Kabupaten Solok Akan Kembangkan Tanaman Jengkol 75 Hektare

0
640

SOLOK, JN-Kabupaten Solok akan mengembangkan tanaman jengkol atau Jering atau dalam bahasa latinnya disebut Archidendron pauciflorum, A. jiringa, Pithecellobium jiringa, dan P. Lobatu. Tanaman ini merupakan pohon khas di wilayah Asia Tenggara dan termasuk dalam suku polong-polongan atau Fabaceae.
Mayoritas masyarakat di Indonesia khususnya di Sumatera Barat, sangat mengemmari buah ini yang bisa langsung dijadikan lalapan waktu makan nasi atau diolah berbabagi aneka masakan. Buah jengkol berupa polong dan memiliki bentuk gepeng berbelit membentuk spiral dan bila dimakan bisa menimbulkan bau tidak sedap pada urin setelah diolah dan diproses dalam pencernaan, terutama jika dimakan segar sebagai lalapan. Namun buah ini sangat digemari masyarakat, termasuk para pejabat negara.
Dalam waktu dekat ini, di Kabupaten Solok akan dikembangkan tanaman jengkol untuk menjaga kelestariannya. “Ya benar, kita di Solok akan kembangkan dan akan menanam pohon jengkol di lahan seluas 75 hektare yang sudah dianggarkan pada APBD perubahan 2017 ini,” jelas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Ir Admaizon, Minggu (17/9) di Lubuk Selasih. Disebutkannya, lahan yang akan dikembangkan tanaman jengkol tersebar di Solok bagian Utara seperti di Kecamatan X Koto Singkarak, Kecamatan X Koto Diatas dan Junjung Sirih. “Kita meliahat di Kecamatan tesrebut, seperti di nagari Aripan, Paninjauan, Tanjung Alai, Sulit Air, Kacang, Singkarak, Sibarambang, Saningbaka dan lain sebagainya, sangat cocok untuk tanaman jengkol ini,” jelas Admaizon.
Disebutkan Admaizon, tanaman jengkol memang dapat di tanam dimana saja dan kapan saja. Namun sebaiknya, perhatikan kapan anda akan melakukan penanaman, karena akan berefek pada masa berbuah dan masa panen jengkol. “Sebaiknya lakukan penanaman tanaman jengkol pada awal musim hujan, karena pada musim tersebut kelembaban terjaga, serta tanaman mudah berkembang dan tumbuh dan kita optimis dalam beberapa tahun Kabupaten Solok bisa menghasilkan jengkol utama di Sumbar,” jelas Admaizon.
Selain taaman jengkol, Kabupaten Solok juga akan mengembangkan tanaman bawang putih 50 hektar dan kentang 50 hektar dan sudah dianggarkan pada anggaran perubahan tahun ini. Smentara sebelumnya di Kabupaten Solok juga sedang dikembangkan teh organik dan tanaman bawang merah yang sudah mencapai 5400 hektar dan tahun ini menurut Wakil Bupati Solok juga sudah dibuka lahan baru seluas 2500 hektar untuk tanaman bawang ini (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here