Lagi Danau Kembar Makan Korban: Niat Mau Mancing, Namun Zainal Terpeleset dan Tenggelam di Danau Bawah

0
1927

SOLOK, JN- Untuk yang kesekian kalinya, Kawasan Danau Kembar, yang terdiri dari Danau Diatas dan Danau Dibawah, di Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok, kembali memakan korban.

Sabtu siang (11/8), salah seorang warga Jorong Batu Gadang, Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, yang bernama Zainal atau Akrab dipanggil Ancak (32), yang hendak bermakud memancing, tenggelam di Danau Kembar dan mayatnya diangkat bersama-sama warga setempat.

Sebelumnya pada tanggal 4 Februari 2018 lalu, atau ditempat yang sama, tepatnya pinggir Danau Dibawah, di daerah Kepala Batu, Jorong Kampung Batu Selatan, Nagari Kampung Batu Dalam Kecamatan Danau Kembar, juga ditemukan mayat warga setempat yang bernama Pandeka Sahar (70), yang juga tenggelam.

Menurut keterangan warga setempat, Zulhatrijon atau Jon Lapak (52), awalnya  Zainal bersama rekan-rekannya, bermaksud hendak memancing sekira jam 11. 15.00 Wib. Saat itu dia bersama temannya Ijeh, menumpang perahu warga setempat yang bernama Pakiah Puri (50). Namun sampai di pinggir Danau, korban turun dan melompat batu lucin serta langsung terpeleset dan jatuh kedalam danau yang airnya cukup dalam. “Mungkin korban tidak bisa berenang dan langsung tenggelam serta danau juga beriak tinggi karena angin sangat kencang,” jelas  Zulhatrijon yang juga pada saat itu sedang memancing dipinggir danau Dibawah, tidak jauh dari TKP.

 

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Kapolres Solok, AKBP Ferry Irawan, S.IK, bahwa  korban Zainal ditemukan tewas sekira pukul  11.30, Wib, bersama warga setempat dan dibantu Bhabinkamtibmas Nagari Kampung Batu Dalam, Aiptu Irwan dan Kapolsek Danau Kembar,  mencoba mencari korban dengan menyelam dan mengulurkan kayu panjang agar korban bisa diselamatkan. “Namun karena Danaunya sangat dalam dan angin juga kencang, korban tidak bisa diselamatkan dan korban murni jatuh sendiri mau loncak kepinggir Danau untuk mencari posisi atau lokasi mancing yang bagus,”jelas AKBP Ferry Irawan. Disebutkan Kapolres, warga setempat dibantu Kapolsek dan Bhabinkantibmas, mencoba menolong korban, namun korban tidak kelihatan dan baru sekitar 15 menit korban mengapung namun sudah menjadi mayat.

Kondisi medam yang curam dan jauh dari jalan raya, juga mempersulit mengevakuasi korban. Bahkan kawasan Danau Dibawah ini juga dikenal dengan kawasan curam dengan kemiringan hingga 80 derajat. “Danaunya sangat curam dan masyarakat juga kesulitan membawa jenazah korban hingga kepinggir jalan raya sebelum dinaikan ke mobil Ambulance,” beber AKBP Ferry Irawan.

 

Saat kejadian, beberapa warga langsung menghubungi Walinagari dan anggota Bhabinkamtibmas setempat. Usai ditemukan, mayat korban diangkat dengan menggunakan kayu dan kain sarung dan sampai di naikkan ke mobil Ambulance untuk selanjutnya dilakukan otopsi oleh para dokter di Puskesmas Kecamatan Danau Kembar.

Almarhum merupakan warga Sungai Nanam, sehari-hari bekerja sebagai petani dan juga memiliki hobi memancing. Namun mungkin pada hari Sabtu kemaren, adalah hari terakhir almarhum pergi ke Danau untuk menyalurkan hobinya (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here