Cari Harta Karun di Benteng Peninggalan Belanda Warga Temukan Mortir

0
805

LIMAPULUH KOTA, JN- Awalnya berniat mencari harta karun atau benda-benda berharga di bekas benteng pertahanan zaman penjajahan Belanda dan Jepang di Bukit Jorong Madang Kadok, Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota, dua orang warga di daerah itu malah menemukan 1 buah mortir yang diduga masih aktif.

Penemuan mortir dengan panjang sekitar 30 centimeter dan berat mencapai 3 kilogram itu pertama kali ditemukan oleh warga bernama Deni (25 tahun) dan rekannya Ari (28 tahun), pada Kamis 5 Desember 2019 sekitar pukul 17.30 Wib.

Kedua pria itu berniat mencari harta karun atau benda-benda berharga berupa emas di bukit bekas benteng pertahanan zaman penjajahan Belanda dan Jepang menggunakan metal detector (alat yang digunakan untuk mendeteksi kandungan metal). Namun mereka malah menemukan mortir, sehingga berita itu menyebar di tengah-tengah masyarakat dan pihak kepolisian.

Kapolsek Luhak, Iptu Amirwan didampingi sejumlah anggotanya turun langsung untuk memastikan temuan itu, termasuk sejumlah anggota Satintelkam Polres Payakumbuh yang mendapatkan informasi tersebut, juga datang ke lokasi untuk mengamankan benda berbahaya itu.

Dari informasi yang berhasil dihimpun pihak kepolisian dari kedua warga bernama Deni dan Ari, mengakui bahwa mereka melakukan hal tersebut setelah mendengar cerita dari sejumlah warga sekitar bahwa di bukit tersebut bekas benteng pada zaman penjajahan Belanda dan Jepang.

“Penemuan mortir tersebut berawal saat dua orang warga melakukan pencaharian benda-benda berharga di bukit Jorong Madang Kadok, sebab sebelumnya mereka mendengar

cerita bahwa dibukit tersebut bekas benteng, sehingga mereka memperkirakan ada benda berharga. Saat mencari menggunakan metal detector. Alat pendeteksi tersebut berbunyi, sehingga dilakukan penggalian. Mereka malah menemukan mortir tersebut,” sebut Kapolres Payakumbuh, AKBP Dony Setiawan melalui Kasat Intelkam, Iptu Luhur Fachri Utomo didampingi Kanit Handak, Bripka, Idral Mahadi, Jum’at (6/12).

Iptu Luhur yang baru dua hari menjabat Kasat Intelkam menggantikan AKP. Zamzami itu juga menambahkan, dari keterangan dua orang warga tersebut, tidak menutup kemungkinan masih ada benda logam atau yang lainnya berada di sekitar penemuan mortir itu.

Hingga kini mortir tersebut telah diamankan di gudang Handak Mapolres Payakumbuh. (dst)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here