Anugerah Konstitusi Muhammad Yamin Ke-3 Tahun 2018: Penghargaan Merupakan Wujud dan Apresiasi Turut Bangun Bangsa

0
65

TANAH DATAR, JN–  Malam puncak Anugerah Konstitusi Muhammad Yamin Ke-3 Tahun 2018 dihadiri tokoh-tokoh nasional yang juga bertindak sebagai dewan juri seperti M. Mahfud MD, Yuliandri, Ni’matul Huda, Syamsudin Haris, Susi Dwi Haryanti, Yosep Adi Prasetyo dan Zainal Arifin Mochtar juga dihadiri tokoh lainnya seperti M. Solly Lubis tokoh hukum tata negara, ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman,  dan juga dihadiri Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi berjalan meriah dari awal sampai akhir, Minggu malam, (11/11) di Balairoom Hotel Emersia Batusangkar.

Ketua panitia Konferensi Nasional Hukum Tata Negara ke-5 dan anugerah Konstitusi Muhammad Yamin (AKMY) ke-3 Khairul Fahmi mengungkapkan, AKMY ini diberikan sebagai wujud apresiasi setinggi-tingginya kepada insan konstitusi dan ketatanegaraan Indonesia di bidang masing-masing yang telah turut membangun negara dan bangsa.

“Kegiatan ini dilaksanakan memperingati 67 tahun usia Fakultas Hukum Unand dan 14 tahun usia Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Unand yang mengangkat tema Tantangan Menjaga Kedaulatan Rakyat dalam Pemilu. Dan anugerah ini sebagai apresiasi atas kontribusi nyata dalam pembangunan melalui karya,” sampai Khairul Fahmi.

Selepas itu Muhammad Mahfud MD yang juga menjabat Ketua Dewan Juri menyampaikan, AKMY diberikan melalui proses penjurian yang ketat dan independen dalam beberapa kategori.  “AKMY sebagai bentuk apresiasi kepada insan konstitusi dan ketatanegaraan Indonesia, sehingga termotivasi untuk terus berkarya dan menyebarkan semangat positif dan menginspirasi banyak kalangan, khususnya dalam bidang konstitusi dan ketatanegaraan,” ujar Mahfud.

Diakhir penyampaiannya Mahfud MD menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas fasilitasi dan sambutan hangat masyarakat dan juga Bupati Tanah Datar khususnya. “Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas penyambutan Bapak Bupati dan jajarannya kepada kita semua, semoga kesempatan tahun lainnya kita dapat bersama lagi di Tanah Datar ini, dan terus menikmati keindahan alam di sini,” tukasnya.

Selepas orasi  konstitusi oleh Saldi Isra yang angkat tema Muhammad Yamin dalam Pergulatan Ketatanegaraan Indonesia, selanjutnya M. Mahfud MD selaku Ketua dewan juri lakukan pengumuman penerima AKMY ke-3 Tahun 2018. Pemenang Kategori Jurnalis Konstitusi diraih Norman Edwin Elnizar. Ia merupakan Jurnalis Muda bersetifikat Dewan Pers yang fokus menulis tema hukum dan ketatanegaraan.

Kategori Karya Ilmiah Hukum Tata Negara diraih Herlambang P. Wiratraman. Ia merupakan dosen pada Departemen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum dan Sekolah Pascasarjana Fakultas Airlangga.

Selanjutnya kategori Pemikir Muda Hukum Tata Negara diraih Bivitri Susanti yang dikenal aktif dalam kegiatan pembaharuan hukum, dan saat ini ia merupakan Wakil Ketua Bidang Akademik dan Penelitian di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera.

Pada kategori Pembawa acara bertajuk konstitusi diraih Najwa Sihab. Ia mempunyai beberapa program acara di televisi nasional dan lebih dikenal melalui acaranya sendiri yang berjudul Mata Najwa.  Kategori Jurnal bertemakan Konstitusi diraih Jurnal Konstitusi Mahkamah Konstitusi. Jurnal ini merupakan media triwulanan Mahkamah Konstitusi.  Selanjutnya Kategori Karya Monumental Hukum Tata Negara diraih Abdul Abidin Saleh Attamimi. Almarhum merupakan guru besar Ilmu Perundang-undangan Fakultas Hukum UI, dan telah banyak melahirkan karya tulis yang menjadi rujukan dan mendorong kemajuan Ilmu Perundang-undangan di Indonesia. Dan di Katagori Life Time Archievement atau pengabdi konstitusi dan hukum tata negara diraih Solly Lubis. Pria kelahiran 11 Februari 1930 telah banyak berjasa memberikan sumbangan pemikiran bagi perkembangan Hukum Tata Negara Indonesia. Ia banyak menulis buku-buku yang menjadi Master piece dan dijadikan rujukan Sarjana Hukum Tata Negara di Indonesia, bahkan sampai saat ini mengabdikan diri sebagai pemikir dan sampai saat ini masih menjadi tenaga pendidik dalam menempa insan hukum bidang Hukum Tata Negara.

Di kesempatan terpisah kepada Humas, Bupati Irdinansyah menyampaikan terima kasih kepada pantia pelaksana dan pihak lainnya yang menjadikan Tanah Datar pusat acara ini. “Sebagai tuan rumah, Saya menyampaikan permohonan maaf kalau ada kekurangan pelayanan selama berada di Batusangkar, namun Saya juga berharap semua terkesan atas kunjungan ke beberapa potensi wisata kita, semoga di kesempatan lainnya bisa berjumpa lagi,” jelasnya.

Bupati juga menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini tentu juga memberikan nilai positif terhadap pariwisata di Tanah Datar. “Acara ini dihadiri ratusan peserta yang ketika masa senggang di sela kegiatannya mengunjungi objek wisata seperti Istano Basa Pagaruyung dan Nagari Tuo Pariangan, semoga para peserta juga bisa mempromosikan wisata kita ke kekeluarga, kerabat dan teman mereka,”  pungkas Irdinansyah (David)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda