Tangis Haru Sambut Kepulangan Leni Dari Wamena Papua

0
350

LIMAPULUH KOTA, JN- Tangis bahagia tak dapat disembunyikan Rusmini (60 tahun) Warga Jorong Purwajaya, Kenagarian Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, saat menyambut kedatangan Leni Amriani dan menantu Dwi Santoso S. serta kedua orang cucunya yang sebelumnya merantau ke Papua.

Leni dan suaminya pulang ke rumah orang tuanya di Jorong Purwajaya yang tak jauh dari kantor Bupati Kabupaten Limapuluh Kota di kawasan Bukik Limau Sarilamak. Selain Leni dan keluarganya juga ikut mengantar sejumlah tokoh asal Luak Limopuluah, diantarannya M. Rahmad, Khairul Apit yang juga anggota DPRD Gerindra serta sejumlah orang lainnya.

Menurut Rusmini, ia tidak menyangka jika putrinya ia akan segera pulang, sebab sebelumnya terkendala masalah biaya pulang kampung yang cukup besar, apalagi ia juga tidak memiliki kemampuan biaya untuk menolong biaya pemulangan anak dan cucunya itu.

Namun berkat pertolongan Allah SWT lewat tangan orang-orang shaleh dan peduli, akhirnya beban fikiran yang selama ini ia tanggung perlahan berkurang. Rusmini bisa kembali tersenyum bahagia.

“ Tuhan tidak tidur, lewat pertolongan tangan orang lain, akhirnya anak, menantu dan kedua cucu saya bisa pulang kampung dengan selamat. Terima kasih Pak Nasrul Abit, Pak M. Rahmad dan Pak Khairul Apit,” ujar Rusmini, Senin (28/10) saat menerima kunjungan Wali Nagari Sarilamak, Olly Wijaya didampingi Wali Jorong Purwajaya dan perangkat Nagari.

Rusmini juga menambahkan, untuk sementara waktu anak dan cucunya mungkin akan menetap dahulu di kampung halaman hingga keadaan di Papua benar-benar pulih.

Sementara Olly Wijaya mengaku ikut bahagia setelah mendengar kepulangan salah seorang warganya yang merantau ke Papaua karena ikut suaminya yang bertugas di Wamena Papua. Sebagai bentuk syukur, ia sengaja mengajak Wali Jorong untuk mengunjungi kediaman Rusmini, namun sayang meski tidak bertemu langsung dengan Leni dan keluarganya, Olly mengaku ikut bahagia.

“ Setelah mendengar informasi kepulangan Leni dan keluarganya, saya mengaku ikut senang, makanya hari ini kami langsung datang untuk melihat, namun kami tidak bertemu Leni sebab ia dan suaminya tengah keluar,” ujar Olly.

Ditempat terpisah, M. Rahmad salah seorang tokoh masyarakat yang menginisiasi kepulangan Leni dan keluarganya ke kampung halamannya mengaku lega dengan telah pulangnya warga Jorong Purwajaya itu ke kampung halamannya.

“ Tentu ini merupakan hasil kerja kita bersama, ada bantuan pak Nasrul Abit, Pak Khairul Apit serta Satpol-PP yang ingin mengawal kepulangan Leni,” sebutnya.

Tokoh yang juga pengurus Masyarakat Peduli Petani Indonesia (MAPPINDO) itu juga mengatakan bahwa, ia mengetahui adanya warga Limapuluh Kota berada di Papua dan kesulitan biaya untuk pulang ke kampung halamannya di Jorong Purwajaya, dari anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Khairul Apit. Dari informasi itu juga disebutkan bahwa dua buah hati Leni dan Soni yang masih duduk di TK dan PAUD tidak bisa melanjutkan sekolah karena keadaan disana yang tidak menentu.

Karena tergerak hal itulah, M. Rahmad berinisiasi untuk membantu kepulangan Leni. Dan Alhamdulillah hal tersebut juga direspon oleh Nasrul Abit, Ketua DPD Partai Gerindra yang juga Wakil Gubernur Sumbar itu.

“ Alhamdulillah, banyak pihak yang ikut membantu memudahkan kepulangan Leni dan keluarganya ke Limapuluh Kota ini,” ujar Rahmad yang enggan menyebut jumlah biaya yang dikeluarkan untuk mengurus kepulangan tersebut.

Kini setelah menempuh perjalanan panjang dan melelahkan dari Wamena-Jayapura-Jakarta- Padang, Leni dan keluarganya bisa kembali menatap indahnya alam Luhak Limopuluah yang terkenal dengan slogan Harau menuju dunia itu. (dst)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here