Nagari Sungai Abu dan Sariak Alahan Tigo Juga Butuh Perhatian Khusus


SOLOK,  JN- Selain Nagari Garabak Data di Tigo Lurah, Nagari Sariak Alahan Tigo dan Sungai Abu,  di Kecamatan Hiliran Gumanti, juga termasuk katagori Nagari terisolir di Kabupaten Solok. 


Nagari ini terletak di sebelah Selatan Kabupaten bumi penghasil bareh tanamo itu, juga berbatas langsung dengan Kabupaten Solok Selatan. Sebelah Utara berbatas dengan Sariak Alahan Tigo dan Sebekah Barat dengan Nagari Surian. 
Menurut tokoh masyarakat dan juga mantan Walinagari Sungai Abu, Fitri Oktavia,  hingga saat ini nagarinya masih termasuk daerah tertinggal di Kabupaten Solok. Untuk itu, Fitri Oktavia, juga sangat berharap Pemkab Solok lebih memperhatikan daerahnya. 
Masyarakat di Sungai Abu hanya neminta pemerintah daerah untuk menyedialan tower celluler untuk keperluan komunikasi dengan sanak saudara yang berada di luar daerah mereka ataupun di perantauan.


Yang terpenting harus ada jalan yang bagus dari Talang Babungo menuju Sariak Alahan Tigo,  terus ke Sungai Abu. Tetapi kalau nagari kami mau terbuka ke dunia luar, pemerintah harus membuka jalan dari Surian ke Sungai Abu, ” sebut tokoh masyaraat Sungai Abu, Fitri Oktavia.

Nagari yang berpenduduk sekitar 3000 jiwa ini,  terdiri dari 5 Jorong. Kelima jorong tersebut adalah Jorong Sungai Batarak,  Balai Garabak,  Sungai Kaluang, Panasahan dan Lubuk Muaro.

Begitu juga untuk nagari Sariak Alahan Tigo yang juga berbatas langsung dengan Sungai Abu, mereka juga berharap jalan yang layak dan tower celluler. Menurut Walunagari Sariak Alahan Tigo Kecamatan Hiliran Gumanti, Baharuddin, daerah mereka masih sangat butuh bantuan jalan dan tower celluler untuk keperluan transfortasi dan komunikasi.
“Nagari kami sangat luas, cuman karena terletak jauh dari ibukota, sangat sulit untuk menjangkauanya disebabkan kondisi jalan yang buruk dan tidak hanya ada satu jalan utama menuju daerah kami,” sebut Baharuddin, Kamis (20/1).

Baca Juga :
Mahasiswa KKN dan Yayasan Generasi Peduli Kenagarian Sungai Nanam Bergoro Bedah Rumah Pak Herman


Sementara anggota DPRD Kabupaten Solok asal Jorong Sungai Pangalek Nagari Sariak Alahan Tigo, Efdizal, SH, juga masih berjuang bagaimana daerahnya bisa sejajar dengan nagari lain yang sudah dulu maju di Kabupaten Solok.
Pihaknya juga mengaku ukut prihatin dengan kondisi warganya yang harus bertaruh nyawa untuk masuk dan keluar Sariak Alahan Tigo, dimana kondisi jalan yang buruk dan melalui tanjakan yang terjal.
Apalagi banyak dari siswa dan guru yang harus berjuang setiap hari melintasi jalan di nagari yang sangat memilukan.
“Kami juga melihat ada guru honorer yang harus berjuang puluhan kilometer setiap hari untuk mengajar ke sekolah. Salah satunya adalah guru di SDN 20 di Jorong Sungai Pangalek yang kondisi jalan menuju daerah itu masih buruk,” sebut Efdizal. Bahkan dari guru tersebut juga masih banyak yang belum mendapatkan Tunjangan Daerah Khusus (TDK).


Pihaknya juga berusaha di dewan untuk mengusulkan pembangunan jalan tersebut, namun kondisi negara yang dilanda covid-19 termasuk di Kabupaten Solok.

Baca Juga :
Dalius dan Joharizon Dilantik Menjadi Pj. Walinagari Batu Bajanjang dan Simanau Tigo Lurah

Selain jalan menurut Efdizal,  masyarakat Sariak Alahan Tigo juga sangat mengharapkan adanya tower selluler di daerah Sungai Abu dan juga Sariak Alahan Tigo,  agar kami bisa berkomunikasi dengan keluarga yang tinggal di nagari luar dan masyarakat kami yang ada di rantau.
Dia juga menambahkan, bahwa mayoritas warga Sariak Alahan Tigo bekerja di sektor pertanian yakni di kebun dan disawah. Penghasilan utamanya adalah karet,  coklat,  kulit manis,  padi dan juga hultikultura lainnya. 


“Semoga Bupati terpilih saat ini bisa membawa perubahan dan warga kami bisa terbebas dari ketertinggalan dan bisa sejajar dengan nagari lain, ” harap Efduzal.
Bupati Solok H. Epyardi Asda, sangat menahami keadaan tersebut. “Daerah kita memang banyak yang masih tertinggal, namun kita juga menyadari APBD kita sangat terbatas,” sebut H. Epyardi Asda (jn01/wandy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.