Kisah Nagari Pinggiran di Kab. Solok: Kriminal Hampir Tidak Ada, Masyarakat Hidup Dengan Damai

0
876

SOLOK, JN- Sebanyak 2600 jiwa warga Nagari Garabak Data, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, hingga kini masih hidup dalam keterisoliran tanpa penerangan listrik dan minim tenaga kesehatan, akses jalan beraspal dan lainnya.
Namun meski tertinggal, ada yang perlu dibanggakan dari Garabak Data, yakni rasa kebersamaan dan tingkat gotong royongnya yang masih tinggi.
“Ya, meski warga kami masih tertinggal dalam hal kemajuan jika dibanding nagari lain di Kabupaten Solok, namun rasa kebersamaan dan rasa gotong royong di daerah ini masih tinggi, ” sebut Pj. Walinagari Garabak Data Jon Garda, Minggu (6/7) di Garabak Data.

Rasa kebersamaan utulah, hingga saat ini masih tetap bisa dipertahankan, meski di Nagari lain mssalah goro ini sudah mulai memudar.
Selain masih suka bergoro, baik untuk membangun rumah, membangun jalan desa dan tempat ibadah, di Nagari Garabak tingkat kriminalnya juga hampir tidak ada.
“Kami juga salah satu Nagari di Kabupaten Solok yang hingga hari ini jarang terjadi perbuatan kriminal di Nagari kami, ” terang Jon Garda.

Hidup dalam keterisoliran, juga ditambah dengan akses jalan yang kurang memadai karena belum bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat, bukanlah berarti menjadi penghalang bagi masyarakat untuk hidup dalam menjaga kebersamaan.

“Saya yakin, hingga saat ini warga Kabupaten Solok dari Nagari lain yang pernah ke Garabak Data, paling baru hanya sekitar 5 persen saja. Bahkan anak SMA kalau ditanya, dimana ketak Garabak Data, saya yakin mereka tidak akan tau, ” sebut Jon Garda.

Sementara itu, Dani (35), salah seorang warga setempat berharap agar Pemkab Solok dan Sumbar, segera membangun akses jalan yang memadai ke Garabak Data. “Jalanlah yang sangat penting bagi masyarakat kami untuk meningkatkan kemajuan daerah ini. Jika akses jalan lancar, semuanya tentunya juga akan lancar dan lainnya, sebut Wali Nagari Garabak Data, Jom Garda

Salah satu yang menjadi kendala sehingga akses transportasi roda empat tidak bisa ke lokasi, karena terbentur dengan persoalan hutan lindung. “Kalau memang itu masalahnya, Pemkab Solok dan Sumbar harusnya sesegera mungkin mengurusnya ke pusat. Kami warga emang tau apa. Dari dulu kok alasannya cuman itu-itu saja. Lagi pula katanya sudah diurus, ” sebut Dani.

Disebutkan Dani, aupabila transportasi sudah lancar, masalah utama yang dihadapi masyarakat terutama di bidang kesehatan, pendidikan, dan perekonomian secara berangsur dapat teratasi.

Garabak Data memiliki banyak potensi, dan kaya dengan hasil pertanian dan perkebunan, namun tidak bisa dijual karena terkendala transportasi.

“Kendala kami disini hanya jalan. Itu menjadi kunci untuk memajukan
daerah ini,” sebut Dani.

Dia juga menyebutkan bahwa setiap pemimpin atau anggota dewan yang datang ke daerah itu, selalu menjanjikan perubahan. Termasuk Gubernur Sumbar yang datang pada Novembet tahun 2015 silam.
“Tapi janji ya tinggal janji, warga kami tetap begini, ” pungkas Dani (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda