Yulfadri Nurdin, SH: Bantuan Bedah Rumah di Kabupaten Solok Jangan Dijadikan Alat Politik

0
822

SOLOK, JN- Tahun 2018 ini, Kabupaten Solok paling banyak di Indonesia mendapat bantuan Program Bantuan  Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bantuan terhadap Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari pemerintah pusat atau Kemeneterian Perumahan Rakyat yang diberikan kepeda masyarakat berpenghasilan rendah yang masih menempati rumah tidak layak huni.

Setiap rumah yang akan dibantu, akan diteliti dan dinilai oleh tim, apakah warga tersebut layak mendapat bantuan atau tidak. Bantuan bedah rumah ini akan diawasi langsung oleh tim dari Pusat dan Pemerintah Daerah dengan diawasi langsung oleh Tenaga Koordinator Fasilitator (KORFAS) dan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) di Pemkab Solok.

“Memang tidak semua warga miskin akan mendapat bantuan bedah rumah ini karena jumlahnya akan dibagi ke nagari-nagari yang ada di Kabupaten Solok. Bagi yang belum mendapat, kita harapkan program ini terus berlanjut dan tahun berikutnya akan kita usahakan untuk mendapat bantuan,” jelas Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, SH, saat menerima Tim evaluasi bedah rumah dari Kementerian PUPR dan Tim Provinsi, Jum’at sore (29/6) bertempat di rumah dinas Wakil Bupati Solok di Arosuka.

Kepada rombongan dari Pusat dan Povinsi, Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin juga berharap, saat ini banyak sekali problema atau masalah serta kendala yang terjadi di lapangan seperti banyak masyarakat yang tidak mendapat bantuan merasa iri dengan tetangganya atau dikipas-kipasi oleh warga lain. “Jumlah bantuan rumah tidak layak huni tahun ini hanya 1578 unit dan harus dibagi kebeberapa nagari. Sementara jumlah warga yang rumahnya tidak layak huni di Kabupaten Solok masih ribuan, sehingga hal ini juga menjadi dilema serius dan harus kita atasi segera agar tidak menjadi kosumsi politik pula, sehingga masyarakat terbelah,” jelas Yulfadri Nurdin.

Wabub juga berharap agar program bedah rumah itu nantinya berjalan dengan baik dan diawasi juga oleh pihak Dinas Perumahan Kabupaten Solok. “Saya mengajak semua fasilitator mengkomunikasikan setiap perkembangan di lapangan sehingga kita bekerja optimal. Dan kepada masyarakat yang mendapat bantuan, agar segera melengkapi segala administrasi yang dibutuhkan dalam pelaksanaan program bedah rumah dan agar dibantu pemerintahan nagari,” himbau Wakil Bupati.

Disebutkan Yulfadri Nurdin, Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) untuk Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) dan Koordinator Kabupaten/Kota Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di Kabupaten Solok Dengan alokasi jumlah Bantuan yang berjumlah 1578 unit. Bantuan sebanyak itu menurut Wabub bukanlah sangat mudah melaksanakannya karena menuntut kita untuk bekerja bersungguh-sungguh dan bekerja keras, agar pelaksanaan kegiatan ini dapat sukses, tepat sasaran penerima, dan masyarakat dapat mewujudkan akan hidup dengan rumah yang layak untuk dihuni.

“Ujung tombak keberhasilan dan kesuksesan kegiatan ini berawal dari peran serta Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) yang Jujur, Dinamis dan Berfungsi dengan baik sebagai pendamping dan Membantu masyarakat penerima bantuan,” jelas Yulfadri Nurdin.

Disebutkan Wabub, Pemerintah daerah mengapresiasi pelaksana pendataan dan validasi data RTLH, sehingga Kabupaten Solok mendapat bantuan paling banyak se-Indonesia dengan jumlah 1578 unit. Wabub juga berharap pengerjaan bantuan ini dilakukan dengan maksimal, sehingga bangunan baru ini dapat dihuni dalam jangka waktu yang panjang. Bantuan rumah sebanyak itu untuk Kabupaten Solok, juga bisa dipungkiri hasil perjuangan anggota DPR RI, Epyrdi Asda menjuluk ke Pemerintah Pusat, sehingga bisa dibawa ke Kabupaten Solok.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Perumahan dan Pertanahan (DPR KPP) Kabupaten Solok, Aznul, Tim Satker Penyediaan Perumahan Propinsi Sumatera Barat dan fasilitator lainnya dari dinas PU Perumahan Rakya Kabupaten Solok (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here