Antisipasi Dampak Gadget Terhadap Pelajar, Pemko Solok Galakan Gemar Membaca

0
325

SOLOK, JN – Mengantisipasi dampak pengaruh alat komunikasi handphone bagi siswa, Pemerintah Kota Solok, menggalakkan gemar membaca bagi pelajar, sebagai bentuk peningkatan sumber daya manusia dan menambah wawasan dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Membaca itu boleh bermacam buku apa saja, yang penting buku itu ada sumber ilmunya.

Wakil Walikota Solok Reinier mengatakan, perlunya digalakkan gemar membaca pada pelajar maupun generasi muda sebagai wujud dalam menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, sehingga pelajar Kota Solok mampu bersaing dengan pelajar daerah lainnya. Apalagi, sejak masuknya teknologi informasi yang mudah diakses melalui handphone, pelajar saat ini sudah banyak meng­habis­kan waktunya menggunakan handphone, tanpa harus mem­baca buku setiap saat.  “Pemerintah tidak melarang pela­jar menggunakan handphone untuk memperoleh informasi. Namun perlu diingat, pema­kaian handphone tanpa pengawasan orang tua atau guru, seringkali disalah gunakan untuk kegiatan yang tidak bermanfaat,” kata Reinier. Dijelaskan Reinier, pelajar saat ini lebih sering bermain hand­phone untuk bergurau sesama temannya, bukan mengakses informasi yang berguna ba­ginya. Karena itu Reinier meminta jajaranya di Pemko Solok yakni melalui Dinas Pendi­dikan memprogramkan membaca setiap hari minimal 15 menit. “Apa saja buku harus dibaca setiap hari selama minimal 15 menit-25 menit. Dengan demikian, ke­mampuan dan pola pikir siswa di masa datang lebih baik,” kata Reinier.

 Menurut Ia, di luar negeri, terutama di Jepang, pelajar dan mahasiswanya selalu memabaca di mana dia duduk dan ada kesempatan. Buku selalu dipegang. Namun kondisi di Jepang berbanding terbalik dengan pelajar di Indonesia. Kemana pergi,handphone tidak pernah tinggal. Malah ada siswa yang punya 2-3 handphone. Padahal jika waktu seng­gang dan duduk-duduk, baik di kafetaria, di lapangan, seha­rusnya membaca buku dan melakukan kajian analisa terha­dap persoalan yang dijumpai di buku itu. Jika ada persoalan yang tidak mampu dipecahkan bisa berkonsultasi dengan guru di sekolah. Reinier minta agar Dinas Pendidikan untuk mengerahkan ide dan kreatifitasnya, dalam mendidik generasi Kota Solok, sehingga pelajar Kota Solok dapat berprestasi baik Nasional atau Internasional. “Segala bentuk program pemerintah untuk pelajar di Kota Solok sudah cukup banyak, prestasi di tingkat Nasional ataupun Internasional adalah tolak ukur untuk penilaian apakah program itu berhasil atau tidak, sehingga harus dievaluasi terus, dan itu semua demi menjadikan generasi muda Kota Solok yang terdidik serta berprestasi,” kata Reinier.

Sementara itu Plt, Kepala Dinas Pendidikan Dodi Osmon, mengatakan bahwa program gemar membaca ini telah mulai disampaikan pada kepala-kepala sekolah di Kota Solok, agar mengajak siswa dan siswinya gemar membaca.(Van)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda