Diduga Akibat Pengerukan Tebing Bukit RCTI: Bukit Ransam Kembali Dilanda Longsor. 

0
1218
PAINAN, JN– Pemerintah daerah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), meminta Satuan Kerja Balai Besar Jalan Nasional Wilayah V, bertanggung jawab penuh terkait longsor yang terjadi di sekitar kawasan Bukit Ransam, tepatnya di Bukit RCTI, Kecamatan IV Jurai, Painan Selatan.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Prinurdin, mengatakan, longsor tersebut dipicu akibat terjadinya pengerukan tebing bukit dari pengerjaan ruas jalan Painan-Kambang oleh PT YASA CONBLOC, beberapa bulan terakhir.  “Terkait kondisi longsor yang terjadi di Bukit Ransam ini, saya sudah sendiri secara pribadi sudah mencoba menghubungi pejabat Satker dan Dinas Pekerjaan Umum di Padang, untuk meninjau secara langsung dampak dari pekerjaan PT YS, di lokasi ini,” terang Prinurdin, kepada awak media di Painan, Rabu (29/11).
Dijelaskan Prinurdin, kegiatan yang dilakukan oleh kontraktor proyek ruas jalan nasional itu, terkesan asal-asalan saja. Ia mencontohkan, kontraktor sering memarkir alat berat yang digunakan di sembarang tempat, sehingga memicu terjadinya kemacetan, begitupun sejumlah petugas jarang terlihat di lapangan untuk mengatur arus lalu lintas. Selain itu, tak sedikit bekas penggalian yang ditinggalkan begitu saja. Akibatnya, sisa tanah galian tersebut turut menutup badan jalan. “Saya menilai pihak kontraktor kurang profesional dalam mengerjakan pekerjaannya jalan itu, sehingga terkesan asal dapat proyek saja,” tambah Prinurdin.
Dia juga menyebutkan, bukan hanya longsor yang sering terjadi disana, tetapi akibat kelalaian itu, sudah pernah merenggut jiwa pengendara motor asal Batangkapas dan daertah lainnya.
Prinurdin berharap, pemerintah daerah tegas meminta kepada kontraktor agar pekerjaan yang dilakukan tidak asal-asalan supaya tidak meinggalkan persoalan baru bagi masyarakat atau pengendara. Selain itu, ia juga meminta kepada konsultan atau kontraktor untuk melakukan pengawasan dengan baik dan septy.
“Jangan mentang-mentang tenggat waktu kegiatannya hampir habis, jadi pekerjaannya sembarang jadi saja. Itu tidak boleh,” ucapnya.
Diketahui, Longsor ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, Rabu 29 November 2017. Berdasarkan informasi yang diterima salah seorang warga yang melintas di kawasan itu, longsor datang dari bekas pengerukan bukit yang dilakukan oleh kontraktor pengerjaan ruas Jalan Painan-Kambang.
Akibat dari tumpukan material tersebut, arus lalu lintas dari Painan menuju Batangkapas atau sebalikanya menjadi tersendat dan sempat macet hingga beberapa jam (Okis Pes)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here