Jalan Solok Padang Kembali Longsor, 1 Warga Tewas, 4 Luka Berat

0
277

PADANG, JN-  Bencana Longsor kembali melanda Jalan nasional Solok Padang, tepatnya di kawasan Panorama 2, pada Kamis malam Jum’at (13/12) sekira Pukul  22.00 WIB.

Dampak Longsor mengakibatkan akses jalan Padang-Solok tertutup material longsor sepanjang  ± 30 m dan ketinggian ± 2-3 m. Sementara kerugian Materil  diantaranya 1 unit bus Family Raya, 1 unit Truk dan 1 unit Minibus.

Sementara  korban sementara tercatat 5 orang,  1 diantaranya meninggal dunia, 1 koma dan 3 luka-luka. Korban yang meninggal bernama Dian Ekawati Perempuan (40), korban yang masih koma adalah Riki Saputra (25) dan korban luka-luka adalah Angga Aprianto Laki-laki umur 30 Tahun, Emi Perempuan umur 40 Tahun dan  Feri candra Laki-laki umur 45 Tahun. Semua korban dilarikan ke RS Semen Padang.

Musibah longsor menutup badan jalan sepanjang 30 meter dengan ketinggian 2 hingga 3 meter. Hal itu juga disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, E. Rahman di Padang.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Provinsi dan Kota Padang telah meninjau lokasi kejadian untuk melakukan pendataan dan pembersihan materil. 
“Pusdalops Sumbar dan Kota Padang kembali jmeminta bantuan alat berat ke Dinas Pekerjaan Umum Sumbar untuk bisa membantu pembersihan material longsor, agar masyarakat tidak berlama-lama terjebat kemacetan,” jelas E. Rahman.
Disebutkannya, musibah longsor yang menutupi badan jalan di Sitinjau Laut adalah akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir di Sumbar yang mengakibatkan kondisi tebing tanah menjadi labil.

Musibah yang sama terjadi pada Rabu dini hari dan ilanjutkan dengan musibah tumpahnya minyak sawit di  Jalan Solok Padang, meski jalan sudah sempat dibuka akibat longsor sudah disingkirkab.

Selanjutnya pada malam Jum’at ini, longsor kembali melanda kawasan itu, dan mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka.
E. Rahman juga mengimbau pengendara agar tetap menjaga kewaspadaan melewati jalur-jalur rawan longsor, terutama saat hujan lebat.
Sebelumnya menurut E. Rahman, musibah jalur Bukittinggi menuju Padang juga lumpuh akibat putusnya jembatan di Sicincin pada Minggu lalu.
Ruas jalan ini menjadi akses utama bagi masyarakat dari Bukittinggi dan Pekanbaru yang hendak menuju Padang, karena ruas jalan utama jalur itu juga terputus akibat jembatan ambruk dua hari lalu. Akibatnya jalan lintas melalui Solok makin dipadati oleh kendaraan sehingga ratusan kendaraan terjebak macet.
Untuk sementara alternatif jalur Padang-Pekanbaru yang tersisa melewati jalur Sicincin-Malalak atau melewati kelok 44 terus ke Pariaman dan Padang. Dua jalur itu juga memiliki karakter yang mirip, yaitu melewati tebing-tebing cukup curam dan rawan longsor saat hujan lebat.Kamis sore, jalur Solok Padang kembali bisa dilintasi, meski para pengendara harus merangkak dan berhati-hati melintasi jalan tersebut.Semebtara Bukittinggi Padang juga sudah bisa dilewati, namun masih terbatas oleh kendaraan sedang dan fuso belum boleh melintas.

Saat ini jalur Solok Padang masih dalam pengerjaan URC dan Dinas PU serta dibantu relawan (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda