Padang Belimbing Daerah Penghasil Bibit Ikan Air Tawar Utama di Sumbar

0
2489

SOLOK, JN- Bila mendengar nama Padang Belimbing, maka orang akan langsung membayangkan daaerah penghasil bibit ikan terkenal di Sumatera Barat.

Jorong Padangbelimbing, masuk dalam Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok.

Daerah ini sejak dulu dikenal sebagai salah satu kawasan pembibitan ikan di Sumbar. Hampir separoh warganya, terjun sebagai peternak bibit ikan.

Jorong ini bisa dijangkau dari Nagari Tanjung Bingkuang, Kecamatan Kubung. Jika sudah masuk ke jorong ini, kita akan menemukan tulisan besar dengan kata, “Selamat Datang di Padang Belimbing”, Kawasan bibit ikan. Atau bisa juga dari Sumani, belok kanan kalau kita dari arah Bukittinggi.

“Hampir semua masyarakat disini bekerja dan memiliki kolom pembibitan ikan,” sebut tokoh masyarakat Padang Belimbing, Idris (55), saat bercerita dengan Koran Padang, Selasa (16/7).
Disebutkan Idris yang juga berprofesi sebagai guru SMA di Kabupaten Solok tersebut, umumnya masyarakat Jorong Padang Belimbing, rata-rata mempunyai kolam pembibitan ikan, baik di depan rumah, maupun di lahan persawahan atau di anak sungai.
Jorong ini juga dibina oleh Dinas Perikanan Kabupaten Solok sebagai kawasan penghasil bibik ikan airtawar terbesar.

Sesuai pantauan media ini saat memasuki Padang Belimbing, kita akan melihat puluhan kolam pembibitan ikan berjejer di kanan kiri jalan. Bahkan sawahpun disulap jadi kolam bibit ikan.

“Untuk pembelinya, rata-rata para pemborong yangn datang dari berbagai daerah di Sumbar seperti Maninjau, Ombilin, Singkarak dan daerah lainnya untuk membeli bibit ikan, ” sebut Idris.
Sementara jenis ikan air tawar yang tersedia di pembibitan ini adalah jenis ikan Rayo, Nila, Mujahir, ikan Mas, Taweh dan lainnya.

Selain menyediakan bibit ikan, daerah ini juga menyediakan ikan untuk kosumsi, meski jumlahnya tidak sebanyak penyedia bibit ikan. Para pembeli juga datang dari Pangkal Pinang, Pekanbaru dan Jambi. “Biasanya untuk kesana paling sedikit dikirim 60 ton bibit atau dua kendaraan fuso, ” sebut Idris.

Sementara salah seorang pemilik bibit ikan lainnya Daus (48), menyebutkan bahwa usaha pembibitan ikan ini merupakan usaha turunan yang sudah dilakukan sejak zaman orang tuanya dulu.

“Hampir semua warga disini memiliki kolam ikan, baik sebagai usaha sampingan maupun usaha utama. Saya juga meneruskan usaha Bapak saya, ” terang Daus.

Daerah Padang Belimbing sudah dikenal sebagai daerah penghasil bibit ikan sejak lama.

Biasanta warga melepas ikan tersebut dibiarkan menetas di kolam ikan dan kolam yang dekat dengan areal persawahan, kemudian, setelah beberapa hari tepatnya pada hari ke 12, baru akan kelihatan anak ikan tersebut, dan setelah berumur sebulan atau sudah memiliki panjang mencapai 9 cm, dan dibawa ke tempat penangkaran yang airnya lebih jernih. Kemudian dihitung disana dan barulah bibit ikan itu bisa dipanen.

“Kalau bibit ikan ini biasanya ada pemborong yang memesan dan juga yang membawanya ke pasar daerah untuk dijual, ” sebut Daus.

Pada umumnya menurut Daus, para pembeli adalah juragan atau pemborong yang melakukan pengadaan bibit ikan untuk daerah lain. Sekali pesan bisa antara 20.000 hingga 100.000 ribu bibit.
Ada juga yang jumlah kecil antara 1000 hingga 10.000 ekor.

Harga 1 ekor ikan intuk bibit Nila, bisa dijual Rp 300 hingga 1000, tergantung ukuran. Begitu juga dengan ikan jenis rayo, bisa Rp 500 hingga Rp 1000 per ekornya.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Solok, Kanedi Hamzah, saat dihubungi media ini menyebutkan bahwa Kawasan Padang Belimbing memang dikenal sejak lama sebagai central penyedia bibit ikan utama di Sumbar.
” Bibit-bibit ikan itu dikelola oleh masyarakat sekitar dan kita hanya sebagai pembina saja, ” sebut Kanedi Hamzah (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here