“Basi Kakeh Roda Basi” Lomba Pacu Mesin Bajak Pertama Di Sumbar

0
1905

Agrowisata Sawah Solok Kota Beras Serambi Madinah

“Basi Kakeh Roda Basi” Lomba Pacu Mesin Bajak Pertama Di Sumbar

SOLOK, JN-Balapan motor atau mobil, atau mungkin kerapan sapi itu sudah biasa. Tapi, kalau balapan mesin bajak di tengah sawah, mungkin adalah sesuatu yang langka seru dan unik. Hamparan sawah yang luas di Kota Solok, sepertinya tidak hanya digunakan sebagai lahan pertanian, namun juga menjadi salah satu wisata yang menarik bagi masyarakat Kota Solok, petani dan pengunjung. Maka dari itu Pemerintah Kota Solok mengadakan lomba pacu mesin bajak yang bertema “Basi Kakeh Roda Basi”, Minggu (22/1) di Sawah Solok, tepanya di depan Pengadilan Negeri, Kota Solok. Lomba tersebut merupakan alek anak nagari, sebagai sarana pemerintah memacu semangat petani dalam meningkatkan produktivitasnya.

Nampak mulai dari pagi hari sekitar pukul 08:00 para petani masuk ke tengah –tengah sawah yang berlumpur, tapi bukan untuk bekerja, namun untuk ikut merasakan keseruan balap mesin bajak. Sebanyak 40 petani mengikuti lomba tersebut. Mereka bertarung, susah payah mengendalikan mesin bajak, ada yang jatuh dan tersungkur sebab medan lumpur cukup sulit dilewati, namun kebahagian nampak diraut wajah mereka.

Sementara masyarakat yang hadir menyaksikan Basi Kakeh Roda Basi itu, cukup riuh, mereka tertawa tiap kali ada peserta yang terjatuh, menjadi keseruan tersendiri bagi mereka. Sementara panitia menyediakan sebanyak 10 mesin bajak untuk para peserta bergantian menggunakanya.

Walikota Solok Zul Elfian yang hadir pada kegiatan itu, mengatakan untuk mengendalikan mesin bajak tersebut membutuhkan keahlian yang tidak mudah. Sehingga kedepanya dapat memacu semangat petani dalam menggarap sawahnya. Selain itu tujuan diadakanya kegiatan ini, demi mengangkat potensi wisata sawah solok, sebagai agrowisata pertanian.

“Kegiatan ini menjadi pilihan, karena aktivitas petani di solok, menggunakan mesin bajak ketika menggarap sawah mereka. Sehingga ini adalah sebuah event, yang dapat menjadi objek wisata, sebuah tontonan yang menarik, sekaligus mengigat bahwa sawah merupakan ikon kota solok,” terang Walikota Solok Zul Elfian.

Ditambahkan Walikota sebenarnya ada banyak pilihan namun saat ini Pemerintah Kota Solok ingin tampil beda dengan daerah lain, sehingga Basi Kakeh Roda Basi inilah yang menjadi pilihan terbaik. Apalagi membajak sawah membutuhkan teknik dan keahlian khusus dalam mengoperasikanya, sehingga pengolahan sawah mendapatkan hasil yang optimal

Dengan kegiatan ini, diharapkan muncul, petani-petani tangguh dan profesional dalam mengoperasikan mesin bajak, khususnya membajak sawah. Walikota berharap kegiatan ini juga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat baik hasil pertanian maupun perdagangan di Kota Solok serta mempromosikan Potensi wisata agro yang dapat dikembangkan. Kedepannya diharapkan kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan wisata agro di Kota Solok dengan lebih menggiatkan promosi dan bisa mendatangkan peserta dari luar daerah.

Selain Lomba Pacu Mesin Bajak, juga diadakan pelepasan belut disawah solok pada pagi hari sebagai tanda dibukanya Basi Kakeh Roda Basi oleh Walikota Solok, kemudian juga ada kegiatan silek tuo dalam sawah, pacu upiah anak-anak, dan kuliner khas sawah solok.

Seperti diketahui perkembangan teknologi juga semakin canggih, sehingga untuk memajukan masyarakat kota solok dalam mengolah pertanian, diadakanlah lomba pacu mesin bajak yang bisa diikuti oleh mesin bajak singka dan kura-kura. Sehingga, perkembangan teknologi dalam sistem pertanian di Kota Solok terus berkembang.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Solok Yutris Can, berharap Alek Anak Nagari yang diselenggarakan, dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat luas, mengenai wisata sawah kota solok. Selain itu, dengan adanya perlombaan balap mesin bajak, juga diharapkan dapat memacu semangat petani dan masyarakat solok, untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

“Kita berharap dengan berkembangnya sektor pertanian seperti alat mesin pertanian dan sebagainya, dapat memotivasi petani dalam produktivitasnya, selain itu juga, sebagai peningkatan status bahwa bertani di kota solok, merupakan pekerjaan yang mulia,”kata Yutris Can.

Yutris Can mengatakan jika memang dapat meningkatkan nilai-nilai sosial dalam kegiatan pertanian. Menurutnya dengan adanya alek nagari yang berlatar sawah solok, yang mengikutsertakan para petani juga bisa menjadi ajang silaturahmi antar petani dengan masyarakat, serta para pengunjung yang akan menyaksikan kegiatan tersebut. Sehingga petani pun bisa eksis, serta sawah solok menjadi primadona bagi kalangan wisatawan.

“Kegiatannya lomba pacu mesin bajak ini bagus, selain itu juga ada pergelaran silek tuo dalam sawah, sehingga bagi saya, ini adalah suatu cara pemerintah menyatukan masyarakat kota solok, terutama petani dan masyarakat, untuk bangga serta sayang dengan sawah solok, sebagai ikon kita selama ini,” kata Yutris Can Ketua DPRD Kota Solok.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Jefrizal mengatakan, perlombaan tersebut dibagi atas dua kategori yakni bajak singka dan bajak kura-kura. Sementara luas lahan perlombaan yakni 40 meter untuk kedua kategori itu.”lomba pacu mesin bajak ini diikuti dari berbagai kelompok tani di Kota Solok, ada sekitar 56 kelompok tani, yang ada di Kota Solok, sementara peserta lomba keseluruhanya berjumlah 40 orang,”kata Jefrizal.

Jefrizal menambahkan, anggaran yang digunakan berasal dari sumbangan para kelompok tani, serta beberapa donatur lainya. Begitupun dengan traktor sebanyak 10 buah, yang terdiri dari 5 tipe singka, 5 tipe kura-kura juga berasal dari masyarakat petani.”kedepanya kegiatan ini akan diadakan setiap tahun, mungkin tidak hanya peserta dari kota solok, tapi juga dari luar daerah,” tambah Jefrizal.

Kemudian katanya Pemerintah Kota Solok akan menyelenggarakan berbagai macam perlombaan lainya, sebagai bentuk pemerintah mendukung program agrowisata sawah di Kota Solok,”ada banyak sekali ide, salah satunya lomba mesin bajak ini, kemudian juga silek sawah, perlombaan bercocok tanam dan sebagainya, yang kesemuanya dalam rangka membesarkan wisata sawah di Kota Solok, sebagaimana diketahui Sawah merupakan Ikon kota solok, primadona masyarakat Kota Beras,” jelas Jefrizal.

Sementara itu Juara 1 kura-kura dimenangkan oleh Erik dari kelompok tani sawah bukik, dan juara 1 Singka diraih oleh Suprapto dari kelompok tani Minang saiyo, yang juga mendapatkan piala bergilir. Juara satu masing-masing mendapatkan hadiah sebesar 1 juta rupiah (Goavan/wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here