CV Abdel Hanif Akan Stop Aktivitas Tambang Galian C di Jorong Kayu Aro, Nagari Aia Dingin

SOLOK, JN- Terkait maraknya pemberitaan yang beredar di beberapa media Online tentang pencemaran atau lingkungan yang dilakukan oleh CV. Abdel Hanif di daerah Lekok Tigo, Jorong Kayu Aro, Nagari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. 


Pada pemberitaan tersebut disebutkan bahwa Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumatra Barat telah mengkaji dampak lingkungan hidup dari tambang galian C milik  CV. Abdel Hanif tersebut.

Dalam berita tersebut disampaikan  WALHI Sumbar ketika mendampingi masyarakat melakukan hearing ke Kantor DPRD Sumbar, pada Rabu 24 Agustus 2022 lalu.

Menurut Kepala Departemen Advokasi dan Lingkungan Hidup, Tommy Adam, kepada media Online Sumbarkita, bahwa masyarakat Nagari Aia Dingin, khususnya di Lekok Tigo semakin merasa terancam akibat kondisi bekas aktivitas tambang CV. Abdel Hanif yang menimbulkan dampak kerusakan pada rumah dan jalan, bahkan potensi longsor jika terjadi curah hujan yang tinggi.

Menurutnya, Ketika pihak CV. Abdel Hanif datang dengan membawa alat berat dan menyampaikan bahwa tambang tersebut tidak berdampak dan sudah direkomendasikan untuk ditambang kembali.

“Masyarakat Lekok Tigo mendatangi kantor DPRD Sumbar bersama WALHI untuk menyampaikan aspirasi, juga sebagai upaya penolakan serta tuntutan masyarakat yang menolak adanya aktivitas tambang CV. Abdel Hanif,” sebut Tommy Adam.

WALHI bersama masyarakat juga menyampaikan kondisi bekas aktivitas tambang yang ada saat ini menjadi ancaman bagi keselamatan jiwa masyarakat yang ada di Lekok Tigo.
“Potensi bencana ekologis begitu nyata, ditambah lagi tambang galian C ini juga merusak jalan yang mengakibatkan debu jalanan semakin menjadi-jadi, hal ini tentu menambah kasus baru yang dapat menimbulkan penyakit seperti sesak nafas dan hispa,” tambah Tommy Adam.

Baca Juga :
Bupati Epyardi Asda Berjanji Akan Berikan Bonus Melipah Kepada Khafilah MTQ Kabupaten Solok 

Belum lagi, longsor yang akan sangat mengancam jiwa masyarakat ketika terjadinya curah hujan yang tinggi, risiko banjir, hingga kerusakan rumah.
“WALHI Sumbar menemukan fakta bahwa lokasi pertambangan berada di perbukitan terjal yang rawan longsor, sementara masyarakat bermukim di bawah lokasi pertambangan tersebut dan hanya berjarak kurang dari 100 meter dari lokasi pertambangan ” imbuhnya.

WALHI Sumbar sendiri berjanji akan mengawal proses kasus tambang galian C CV. Abdel Hanif sampai izin tambang tersebut dicabut.
“Di sisi lain masyarakat juga menyampaikan di forum tetap menolak dan menginginkan izin pertambangan pertambangan ini harus dicabut, masyarakat tidak mau adanya tambang CV. Abdel Hanif maupun tambang lainnya beraktivitas di wilayah tersebut,” lanjut Tommy.

Selain itu, masyarakat juga meminta lubang tambang yang sudah menganga saat ini segera ditutup agar tidak menjadi kegelisahan dan kenyamanan masyarakat lagi.
Pasalnya, jika dibiarkan akan menimbulkan kecemasan bagi masyarakat, karena kondisi bekas tambang tersebut sangat berpotensi mengakibatkan bencana ekologis.

Menanggapi pemberitaan tersebut, Direktur CV Abdel Hanif, dalam Press releasenya yang diterima media ini menyebutkan bahwa menanggapi berita yang beredar, tentang permasalahan tambang IUP OP Abdel Hanif di Lekok Tigo jorong Kayu Aro dapat kami jelaskan sebagai berikut:


1. Telah terjadi penghentian kegiatan tambang oleh sebagian masyarakat Lekok Tigo sebanyak 2 kali dan telah di laporkan ke instansi terkait.

Baca Juga :
Ikatan Pajero Sport Family Provinsi Riau Bantu Korban Banjir Kabupaten Solok


2. Kami perusahaan IUP OP Abdel Hanif adalah perusahaan yang resmi Legal, dan memiliki dokumen perizinan lengkap


3. Kami yakin persoalan ini timbul karena kesalah pahaman yang disebabkan oleh kealfaan kami dalam bersosialisasi kepada masyarakat 


4. Kami IUP OP Abdel Hanif sebagai pengusaha muda dan pemula sedang bermohon kepada pemerintah daerah provinsi sumatera barat untuk memediasi antara kami dengan masyarakat dalam rangka mencari kesepahaman yang bisa diterima oleh semua pihak


5. kami nyatakan mulai hari ini Jum’at 26 agustus 2022 berhenti melaksanakan kegiatan usaha di lokasi IUP OP Abdel Hanif untuk sementara waktu sampai ada penyelesaiannya


  Solok, 26 Agustus 2022 IUP OP ABDEL HANIF  ABDEL HANIFDirektur .


Dibagian lain Abdel Hanif juga menyampaikan bahwa pihaknya akan memberhentikan segala aktivitas mulai hari ini Jum’at 26 Agustus 2022 dan berhenti melaksanakan kegiatan usaha di lokasi IUP OP Abdel Hanif untuk sementara waktu sampai ada penyelesaiannya (jn01/vivo/marsil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.