Selangkah Lagi Tigo Lurah Terlepas Dari Daerah Terisolir

0
378

SOLOK, JN- Kabar gembira datang untuk masyarakat yang tinggal di Kecamatan Tigo Lurah, seperti Garabak Data, Sumiso, Batu Bajanjang dan lainnya.

Pasalnya, dalam waktu dekat ini, jalan beraspal yang didambakan masyarakat Tigo Lurah, akan segera terwujud dan bisa jadi kenyataan.

Hal itu terungkap dalam rapat rencana tindak lanjut pemakaian Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH), jalur Kapujan, Rimbo Data, Batu Bajanjang, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, bertempat di Ruang Bukit Cambai, Kantor Barenlitbang, Kabupaten Solok, Rabu (18/09/2019).

Tampak hadir pada acara tersebut, Bupati Solok, H. Gusmal, SE, MM, Asisten Koor Bidang Ekbangkesra, Medison, Kepala Barenlitbang yang diwakili oleh Kabid Sumber Daya dan Prasaran, Sefdinon, Kadis PUPR Kabupaten Solok, Efia Vivi Fortuna, Seluruh Camat Sekabupaten Solok, para Walinagari se Kecamatan Tigo Lurah, Ketua BMN, BPN dan tokoh masyarakat Tigo Lurah dan rekan-rekan media.

Dalam sambutannya, Kepala Barenlitbang Kabupaten Solok yang diwakili oleh Kabid Sumber Daya dan Prasaran, Sefdinon, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok bukannya lamban dalam membangun infrastruktur, tetapi dalam hal ini butuh izin dari Kementerian Kehutanan dengan melalui berbagai proses yang sangat panjang dan bertingkat.

“Pemerintah daerah juga harus melaksanakan kewajiban sebelum melakukan pembangunan jalan, seperti melakukaan penataan batas untuk jalan yang akan dibuat yang dimbangi dengan pengadaan jalur irigasi,” sebut Sefdinon.

Disebutkan Sefdinon, Pelaksanaan kegiatan ini berdasarkan pada keluarganya SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor : SK.7369/MENLHK-PKTL/REN/PLA.0/9/2019 tentang Penetapan Areal Kerja Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan Untuk Pembangunan Jalan jalur Kapujan – Rimbo Data dan Jalur garabak Data – Batu Bajanjang pada Kawasan Hutan Lindung An. Bupati Solok di kabupaten Solok Propinsi Sumatera Barat seluas 13,229 Hektare, pada tanggal 9 September 2019.

Rapat ini bertujuan melakukan persiapan dan tindak lanjut pembangunan jalan sesuai SK Menteri diatas

Sementara Kadis PUPR Kabupaten Solok, Efia Vivi Fortuna, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Dinas PUPR akan selalu berupaya mewujudkan impian masyarakat di daerah Tigo Lurah yang mengharapkan adanya jalan yang layak untuk akses masyarakat.

“Insyaallah pada tahun ini Tigo Lurah akan memiliki jalan seperti yang di impikan selama ini,” terang Efia Vivi Fortuna.
Dijelasian Efia Vivi, seharusnya semenjak bulan Agustus pengerjaan jalan ini sudah bisa dimulai dan di tender, tetapi hal tersebut belum bisa dilaksanakan karena saat itu izin belum keluar. Sementara pada tahun ini juga sudah disediakan anggaran sebesar 700.000.000,- dari APBD (DAK) Kabupaten Solok untuk pembangunan jalan Kapujan – Rimbo Data-Tahun ini ada alokasi anggaran 7.400.263.000,- dari APBN dari Balai Wilayah Jalan III, dengan panjang 4,48 Km dengan lebar 4 M.

Bupati Solok, H. Gusmal, dalam arahannya, meminta media dan camat serta walinagari se Kecamatan Tigo Lurah, untuk mensosialisasikan masalah ini ke masyarakat Tigo Lurah.

“Sebenarnya Pemerintah Kabupaten Solok telah dari dahulu memperhatiakn pembangunan di Kecamatan Tigo Lurah.
Pembangunan jalan di Tigo Lurah ini tidak bisa langsung ke daerah tersebut yakni ke Garabak Data, karena harus dimulai dari Sirukam, Simanau, Rangkiang Luluih dan Batu Bajanjang serta ke Garabak Data,” sebut H. Gusmal.

Dijelaskan Bupati, dalam melakukan pembangunan, Pemkab harus sesuai dengan aturan dan persyaratan yang berlaku, mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.
“Setelah pembangunan jalan nanti, iringi dengan peringatan-peringatan di sekitar kawasan hutan lindung tersebut agar tidak disalahgunakan nantinya, oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, seperti pencurian kayu, ” terang H. Gusmal.

Bupati juga menjelaskan sedikit gambaran/ kronologis pengurusan izin pinjam pakai kawasan hutan sebagai informasi bagi masyarakat bahwa pemerintah sudah dari dulu mengupayakan pembangunan jalan untuk daerah tersebut
yakni, 1. Pada tahun 2015, Pemkab Solok mengajukan permohonan izin pinjam pakai kawasan hutan lindung tersebut dengan nomor surat 500/364/III/Perek-2015 pada tanggal 27 Maret 2015 untuk membangun jalan yang disebutkan diatas dengan syarat :
– Rencana kerja penggunaan kawasan hutan dan peta lokasi
– Penetapan kelayakan LH
– Izin LH
– Surat rekomendasi Gubernur Sumbar.

2. Pada tanggal 6 Juni 2016 baru keluar SK Menteri LH dan Kehutanan nomor SK.423/Menlhk/Setjen/PLA.0/6/2016 tentang pembangunan jalan yang disebut diatas seluas 11,45 Ha dan hanya berlaku selama 1 tahun dengan syarat memenuhi kewajiban :
– Melakukan penataan batas areal izin pinjam pakai kawasan hutan tersebut
– Melakukan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) pada kawasan tersebut.

3. Pemkab Solok sudah memenuhi semua kewajiban ang dipersyaratkan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku

4. Konsultasi dan koordinasi terus dilakuan dengan instansi dan stake holder terkait dalam rangka percepatan penuntasan izin tersebut, dimulai dari KPHL Wilayah Solok – Dinas Kehutanan Prop. Sumbar – BPKH Wilayah I Medan – Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan – Direktorat Rencana, Penggunaan dan Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan – BPDAS HL Indra Giri Rokan di Pekanbaru – Direktorat SUmber Daya Air dan Tanah – terakhir baru sampai ke Dirjen Planologi Kehutanan dan tata Lingkungan Kementerian LH dan Kehutanan RI

5. Pada tanggal 9 September 2019, Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan An. Menteri LH dan Kehutanan RI telah menandatangani penetapan areal kerja izin pinjam pakai kawasan hutan untuk pembangunan jalan di jalur yang disebutkan diatas seluas 13,229 Ha.

Rapat diakhiri dengan penyerahan SK dari Kementerian Lingkungan Hidup RI dan Kehutanan tersebut kepada Camat Tigo Lurah, Sarmaini.

Reporter : ujang jarbat
Editor. : wandy

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda