Ratusan Warga Muaro Panas Gelar Aksi Demo Tuntut  Walinagari Ferry Effendy Mundur

SOLOK, JN- Ratusan Warga Nagari Muaro Panas,  Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, hari Senin (19/9), menggelar Aksi Demo, Tuntut  Walinagari Ferry Effendy, mundur.

Aksi tuntut walinagari Muara Panas ini mundur, juga pernah dilakukan warga pada hari Sabtu tanggal 17 Maret 2018 silam, oleh  Forum Komunikasi Anak Nagari Muaro Paneh bersama BMN Muaro Paneh, bertempat di Aula MAN Maulid Muaro Paneh. Namun waktu itu belum ada tindakan dari Pemkab Solok.

 Namun aksi demo kali ini jumlahnya lebih banyak dengan membawa spanduk yang bertuliskan agar Walinagari Mundur karena sudah dianggap sudah banyak sekali melakukan pelanggaran, termasuk suka berkata kasar di kantor Walinagari dan juga dianggap menyelewengkan dana nagari.

Warga meminta Walinagari mundur disebabkan karena sang Walinagari tidak lagi mewakili kepentingan warga Muaro Paneh, namun hanya beberapa golongan saja. Dia juga menguraikan polemik yang terjadi didalam nagari Muaro Paneh diantaranya perbuatan Ferry Efendi selaku Wali Nagari Muaro Paneh telah merugikan kepentingan umum atau masyarakat Muara Panas. Kemudian berbuat diskriminatif terhadap warga Nagari Muara Panas dan merasahkan masyarakat. Berikutnya Walinagari tidak lagi aspiratif dan tidak memenuhi syarat lagi menjadi Walinagari.

Selain itu, Ferry Effendy sebagai Walinagari Muara Panas juga tidak menghadiri dalam dua kali kunjungan Bapak Bupati ke Nagari Muara Panas sehingga hal ini akan menghambat realisasi dana APBD Kabupaten Solok untuk kebutuhan masyarakat. Dan banyak lagi tuntutan warga yang disampaikan yang dianggap merugikan masyarakat.

Baca Juga :
Warga Gantung Ciri Kecamatan Kubung Tangkap Satu Ekor Harimau

Bahkan menurut warga yang demo, kalau ada bantuan sosial untuk warga kurang mampu, yang dapat hanya kroninya saja dan yang lebih berhak banyak yang tidak kebagian. Bahkan Walinagari juga dianggap melindungi stafnya yang berbuat cabul.

“Untuk itu kami meminta kepada Bapak Bupati Solok untuk segera memberhentikan Walinagari secara tidak hormat,” terang Ketua Aksi Demo, Harry Hendrata.

Selain itu, masyarakat juga meminta Bupati Solok, melalui camat Bukit Sundi untuk segera mengeluarkan surat keputusan penberhentian Ferry Effendy sebagai Walinagari Muara Panas dan meminta Bupati untuk segera menunjuk Plt. Walinagari.

“Jika hal ini tidak dikabulkan, maka kami berjanji akan melakukan aksi demo yang lebih besar lagi,” terang Harry Hendrata.

Aksi ini juga diikuti Bundo Kanduang Nagari Muara Panas.

Selain itu, utusan pemuda dan masyarakat yang melakukan demo untuk meminta wali nagari dimundurkan dari jabatannya. “Saya cinta nagari Muaro Paneh oleg sebab itu sebagai Ketua Pemuda Muaro Paneh saya tampung aspirasi itu lalu saya buat surat resmi kepada Wali Nagari untuk mundur dari jabatannya, saya sendiri yang menyerahkan surat itu tapi sampai hari ini tidak pernah ditanggapi,” ucap Ketua Pemuda, Elson.

Baca Juga :
Kehidupan Warga Garabak Data, Siang di Ladang dan Malam di Rumah

Usai melakukan demo ke kantor walinagari, kemudian perwakilan demo diterima oleh camat setempat di kantor Camat Bukit Sundi.

Terpisah, Walinagari Muara Panas, Ferry Effendy yang dihubungi media ini membantah keras semua tuduhan warga yang dialamatkan kepada dirinya.

“Aksi demo itu ambo tanggapi sajo  Jo caro Positif. Soalnyo 4 pion tuntannyo, sangek-sangek ndak ber alasan. Artinyo bana, Ambo ndak malakuan apo nan di sangka kan. Kecuali tentang Ambulance. Carito nyo panjang sabana nyo,,,,” jawab Walinagari Ferry Effendy,” melalui pesan singkat WhapShapnya (jn01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.