Pilwana Serentak di Kabupaten Solok Digelar Bulan Oktober 2019

0
508

SOLOK, JN- Sebanyak 53 dari 74 Walinagari yang ada di Kabupaten Solok, sejak Januari 2019 hingga bulan September 2019 mendatang, akan berakhir masa jabatannya.

Untuk itu, rencananya pada bulan Oktober 2019 nanti, akan digelar Pemilihan Walinagari (Pilwana) serentak.
” Ya, karena sejak bulan Januari tahun ini hingga bulan September 2019 mendatang, sebanyak 53 orang Walinagari akan berakhir masa jabatannya. Untuk itu kita rencananya akan menggelar Pilwana serentak bulan Oktober tahun ini, ” terang Sekretaris DPMN Kabupaten Solok, Irwan Effendi, Jum’at (28/6) di ruang kerjanya.

Sebenarnya tahun ini ada 54 walinagari yang akan berakhir masa jabatannta, namun satu dari 54 Nagari tersebut, yakni Alahan Panjang, karena Alahan Panjang, sudah mekaksanakan Pilwana pada tanggal 26 Maret 2019 ini.

Sementara 53 Nagari akan menggelar Pilwana serentak pada bulan Oktober tersebut. Para walinagari yang akan habis masa jabatannya, akan diisi oleh Pelaksana tugas (Plt) Walinagari dari Kecamatan.

“Tetapi tidak semua pegawai kecamatan yang bisa menjadi Pelaksana tugas dan itu ditunjuk bersama SK Bupati. Termasuk camat boleh menjabat menjadi Plt Walinagari, ” terang Irwan Efendi.

Digelarnya Pilwana serentak bulan Oktober 2019, karena bulan April 2019 akan ada Pilpres dan Pileg serentak di seluruh Indonesia. Sementara tahapan Pilwana tidak boleh mengganggu kegiatan dan kelancaran Pilpres.

Dijelaskan Irwan Efendi, Permendagri yang mengatur masalah Pilwana serentak tersebut mengacu kepada Pasal 1 Permendagri NO.65 tahun 2017 Tentang Perubahan atas Permendagri No 112 Tahun 2014 Tentang Pilkades (Pilwana). Dalam Permendagri tersebut ditegaskan beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 112 Tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 2092) diubah sebagai berikut:
Ketentuan pada ayat 3 Pasal 4 diubah menjadi, dalam Pasal 4 Permendagri NO.65 tahun 2017 Tentang Perubahan atas Permendagri No 112 Tahun 2014 Tentang Pilkades.

“Pemilihan kepala Desa secara bergelombang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dapat dilaksanakan dengan mempertimbangkan seperti kpengelompokan waktu berakhirnya masa jabatan kepala Desa di wilayah kabupaten/kota,” teranngnya.

Selain itu, kemampuan keuangan daerah dan/atau ketersediaan pegawai negeri sipil di lingkungan pemerintah daerah kabupaten/kota yang memenuhi persyaratan sebagai penjabat kepala Desa atau Walinagari.

Selanjutnya Pemilihan kepala Desa secara bergelombang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan paling banyak 3 (tiga) kali dalam jangka waktu 6 (enam) tahun.

Ketentuan lebih lanjut mengenai Interval waktu pemilihan kepala Desa secara bergelombang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan Peraturan Bupati/Wali Kota.

Kemudian Pasal 5 diubah sehingga berbunyi bahwa Bupati/wali kota membentuk panitia pemilihan di kabupaten/kota yang ditetapkan dengan keputusan bupati/wali kota.

Lebih jauh disebutkan Irwan Efendi, tugas panitia pemilihan walinagari yang ada di Kecamatan dan nagari setempat untuk mensukseskan Pilwana ini. Adapun tugas panitia pemilihan di kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi merencanakan, mengkoordinasikan dan menyelenggarakan semua tahapan pelaksanaan pemilihan tingkat kabupaten/kota serta melakukan bimbingan teknis pelaksanaan pemilihan kepala Desa terhadap panitia pemilihan kepala Desa tingkat Desa.

“Selanjutnya menetapkan jumlah surat suara dan kotak suara hingga melakukan pengawasan penyelenggaraan pemilihan kepala Desa dan melaporkan serta membuat rekomendasi kepada Bupati atau Walikota, ” tutur Irwan Efendi.

Dijelaskannya, dari 53 Nagari yang akan menggelar Pilwana dan tersebar di 14 Kecamatan, yang ada di Kabupaten Solok, yang akan menggelar Pilwana serentak yakni Satu Nagari di Kecamatan Bukit Sundi yakni Nagari Dilam, Satu Nagari di Danau Kembar yakni Simpang Tanjung Nan Ampek, Enam Nagari di Gunung Talang yakni, Koto Gadang Guguak, Koto Gaek Guguak, Talang, Sungai Janiah, Cupak, Batang Barus dan Air Batumbuk.

Selanjutnya 9 Nagari di Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, yakni Nagari Bukit Bais, Guguak Sarai, Indudur, Koto Laweh, Pianggu, Siaro-Aro, Sungai Durian, Sungai Jambur dan Taruang-Taruang.

Kemudian Satu Nagari di Junjung Sirih yakni Nagari Muara Pingai, Enam Nagari di Kecamatan Kubung yakni Nagari Gantung Ciri, Gauang, Koto Baru, Koto Hilalang, Saok Laweh dan Tanjung Bingkuang.

Selanjutnya di Kecamatan Lembah Gumanti ada Nagari Sungai Nanam, di Kecamatan Lembang Jaya ada Enam Nagari yakni Batu Bajanjang, Batu Banyak, Koto Gadang Koto Anau, Koto Laweh, Limau Lunggo dan Bukik Sileh Salayo Tanang.

Berikutnya untuk Kecamatan Pantai Cermin ada Satu Nagari yakni Surian, di Kecamatan Payung Sekaki ada 2 Nagari yakni Sirukam dan Supayang. Kemudian untuk Kecamatan Tigo Lurah ada Tiga Nagari yakni Garabak Data, Tanjung Balik Sumiso dan Rangkiang Luluih.

Selanjutnya untuk Kecamatan X Koto Diatas ada Nagari Bukik Kanduang, Katialo, Kuncir dan Labuah Panjang.

Terakhir adalah Kecamatan X Koto Singkarak ada Nagari Tanjuang Balik, Kacang, Saningbaka, Singkarak, Sumani, Tanjung Alai dan Nagari Tikalak (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda