 yang digagas oleh Kementerian Dalam Negeri RI. Sebagai lumbung inovasi, Pemerintah Kota Solok telah berhasil menjadi salah satu kota sangat inovatif, dan masuk dalam 10 besar nominasi kota sangat inovatif di Indonesia yang akan berjuang mendapatkan penghargaan IGA Award.
Innovative Government Award (IGA) merupakan penghargaan yang diberikan kepada pemerintah provinsi sebagai apresiasi atas inovasi daerah yang telah berhasil dilakukan oleh Pemerintah Daerah Provinsi, dan Kabupaten/Kota. Penghargaan tersebut agar dapat mendorong kompetisi positif antar pemerintah Provinsi dan antar pemerintah kabupaten/kota meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam rangka peningkatan daya saing daerah dan peningkatan pelayanan publik untuk kesejahteraan masyarakat, Kementerian Dalam Negeri RI melalui Badan Penelitian dan Pengembangan kembali melakukan penilaian terhadap pengembangan inovasi daerah yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Berkenaan dengan pemberian penghargaan inovasi daerah (Innovative Government Award/IGA) Tahun 2018, hasil input data indeks inovasi daerah yang telah dilakukan, telah diperoleh 5 (lima) nominator provinsi sangat inovatif, 10 (Sepuluh) Nominator Kota sangat inovatif, 10 (sepuluh) nominator kabupaten sangat inovatif, dan 2 (dua) nominator kabupaten sangat inovatif berdasarkan klaster daerah tertinggal dan perbatasan.

Kota Solok yang masuk sebagai salah satu nominator, berkesempatan melakukan presentasi langsung. Walikota Solok Zul Elfian, melakukan presentasi pada hari Senin (3/12), bertempat di Ruang Rapat Lantai II Gedung B Setjen Kemendagri. Adapun tim penilai pada presentasi tersebut ialah unsur dari Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Lembaga Administrasi Negara (LAN), serta unsur akademisi.

Zul Elfian pada kesempatan itu, mempresentasikan karakteristik wilayah dan peluang/tantangan yang dihadapi pemerintah, latar belakang dan tujuan pemerintah daerah melakukan inovasi daerah, regulasi inovasi, strategi pemda melakukan inovasi dan pendanaan, proses menggerakkan OPD dalam berinovasi, serta masa penerapan inovasi. Selanjutnya, jumlah inovasi dan sdm pengelola inovasi, dampak yang diperoleh dari inovasi daerah, potensi untuk direplikasi oleh daerah lain atau nasional, dan dokumentasi hasil inovasi daerah dan inovasi terbaik yang pernah dihasilkan dengan melihat deskripsi, foto dan video.

Adapun dampak positif inovasi ialah ASN/OPD Menjadi lebih termotivasi dan mudah berinovasi, OPD keluar dari budaya busines as usual (terjebak dalam rutinitas), Pelayanan Publik lebih baik, serta peningkatan kinerja dalam bentuk efektifitas dan efesiensi anggaran.(van)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda