Wisata Lubuak Kuok Nagari Jawi-Jawi Guguak Kian Mempesona

0
866

SOLOK, JN- Pesona wisata Nagari Jawi-Jawi Guguak Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, berupa arung jeram dan wista batu warna warni Lubuak Kuoknya, kian mempesona. Semenjak dibuka sekitar satu bulan lalu, sudah ribuan masyarakat yang datang ke daerah tersebut, termasuk dari Riah, Jambi, Bengkulu dan juga dari seluruh daerah di Sumatera Barat. Pucaknya terjadi pada tanggal 17 Agustus 2018 lalu, dimana menurut Ketua pemuda nagari Jawi-Jawi Guguak, tidak kurang dari 5.000 masyarakat mendatangi lokasi tersebut.

“Saat ini kita terkendala dengan masalah lokasi parkir yang belum memadai, termasuk belum adanya ruang ganti pakain pengunjung sehabis mandi. Mungkin kalau masalah parkir, saat ini pengunjung bisa parkir sementara di halaman Sekolah SD Negeri 22 Guguak dan harus berjalan kaki sekitar 100 meter ke lokasi,” jelas Yovid Prayogi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Yandra Prasat, Senin (3/9) di ruang kerjanya menyebutkan bahwa Nagari Jawi-Jawi Guguak, tahun 2019 mendatang juga masuk nominasi desa wisata budaya yang akan mendapat bantuan DAK dari Kementerian Pariwisata (Kemnpar) Republik Indonesia sekitar Rp 1,2 Milyar. Kabarnya dana sebanyak itu sudah disetujui pemerintah RI, namun Yandra berharap agar masyarakat Jawi-Jawi Guguak juga terus berdo’a agar bantuan tersebut bisa terwujud pada tahun 2019. “Kemepar RI sudah memberi lampu hijau kalau Kabupaten Solok akan mendapat bantuan berupa dana DAK. Tetapi tentu saya belum bisa menjelaskannya secara rinci, takut hal itu tidak tercapai,” jelas Yandra.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa Nagari Jawi-Jawi Guguak juga masuk nominasi Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) dari Kemempar RI dimana setidaknya ada tiga aspek  atau poin untuk pengembangan sustainable tourism, yang harus menjadi perhatian utama. Yang pertama yakni lingkungan, dimana pengembangan sustainable tourism harus memperhatikan aspek pelestarian alam bebas, kualitas dan keamanan air, konservasi energi dan lainnya. Sementara yang kedua adalah komunitas. Pariwisata berkelanjutan juga wajib mempertahankan atraksi, memiliki manajemen untuk pengunjung, memperhatikan kebiasaan pengunjung, menjaga warisan budaya dan lainnya. Dan yang aspek ketiga tidak kalah penting yaitu ekonomi. Sustainable tourism harus memantau perekonomian, ada peluang kerja bagi warga setempat, ada keterlibatan publik, ada penghargaan dan pemahaman bagi para turis, ada local access dan masih banyak lagi.

Sebagaimana diketahui bersama, para pemuda-pemudi nagari Jawi-Jawi Guguak, sudah berbuat kreatif, dimana para pemuda Nagari Jawi-Jawi Guguak, melakukan pengecatan batu di area sungai dengan aneka warna warni yang membuat Nagari makin mempesona dan mengundang decak kagum para wisatawan domestic yang datang berkunjung ke daerah tersebut.

Hasilnya, dalam waktu sebulan, ribuan pengunjung sudah mendatangi lokasi tersebut sejak satu bulan terakhir. Mayoritas pengunjung adalah anak-anak usia sekolah dan remaja. Juga sudah datang ke lokasi tersebut anggota DPRD Kabupaten Solok dan DPRD Sumbar, seperti Firmansyah, Yetty Aswaty dan Ahmad Rius, SH.

Awalnya batu-batu besar dan batu sedang yang terhampar di sepanjang Sungai Batang Lembang atau orang disana menyebut ‘Batang Ayie Lubuk Kuok’, tampak redup dan terlihat seperti biasa saja. Hanya digunakan untuk mencuci dan mandi oleh warga sekitar. Namun sejak awal bulan Agustus 2018 lalu, kejadian luar biasa tampak terlihat disana. Para anak muda yang dikenal sebagai Nagari penghasil bareh dan alpokat itu, menyulap hamparan batu-batu  sepanjang Lubuak Kuok menjadi benar-benar hidup dan warna warni dengan seribu lukisan. Bahkan dibatu-batu itu diukir dan ditulis aneka pesan wisata, klub sepak bola, kata-kata mutiara dan lainnya. Selain itu, di Lubuak Kuok saat ini juga sudah dijadikan ajang Arung Jeram oleh warga setempat, meski dengan mempergunakan peralatan sederhana.

Aksi tim kreatif dari pemuda-pemudi Nagari Jawi-Jawi Guguak, mendapat dukungan penuh dari Walinagari Jawi-Jawi, Laswir Malin Putiah. “Ide ini melukis batu ini, awalnya muncul dari kita secara bercanda, namun ketika disampaikan kepada Bapak Wali Nagari, ternyata beliau sangat mendukung untuk melukis batu yang ada disana,” jelas Yovid Prayogi, Ketua Pemuda Nagari Jawi-Jawi Guguak, di Lubuak Kuok, beberapa waktu lalu. Disebutkan Yovid, satu persatu batu yang ada mulai diukir pemuda yang disebut sebagai Tim Kreatif nagari setempat, seperti, Yogan, Hengki, Rezo, Antau, Ambau, Ivan, Zendi, Sidiq, Bayor, Raka, dan lain-lain, bahu-membahu melukis batu. Hasilnya, baru dua Minggu, ratusan pengunjung dari nagari sekitar Kabupaten Solok dan pelajar SMP dan SMA, ramai-ramai mengunjungi lokasi tersebut. Sebab lukisan Seribu Batu itu, ditayangkan di media social seperti di Grub Whatsapp (WA), Facebook, Yutube dan juga Twiter dan lainya. “Kami bekerja dengan sukarela dan atas arahan dari Ketua kami melukis batu dengan kemampuan kami masing-masing, kecuali batu yang berukuran besar, diperlukan kerjasama tim,” jelas Sidiq, salah seorang pemuda paling kreatif Nagari setempat. “Kami akan terus melukis batu ini, namun saat ini setiap hari ratusan pengunjung sudah datang ke Lubuak Kuok, bukan hanya dari Kabupaten Solok saja, namun ada  yang datang dari Pekanbaru, Padang dan Dhamasraya serta daerah sekitarnya,” tambah Raka, salah seorang pemuda setempat.

Pesona Seribu Batu Warna-warni ini, makin tampak mempesona, jika dilihat dari tas Jembatan Lubuak Kuok yang dibangun semasa pemerintahan Gusmal masa jabatan jabatan 2005-2010 lalu. Akses jalan yang baik dan ditambah warganya yang ramah, membuat para pengunjung betah berlama-lama disana. “Disini juga ada warung yang menyediakan aneka makanan dan minuman, jadi kita tidak usah repot-repot membawa makanan dari rumah,” jelas Udin Ambo, salah seorang turis dari Ganangan, ketika berbincang dengan media ini.

Walinagari Jawi-Jawi Guguak, Laswir Malin Putiah, saat berbincang dengan KORAN PADANG di ruang kerjanya belum lama ini, juga menyebutkan bahwa pihaknya dari pemerintahan Nagari, sangat memberi apresiasi kepada para pemuda yang nagari yang memiliki ide kreatif dan melakukan perubahan drastic terhadap dunia wisata Jawi-Jawi. “Selain wisata rumah gadang, saat ini kita juga memiliki wisata alam atau pesona Lubuak Kuok yang makin diminati wisatawan,” jelas Laswir. Pihaknya menghimbau, agar masyarakat terus menjaga kesopanan dan terus berlaku ramah kepada setiap tamu yang datang kedaerahnya.

Walinagari Laswir juga menyebutkan, pihaknya juga berkeinginan besar untuk mengembangkan wisata Jembatan Lubuak Kuok yang dinilai sangat potensi untuk dikembangkan serta bisa menupang perekonomian warga sekitar dengan cara mempercantik kawasan tersebut dan memasang rambu-rambu agar pengunjung tidak salah jalan. “Kita butuh petunjuk atau rambu-rambu untuk menuju lokasi Lubuak Kuok,” jelas Laswir. Nantinya Lubuak Kuoak akan dikelola melalui Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag), termasuk akan membangun kolam renang disamping kawasan jembatan Lubuak Kuok. “Saat ini kita sedang menjajaki kerja sama dengan pemilik lahan untuk membangun kolam renang di sekitar lokasi dan setelah itu kita juga ada rencana untuk membuka wisata Arung Jeram yang dimulai dari jembatan Lubuak Kuok dan finish di Jembatan Alahan Mati di Jorong Pakan Juma’at, karena hal itu sangat berpotensi kita olah, seperti yang ada di Rafting Sukabumi, Jawa Barat,” terang Laswir.

Walinagari yang didampingi Sekretaris Nagari, Lasperman juga sangat berkeinginan besar akan membangun Wisata Lubuak Kuok yang akan dihubungkan dengan Goa Belanda yang jaraknya sekitar 100 meter dari jembatan Lubuak Kuok. “Kabarnya Goa itu tembus ke nagari Koto Gaek yang dulunya menurut cerita orang tua-tua kita digunakan untuk bersembunyi dari kejaran tentara penjajah,” tambah Laswir.

Pihaknya sangat berharap, jika lokasi wisata ini bisa terwujud, dipastikan ekonomi masyarakat sekitar akan bangkit dan bisa menjadi pemasukan bagi nagari.

Dia mencontohkan, saat ini Jembatan Lubuak Kuok, ramai dijadikan lokasi wisata alam yang banyak dikunjungi generasi muda, terutama ABG walau hanya sekedar untuk berselfie ria.

“Setiap hari menjelang sore, Jembatan Lubuak Kuok atau jembatan buai ini ramai dikunjungi anak ABG, sambil berfhoto-fhoto atau hanya sekedar duduk-duduk menikmati masyarakat memancing ikan garing di bawah jembatan Lubuk Kuok,” tambah Laswir yang diamini Lasperman.

Sementara itu, Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, SH, juga sangat mendukung rencana pemerintahan nagari Jawi-Jawi Guguak untuk mengembangkan wisata Lubuak Kuok. “Nanti hal ini akan kita bicarakan bersama Dinas Pariwisata, Dinas PU dan dinas terkait lainnya untuk mengembangkan ide pemerintahan nagari itu,” pungkas Yulfadri Nurdin  (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here