Wali Nagari Paninjauan Darsel Ilyas: Sebagai Pemimpin Kita Harus Mampu Menauladani Sikap Nabi Ibrahim dan Ismail

0
922

SOLOK, KP-  Sebagai pemimpin di nagari, seorang Walinagari harus mampu sabar dan memahami watak warga yang dipimpinnya. Kalau tidak, pasti tidak akan terjadi hubungan harmonis antara pemimpin dengan warganya. Selain itu, kita harus bersabar dan rela berkorban, seperti yang sudah ditunjukan oleh nabi Allah Ibrahim AS dan anaknya Ismail AS.

Hal itu disampaikan Walinagari Paninjawan, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Darsel Ilyas, saat berbincang dengan KORAN PADANG, usai menyeblih hewan qurban  bertempat di halaman Masjid Raya Nagari Paninjawan, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Darsel Ilyas, belum lama ini. Lebih jauh diceritakan Walinagari Darsel Ilyas, apa yang sudah dicontohkan nabi Allah Ibrahim dan Ismail AS, adalah contoh yang wajib ditauladani oleh umat Nabi Muhammad, SAW, dimana manusia hanya wajib mencintai Allah, SWT melebihi mencintai yang lain, termasuk cinta kepada harta, isteri dan juga pangkat. “Kita diperintahkan untuk mencintai lebih itu hanya kepada Allah, sebab pangkat dan harta hanya titipan Allah dan sewaktu-waktu akan diambil. Hal itulah yang bisa kita ambil hikmahnya dari kisah nabi Allah Ibrahim dan anaknya Ismail AS,” jelas Darsel Ilyas.

Terkait dengan kisah dua nabi Allah itu, saat ini dalam kehidupan sehari-hari dan sebagai seorang pemimpin, kita wajib bersabar dan siap berkorban kapan saja. Artinya menurut Darsel Ilyas, berkorban itu bukan hanya dengan bitnang ternak saja, namun bisa berkorban waktu mengurus masyarakat, berkorban dengan uang dan lainnya. “Sebagai seorang pemimpin di Nagari, kita jangan minta dilayani warga masyarakat, namun harus siap melayani masyarakat selama 24 jam. Kalau tidak jangan menjadi pemimpin,” tegasnya.

Disebutkan Walinagari, bahwa Hari Raya Idul Adha  adalah peristiwa besar yang melambangkan sejarah agama tauhid, pengorbanan yang ikhlas kerana Allah dan usaha terus menerus untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Ia merupakan amalan tradisi para nabi sejak Adam hingga Nabi Muhammad, SAW yang harus kita tauladani.

Walinagari Darsel Ilyas, juga merasa bangga dengan warganya yang tahun ini jumlah qurban di Paninjawan terus meningkat. “Alhamdulillah jumlah dan minat warga untuk berqurban setiap tahun terus bertambah dan tahun ini saja di nagari kami jumlah hewan qurban ada sebanyak 54 ekor yang tersebar di  8 jorong yang ada di Paninjawan dan semuanya adalah binatang sapi,” jelas Darsel Ilyas. Disebutkannya, paling banyak hewan qurban adalah di jorong Aia Batumbuak yakni sebanyak 29 ekor, kemudian diikuti  jorong Pasa 9 ekor, jorong Balansi, Jorong Gantiang dan Jorong Gurun, masing-masing 4 ekor sapi. Selanjutnya jorong Batu Laweh 2 ekor dan jorong serta jorong Kayu Aro dan Kubu masing-masing 1 ekor sapi. Semenatara dana yang terkumpul pada hari raya Idul Adha berjumlah Rp 119.745.000.

Dijelaskannya, dengan semangat qurban diharapkan agar ketakwaan kepada Allah semakin meningkat dan juga semoga kita menjadi hamba-Nya yang sentiasa memerlukan bimbingan dan petunjuk dariNya. Oleh karena itu amal kebajikan, baik yang bersifat sosial maupun yang individual kuncinya ialah taqwa dan ikhlas,” jelas Darsel.

 

Yang paling menarik di Nagari Paninjawan adalah peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke-73, berjalan dengan baik setelah hamper  10 tahun menurut Walinagari tidak ada kegiatan upacara bendera dan pawai di nagarinya. “Sejak sepuluh tahun lalu, baru tahun ini nagari kami merayakan pawai HUT Kemerdekaan sekaligus pelaksanaan uapacara bendera di kantor Wali,” jelas Darsel Ilyas.  Bahkan selain pawai, juga diadakan pertandingan olah raga seperti sepak bola, vooly ball, badminton, lomba untuk anak-anak TK dan PAUD, SD dan SMP serta lomba ibuk-ibuk PKK dan pawai alegoris dari anak-anak sekolah serta ditututp dengan malam hiburan.

“Masyarakat benar-benar merasakan nikmat kemerdekaan tahun ini setelah lama tidak dirayakan,” pungkas Darsel Ilyas (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here