Anggaran Untuk Dinas Pertanian Seharusnya Menjadi Prioritas Utama di Kabupaten Solok

0
592

SOLOK, JN- Anggota legislatif Bumi Penghasil Bareh Tanamo, menyarankan agar Pemkab Solok memberikan anggaran lebih kepada Dinas Pertanian, karena Kabupaten Solok dikenal dengan penghasil holtikultura dan beras ini.

“Kalau bisa saya sarankan kepada Pemerintah Daerah dan DPRD, karena daerah kita daerah pertanian dan mayoritas penduduknya juga bekerja dibidang pertanian, maka tentu anggran yang diberikan untuk Dinas Pertanian tentu juga harus lebih, supaya nasib petani bertambah baik. Hal ini bukan berarti dinas lain diabaikan. Namun alangkah lebih bijaknya kalau dinas ini menjadi prioritas da mendapat perhatian utama, selain Pariwisata dan Perikanan,” harap tokoh amsyarakat Kabupaten Solok yang juga Ketua LSM Perak, Yemrizon Dt Panghulu Nan Sati, Kamis (23/3). Dia berharap, Kabupaten Solok tidak akan bisa dislap jadi lahan perkebunan atau industri, karena terkendala lahan yang dikeliling perbukitan. “Jadi yang paling cocok di Solok ini yang padi, alpokat, markisah, lentang, bawang, alpokat dan pertanian lainnya,” jelas Yemrizon.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Yondri Samin, SH juga setuju kalau Dinas Pertanian mendapatkan anggaran yang lebih khusus pada tahun-tahun mendatang, sehingga dinas tersebut bisa lebih bisa mengembangkan kretivitasnya untuk tanaman pertanian andalan kabupaten Solok, seperti padi, bawang, kol, cabe, cengkeh, coklat dan lain sebagainya. “Karena lebih dari Tujuh Puluh persen masyarakat kita bekerja dan menghandalkan hidup dari pertanian, maka sudah sewajarnya dinas tersebut diberi anggaran lebih, daripada dinas lainnya,” tutur Yondri Samin. Saat ini menurut politisi dari Partai Persatuan Pembangunan ini, beberapa kelompok tani (keltan), sebenarnya sangat potensi untuk dibina, sayangnya, dengan dana terbatas para kelompok tani tersebut kurang bisa berkembang dan cenderung lebih berjalan sendiri-sendiri. “Kalau kelompok tani kita perdayakan untuk mengembangkan suatu produk pertanian, insyaallah kabupaten Solok akan lebih maju dan menjadi daerah tujuan study banding atau belajar bagi daerah lain. Tapi ini malah kita yang sering study banding ke luar. Padahal lahan kita sangat subur,” jelas Yondri Samin

Disebutkannya, saat ini Luas wilayah Kabupaten Solok sekitar 4.594,23 Km² setelah dimekarkan dan terbelah menjadi Kabupaten Solok Selatan. Pemekaran inipun berdampak terhadap pengurangan jumlah wilayah administrasi Kabupaten Solok menjadi 14 Kecamatan, 74 Nagari dan 403 Jorong. “Mayoritas penduduk kita bekerja sebagai petani, jadi wajar saja Dinas Pertanian mendapat prioritas utama,” tuturnya. Kabupaten Solok sebagai sentra produksi padi di Sumatera Barat, perlu terus melakukan inovasi untuk meningkatkan produktifitas lahan. Hal ini berkaitan dengan ancaman mutasi lahan sawah yang semakin besar di masa-masa mendatang. “Untuk produksi padi pada tahun 2010, terjadi peningkatan produksi sebesar 4.86 persen dari 304 124.4 ton tahun 2009 menjadi 319 667.8 ton tahun 2010 serta 350.665.7 ton tahun 2016. Akan tetapi peningkatan ini perlu terus didorong untuk mengimbangi peningkatan jumlah penduduk dan kebutuhan pangan terutama beras dari waktu ke waktu,” pungkas Yondri Samin (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here