Bupati Gusmal Hadiri Pelatihan Pemandu Wisata Sejarah di Hotel Daima Padang

0
153

PADANG, JN- Bupati Solok, H. Gusmal, SE, MM membuka secara resmi Pelatihan Pemandu Wisata Sejarah Kabupaten Solok pada Rabu malam (9/10), bertempat di Hotel Daima Padang.

Dalam arahannya, Bupati Gusmal menyampaikan beberapa hal, yaitu pentingnya pengelolaan objek wisata sejarah dengan cara memahami, mencintai dan menyayangi objek wisata sejarah tersebut yang selanjutnya mampu menarik wisatawan agar mau datang ke tempat objek wisata sejarah dimaksud.

“Orientasi pengembangan pariwisata berbasis sejarah sangat menarik untuk dikembangkan, di satu sisi memberikan dampak positif bagi penerimaan daerah dan di sisi lain memberikan manfaat bagi penumbuhkembangan industri kreatif,” tegas H. Gusmal.

ditambahkan Bupati yang sudah menjabat dua periode, bahwa Kabupaten Solok memiliki potensi ragam sejarah dan budaya yang apabila dikelola dengan baik akan menjadi daya tarik bagi pasar potensial pariwisata tingkat lokal maupun nasional. Seperti Mesjid Tuo Kayu Jao, Makam Dt. Parpatiah Nan Sabatang di Salayo, Rumah Gadang Pusako Tuo di Koto Sani, Makam Syech Muchsin dan Makam Syech Junjungan di Supayang, Balai Adat dan Tungku Nan Tigo di Koto Baru. Kesemuanya itu merupakan contoh beberapa situs budaya yang sudah dikenal masyarakat luar dan menarik untuk dikunjungi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Solok, Nasripul Romika yang juga selaku Ketua Panitia Pelaksana, menyampaikan bahwa pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Tata Kelola Manajemen Destinasi Wisata, khususnya bagi pelaku dan pengelola objek sejarah. Juga, dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi pengelola destinasi pariwisata dan pelaku usaha pariwisata.

“Pemadu wisata harus berlaku melayani dan memahami keinginan para wisatawan dan berusaha untuk berlaku ramah tamah dalam kondisi apapun, ” terang Nasripul.

Lebih jauh disebutkan Nasripul, bahwa kegiatan yang dilandasi Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan ini diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari para pengelola situs dan objek sejarah dan budaya di Kabupaten Solok agar kedepannya memiliki kemampuan dalam berinteraksi dan melayani tamu yang berkunjung dengan sentuhan Sapta Pesona.

Adapun narasumbernya, menurut Nasripul adalah Drs. Nurmantias Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Propinsi Sumatera Barat dan H. Ian Hanafiah Ketua DPD ASITA Sumatera Barat.
Nasripul juga menjelaskan bahwa pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari, tanggal 9 sampai 11 Oktober 2019.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Asep Ajidin Tenaga Ahli Bupati Solok dan Kepala Bagian Kerjasama Daerah Sekretariat Daerah Kabupaten Solok Devi Pribadi, S.Sos (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda