Tokoh Masyarakat Tigo Lurah Angkat Bicara: “Kami Meminta Keadilan Pembangunan!”

0
334

SOLOK, JN- Para tokoh masyarakat dan walinagari daerah tertinggal yang berada di Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, terus meminta media agar tidak berhenti menyuarakan Kecamatan Tigo Lurah, sebagai Kecamatan paling tertinggal di Kabupaten Solok.

“Saya meminta dan berharap kepada para awak media, agar terus menyuarakan ketertinggalan kampung kami, sehingga pejabat dan anggota dewan yang sudah duduk di kursinya masing-masing, tidak melupakan janji mereka sewaktu kampanye yang akan membela wong cilik atau masyarakat kecil seperti kami ini,” jelas Mak Sahar (56), warga jorong Garabak, kepada media ini di Arosuka, Senin (8/10). Disebutkan Mak Sahar, meski selama ini media getol memberitakan kondisi Kecamatan Tigo Lurah, namun pihaknya menilai prilaku anggota DPRD khususnya Dapil 3 dan Kepala Daerah seperti mengabaikan harapan masyarakat Tigo Lurah. “Kampung kami sejak dunia terkembang belum begitu banyak disentuh pembangunan, sementara yang dekat ke Ibukota Kabupaten seperti diistimewakan. Apa kami ini bukan bagian dari Kabupaten Solok?,” tanya Mak Sahar, yang juga diamini oleh Walinagari Garabak Data, Pardinal Melayu. Secara khusus, Mak Sahar memuji media Koran Padang dan Online Jarbatnews.com yang tidak pernah berhenti menyuarakan daerah pinggiran Tigo Lurah dan lainnya. “Permintaan kami tidak muluk-muluk, tepati saja janji bapak-bapak itu waktu kampanye yang akan memperhatikan daerah kami dan kami hanya ingin sejajar dengan nagari atau Kecamatan lain di Kabupaten Solok,” tambah Mak Sahar.

Pihaknya juga merasa sedih, bila musim hujan tiba melihat anak cucunya pergi ke sekolah harus berjuang melawan lumpur dan jalan licin agar bisa sampai ke sekolah. Pujian dan ucapan terimakasih juga datang pemerintahan Nagari Rangkiang Luluih, Kecamatan Tigo Lurah, salah satu nagari yang terisolir di Kabupaten Solok bahwa pihaknya menyampaikan ucapan terimakasih kepada rekan-rekan media terutama Harian Koran Padang yang selama ini selalu hadir dan terdepan untuk memperjuangkan Nagari dan Kecamatan kami yang paling tertinggal di Kabupaten Solok.

“Kami sampaikan ucapan terimakasih kepada Koran Padang dan media online Jarbatnews.com yang paling gigih memberitakan Tigo Lurah,” jelas Abu Tasar, Walinagari Rangkiang Luluih, saat ditemui media ini di Kantor Camat Tigo Lurah beberapa waktu lalu. Dia meminta agar media jangan sampai bosan dan berhenti menulis tentang Kecamatan Tigo Lurah yang masih tertinggal. “Saya selalu mengikuti setiap berita Koran Harian dan Online, namun Jarbatnews.com dan Koran Padanglah yang saya nilai paling menonjol,” tambah Abu Tasar.

 

Hal yang hampir senada juga disampaikan walinagari Batu Bajanjang, Dahrul Asri, bahwa peran media sangatlah penting dalam mempercepat pembangunan daerah tertinggal seperti Kecamatan Tigo Lurah. “Saya akui bahwa akibab sering diberitakan saat ini daearah kami mulai sering didatangi pejabat. Apalagi kabarnya Tahun ini akan dialokasikan dana untuk perbaikan jalan dari Sirukam menuju Kecamatan Tigo Lurah. Alhamdulillah bahwa peran Koran Padang kami nilai cukup signifikan,” terang Dahrul Asri.

Dia berharap agar rekan media lain juga ikut membantu mempetjuangkan daerahnya. “Tanpa pemberitaan daerah kami tidak akan dikenal di luar sana,” jelas Dahrul Asri yang sengaja pulang kampung dari Negeri Jiran Malaysia untuk mengabdi di kampung halaman.

 

Sementara Walinagari Pardinal dari Nagari Paling tertinggal di Kabupaten Solok, yakni Nagari Garabak Data menyebut bahwa peran media terutama Koran Padang dalam mengupas penberitaan daerahnya dinilainya sangatlah besar untuk pembangunan daerah. “Apalagi permintaan masyarakat kami hanya sangat sederhana, yakni hanya butuh jalan yang layak dan berharap adanya tower celluler. Masalah yang lain kalau jalan layak sudah ada akan bisa menyusul dengan sendirinya,” terang Pardinal.

Meski sudah 73 tahun Republik ini merdeka, namun sebahagian warganya banyak yang belum menikmati apa itu arti ‘merdeka’. Merdeka disini jelas bukan masih terjajah oleh bangsa lain, namun masih belum bisa menikmati makna dari kemerdekaan itu sendiri.

 

“Suatu saat kami ingin bersilaturrahmi dengan keluarga besar Koran Padang, sebab selama ini media ini cukup membantu daerah kami. Kalau tidak kami selalu dibohongi pejabat bahwa daerah kami masuk kawasan makanya tidak bisa dibangun. Kalau itu benar, itu kan tugas pemerintah daerah untuk mengurusnya. Kami masyarakat mana tau mengurus kemana,” pungkas Pardinal (wandy)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda