Bupati dan Dinas PU Kabupaten Solok Dinilai Cuek: Kalau Masih Tidak Diperhatikan, Masyarakat Aripan Minta Pindah ke Kabupaten Lain

0
876

SOLOK, JN- Akibab kondisi jalan sangat buruk, terutama pada musim hujan, membuat masyarakat Nagari Aripan, Kecamatan X Koto Singkarak, malampiaskan keksalan mereka dengan cara menggelar aksi memancing di jalan raya, sebagai bentuk protes kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Solok. Kondisi Jalan buruk tersebut sepanjang lebih kurang 6 KM yang dimulai dari Simpang Damar hingga Simpang Empat Nagari Aripan.

“Entah sudah berapa kali Kabupaten Solok ganti pemimpin, tetapi jalan ketempat kami masih begini-gini saja. Padahal adalah akses jalan ramai menuju nagari Sulit Air, Paninjawan dan juga ke Sibarambang dan lainnya,” jelas Arcy Putra (40), salah eorang warga Nagari Aripan, kepada KORAN PADANG, Minggu (30/9)

Aksi memancing di jalan raya, sudah sering dilakukan warga Aripan, karena saat hujan, beberapa ruas jalan akan mirip kolam ikan dan pada musim kemarau masyarakat disirami debu karena di lokasi tersebut ada sebuah pabrik pembuatan PPS dan Aspal milik Arpex.

Menurut masyarakat setempat, dengan melakukan aksi memancing ikan di jalan yang berlobang seperti kubangan kerbau,  maka diharapkan akan ada perhatian dari pemerintah daerah Kabupaten Solok.

“Nagari Kami seperti dianak tirikan, padahal ini berbatasan langsung dengan kota Solok, namun tidak ada perhatian dari Pemkab Solok. Padahal pemerintah kami di nagari bersama BMN sudah beberapa kali meminta jalan diperbaiki, namun tidak digubris. Padahal pada pemilu lalu, Bupati yang sekarang itu duduk, menang  mutlak di daerah Kami,” ujar salah seorang warga Aripan yang tidak mau disebutkan namanya dengan nada tampak kesal.

Selain itu, masyarakat juga sudah menyampaikan kepada anggota DPRD Kabupaten Solok dan pemerintah daerah setempat disela kegiatan Safari Ramadhan pada beberapa bulan yang lalu,  namun dikatakannya,  janji hanya tinggal janji kenyataannya jalan jalan itu semakin parah dan telah banyak memakan korban.

Wali Nagari Aripan,  Irwan. Amd, ketika dikonfirmasi  masalah jalan tersebut menyebutkan bahwa sebagai aparat nagari pihaknya mengaku telah melaporkan keadaan Nagarinya itu kepada Bupati Solok dan bahkan Irwan pun juga telah mempergunakan kedekatannya dengan Gubernur Sumbar untuk segera memperbaikijalan tersebut,  namun hal itu juga tidak menjadi solusi dari permasalahan yang tengah terjadi.  “Saya juga telah mencoba mendatangi pejabat yang berwenang di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Solok, dan petugas itu mengatakan kalau jalan Aripan adalah jalan Provinsi yang tidak bisa dibangun dengan APBD setempat. Jawaban tersebut menurut Walinagari sangat tidak masuk akal,  sebab sebagai Wali Nagari dan atas nama masyarakat Aripan, pihaknya telah menanda tangani surat penyerahan tanah berupa jalan kepada pemerintah daerah kabupaten Solok pada April 2018.

“Entah akal-akalan atau apa, yang jelas kami tidak memahami maksud ucapan tersebut,” jelas Irwan. Pihaknya bersama Sekretaris Nagari Aripan, Ratna Hani Soviah, S.Pd, dan BMN, mengakui tidak bosan bosannya mengajukan kegiatan perbaikan jalan nagarinya itu dalam Musrenbang nagari dan bahkan sampai ketingkat kabupaten, namun sampai sekarang belum terealisasikan.

Ketertinggalan pembangunan Nagari Aripan,  juga mendapatkan perhatian serius dari para perantaunya yang ada,  sehingga memaksa Jondra ketua Himpunan Aripan Sepakat (Harkat)  untuk pulang dari perantauannya dan membicarakan masalah yang terjadi  itu dengan Ninik mamak, para Datuk,  Bundo Kanduang, Pemuda,  serta pemangku jabatan yang ada di Kerapatan Adat Nagari (KAN) Aripan. Jondra mengaku sangat menyayangi sekali ketidak adilan ini, apalagi kami juga masyarakat yang taat pajak, tetapi kenapa kami harus.

Dalam memperlihatkan kepedulian kepada nagarinya itu,  Ketua KAN Aripan, Herman Dt. Batuah melantunkan nada keras dan mengacam akan hengkang dari kabupaten Solok dan akan segera menggabungkan nagari Aripan kedalam daerah tingkat dua yang terdekat, apabila ketidak adilan itu masih berlanjut.

”Sebagai Ketua KAN Aripan,  saya sangat berharap agar Bupati Kabupaten Solok mampu untuk bersikap adil dalam melaksanakan pembangunan,” tutur Herman Dt. Batuah dengan nada kesal.

Sebagaimana diketahui bersama, Nagari Aripan adalah salah satu kawasan wisata alam yang ada di kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok, nagari yang berada didataran tinggi itu, memiliki tiga tempat wisata yang menyajikan keasrian alam dan keindahan panoramanya yang luas,  namun sangat disayangkan sekali, destinasi wisata yang sangat berharga itu tidak didukung oleh infrastrutur jalan yang memadai.

Walaupun kondisi jalan yang begitu parah dan sangat memperhatinkan itu telah lama adanya , namun tidak terlihat kepedulian dari pemerintah kabupaten Solok untuk memperbaikinya,  sehingga destinasi wisata yang seharusnya  menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD)  yang sekaligus berpotensi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, hanya bagaikan emas didalam lumpur (wandy)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda