Kondisi Mesin Pemusnah Limbah Medis di Kelurahan Ompang Tanah Sirah Tidak Jelas

0
35

PAYAKUMBUH, JN- Sepertinya, upaya warga Kelurahan Ompang Tanah Sirah, Talawi, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, menolak kehadiran mesin pemusnah limbah medis atau dikenal dengan sebutan incinerator dibangun di daerahnya membuahkan hasil.

Buktinya, walaupun mesin pemusnah limbah medis itu sudah selesai dibangun dan berdiri kokoh di bagian bekalang komplek penggilingan padi berjarak sekitar 50 meter dari belakang MTsN Koto Nan Gadang, namun kini kondisi mesin pemusnah limbah medis itu sangat memprihatinkan teronggok bagai besi tua dan mulai diselimuti semak belukar, karena tidak dapat dimanfaatkan sebagai mestinya.

Tidak diketahui secara jelas, pasca penolakan warga mau dikemanakan atau akan diapakan mesin pemusnah limbah medis yang telah menguras uang negara senilai Rp 1,8 Milliar itu.

Yang pasti, hasil pantauan media ini ke lokasi, melihat kondisi mesin pemusnah limbah medis tersebut benar-benar tak bermanfaat dan dikhawatirkan bakal menjadi besi tua.

3 KALI DITOLAK WARGA

Sekadar diketahui, awalnya Pemko Payakumbuh membangun mesin pemusnah limbah medis itu di komplek RSUD dr. Adnan WD Payakumbuh. Namun, berselang waktu, keberadaan incinerator itu mendapat penolakan dari masyarakat dan dipindahkan ke Tempat Pembuangan Akhir Regional di Padang Karambia, Payakumbuh Selatan. Untuk kemudian, dipindahkan lagi ke kawasan Bukik Patah Sembilan, Kelurahan Padang Alai, namun juga mendapat penolakan warga dan akhirnya dipindahkan ke Kelurahan Ompang Tanah Sirah.

Puncak penolakan itu, terjadi aksi massa dan puluhan tokoh masyarakat, ninik mamak dan Kelurahan Ompang Tanah Sirah, Kecamatan Payakumbuh Utara datang beramai-ramai ke kantor Balaikota dan DPRD Payakumbuh.

Warga setempat menuntut agar Pemko Payakumbuh membongkar dan memindahkan mesin pemusnah limbah medis itu dari Kelurahan Ompang Tanah Sirah. Alasan masyarakat, lokasi pembangunan incinerator tersebut tidak sesuai dengan Perda yang dibuat Pemko bersama DPRD.

Pasalnya, incinerator tersebut dibangun di kawasan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Payakumbuh Utara, bahkan sangat dekat dengan bangunan UPTD Pengilingan Padi. Selain itu dekat pula dengan pemukiman warga, usaha kerupuk dan roti, Sekolah Dasar dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Koto Nan Gadang Payakumbuh.

DILAPORKAN KE KPK

Heboh terkait pembangunan incinerator itu, tidak sampai disitu saja. Bahkan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ampera Indonesia juga menyorot pengadaan mesin pemusnah limbah senilai Rp1,8 Milliar itu dan melaporkannya ke KPK tertanggal 3 September 2018 lalu. Namun, sampai kini, apakah laporan itu disikapi pihak KPK, tidak diketahui dengan pasti.

Lantas, muncul pertanyaan akankah dibiarkan mesin pemusnah limbah medis yang telah mengguras uang negara senilai Rp1,8 Milliar yang bersumber dari rakyat itu terlantar tak berguna menjadi besi tua? Entahlah! (dst)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda