Warga Mentawai Pekerja Masjid di Sulit Air Meninggal Setelah Mengeluh Sakit

0
959

SOLOK, JN– Seorang pekerja masjid di Jorong Koto Tuo, Nagari Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, hari Minggu (3/4), sekira pukul 04.45 Wib, dilaporkan meninggal dunia, setelah yang bersangkutan mengeluhkan rasa sakit dan nyeri pada bagian pinggang.


Almarhum yang merupakan asal Bubungan, Pagai Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai, bernama Martius (42) memiliki riwayat perjalanan sekitar dua bulan yang lalu dari Mentawai.
“Ya benar, yang bersangkutan bekerja menjadi buruh bangunan di sebuah masjid di Sulit Air,” sebut Teta Midra, Minggu (3/4). Untuk mengantisipasi agar almarhum tidak terinveksi virus corona, maka jasad almarhum dibawa ke puskesmas oleh tim covid kecamatan dengan menggunakan APD lengkap.
Menurut camat Teta, pihaknya sudah komfirmasi ke Dinkes Solok dan sementara tidak ada indikasi covid-19. Namun proses pemakaman tetap menggunakan protap covid-19.”Rencananya kita akan memakamkan almarhum di TMP Arosuka, namun kabarnya di bawa pihak keluarga dari gereja Leonargdo Saoge di Jalan Pancasila Nomor 20 Padang,” sebut Teta.

Sopir Truck Meninggal Setelah Pulang Dari Medan

Sebelumnya, pada hari Jum’at (1/5), deorang warga Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok yang berinisial M (45), meninggal dunia, tidak lama setelah tiba dari Medan, Sumatera Utara.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir truck ini, tiba di kampung halamannya Nagari Paninggahan Selasa 28 April 2020, dengan keluhan demam dan sesak nafas. Akhirnya,  laki-laki umur 45 tahun tersebut meninggal dunia, Jumat di rumah duka.
Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Solok, Sofiar Syam, S.Sos.M.Si, menyebutkan bahwa sebelum almarhum sampai di Paninggahan, Almarhum dalam riwayat perjalanannya datang dari Medan, karena berprofesi sebagai sopir truck.
Disebutkan Sofiar Syam, yang juga Kabag Humas Pemkab Solok, bahwakronologisnya, hari Jumat tanggal 1 Mei 2020 sekira pukul 18.30 Wib, bidan desa dapat informasi melalui sambungan telpon, dari pihak keluarga yang melaporkan pasien mengeluhkan kondisi demam dan sesak nafas.
Sekira pukul 18.45 Wib, petugas Puskesmas tiba di rumah duka, dengan kondisi pasien demam dan sesak nafas dan langsung dikonfirmasikan ke dokter.


Selanjutnya, dokter mengintruksikan agar pasien dijemput ambulance untuk dirujuk, dengan seluruh petugas memakai APD lengkap.
“Sekira pukul 18.45 Wib petugas dan dokter dari puskesmas tiba di rumah pasien. Selang beberapa lama usai dilakukan pemeriksaan akhirnya pasien dinyatakan meninggal dunia,” terang Sofiar Syam.

Selanjutnya, mengantisipasi dan mencegah serta mewaspadai terjangkitnya Covid-19, anggota keluarga pasien yaitu seorang anak berumur 9 tahun, pada saat ini menderita demam dan muntah-muntah segera tangani dokter. Segera dalam tindak lanjutnya dokter melakukan swab test terhadap keduanya, yaitu pasien yang sudah almarhum juga anaknya yang berumur 9 tahun.
Tak hanya itu, rapid test juga dilakukan kepada 8 orang, terdiri dari keluarga pasien itu sendiri diantaranya istri, anak serta yang berhubungan langsung dengan almarhum saat dilakukan pemakaman jenazah.
Tak lama berselang, hasil swab test maupun rapid test menunjukan pasien yang sudah almarhum, beserta anak dan istrinya dan juga 8 orang lainnya, yang memakamkan jenazah dinyatakan negatif corona.


Kendatipun demikian, terhadap keluarga almarhum tersebut dilakukan isolasi mandiri.
Bahkan penyelenggaraan pemakaman jenazah alamarhum, juga diselenggarakan dengan Protap Covid-19.

Tim dokter yang memeriksa juga diturunkan dari Posko induk yang diketuai oleh dr. Aida Herlina untuk pemeriksaan swab.
“Proses pemakaman almarhum dilakukan dengan Protap Covid-19 untuk antisipasi,” sebut Camat Junjung Sirih, Herman (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here