Gubernur Sumbar Resmikan Pompes Raudhatul Ulum Nagari Sirukam


SOLOK, KP- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), H. Mahyeldi Ansarullah, hari Senin (21/3), meresmikan Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhatul Ulum Nagari, yang beralamat di Jorong Koto Tingga, Nagari Sirukam, Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok.


Selain meresmikan Ponpes, Gubernur juga meresmikan Masjid Raudhatul Ma’arif di Lokasi Ponpes.

Selain Gubernur Sumbar, tampak hadir pada acara tersebut yakni Guru besar Tengku H. Abu Bakar Ismail dari Nanggaro Aceh Darussalam, Pimpinan Ponpes Raudhatul Ulum, Tengku Abuya Zaldi, S.Pdi, Kakankemenag Kab. Solok, H. Zulkifli, S.Ag, MM, Camat Payung Sekaki, Azizurahman, S.Sos, Kapolsek Payung Sekaki, IPTU M. Nasir,  Danramil 04 Payung Sekaki, LETDA Selamat Riadi, Wakapolsek Payung Sekaki, IPDA Surhedi, Kepala KUA Kec. Payung Sekaki, Dinul Hamdi, S.Ag, Babin Nagari Sirukam, BRIG. Yogi Sparno, Wali Nagari Sirukam, Romi Febriandi, S.Pd, Jamaah Pengajian Ponpes Raudhatul Ulum dan undangan lainnya.

Baca Juga :
Bupati Solok Lantik  133 Orang Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemkab Solok 
Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi

Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi  dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar mendukung hal yang berkenaan dengan peresmian Pondok Pesantren di Provinsi ini.
“Saya melihat potensi orang Sumbat ini besar dulu pernah ada yang mengikuti mengaji hingga tingkat internasional. Namun, perlu didukung sarananya seperti pondok pesantren ini,” kata Buya Mahyeldi
Untuk itu, melalui peresmian Pondok Pesantren Raudhatul Ulum ini, Gubernur Mahyeldi mengharap dapat mengedukasi masyarakat khususnya di daerah Kabupaten Solok.
Gubernur mengaku sangat bersyukur dengan telah bisa difungsikannya pondok pesantren ini dan kelak akan mencetak generasi penerus yang Islami dan berakhklak mulia.

Baca Juga :
Gubernur Mahyeldi Resmian RLA Internasional Islamic Board School di Aripan


“Marilah kita bersama-sama mendukung pembangunan pondok pesantren ini, terutama kepada masyarakat sekitar. Inilah keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat yang harus terus dijalankan sampai diwariskan kepada generasi berikutnya,” tutur Mahyeldi (wandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.