Kadis PUPR Pemkab Solok, Syaiful Akhirnya Tinjau Kondisi Jalan Rawang Abu Yang Rusak Parah

0
765

SOLOK, JN- Bermula dari Curhat seorang mahasiswi asal Dusun Lurah Galundi, Jorong Rawang Abu, Nagari Koto Laweh, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok, tentang kondisi jalan buruk bertahun-tahun ke kampungnya, Lesti Febria (20),
Kepada wartawan dan langsung di respon positif oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kabupaten Solok, Syaiful, ST, MM.

Selasa siang (11/2), Kadis PUPR yang baru menjabat satu bulan tersebut, langsung meninjau Jalan di Jorong Rawang Abu yang sudah 20 tahun tidak diperbaiki.
Bahkan menurut cerita Kepala Jorong Rawang Abu, Syafrizal, jalan tersebut sudah sering makan korban, namun luput dari pemberitaan media.

“Ya, sudah sangat sering pengendara roda dua terjatuh dusini, namun harus bagaimana lagi. Kami sudah berjuang maksimal dengan membuat proposal ke pemerintah dan anggota dewan. Tapi belum diguubris,” sebut Syafrizal, kepada rombongan Kadis PUPR.

Syafrizal, juga menjelaskan bahwa kondisi jalan ke kampungnya memang sangat parah dan rawan kecekakaan.
“Setiap ada Musrenbang nagari, jalan ini selalu kami usulkan. Tetapi mentok disitu saja. Selain itu kami juga sudah ajukan proposal ke anggota dewan dan ke pemerintah daerah, tetapi belum ada tanggapan, ” sebut Syafrizal.

Sementara sang mahasiswi yang curhat, tampak dengan senyum dan bangga menyambut kehadiran pimpinan Dinas PUPR di kampung halamannya.

Sesuai yang diberitakan Harian Koran Padang dan media Online Jarbatnews.com, bahwa ada salah salah seorang mahasiswi asal Dusun Lurah Galundi, Jorong Rawang Abu, Nagari Koto Laweh, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok, yang melakukan curhat dengan wartawan Koran Padang tentang kondisi jalan yang buruk ke daerahnya dan sudah 20 tahun tidak diperbaiki.

Dengan melakukan curhat ke media, harapannya hanya satu, bagaimana akses Jalan yang sangat buruk ke kampung halamannya bisa diekspos di media dan diperhatikan Pemerintah.

“Alhamdulillah, kalau curhat saya didengar Pemerintah Daerah. Itu juga suara hati seluruh warga Jorong Rawang Abu, ” tutur Lesti.

Disebutkan Lesti, bahwa sejak dirinya Sekolah Dasar dulu bahkan sejak lahir hingga sekarang sudah kuliah, akses jalan ke Jorong tempat tinggal mereka tidak pernah diperbaiki. “Bahkan sekarang saya sudah kuliah pula, kondisi jalan semakin parah dan sering kami terjatuh di jalan yang sangat buruk dan berbatuan liar, ” sebut Lesti Febria.

Menurut Lesti yang juga seorang Mahasiswi pada Sebuah Perguruan Tinggi ternana di Kota Padang ini, kondisi jalan akan tambah parah pada saat memasuki musim hujan, sudah licin dan rawan kecelakaan. Sementara saat musim panas, ketika melintas di jalan tersebut akan dipenuhi debu yang beterbangan. “Bagi orang luar atau tamu yang akan mengunjungi kampung kami, sangat dibutuhkan kehati-hatian. Kalau tidak bisa kecelakaan dan kami saja yang warga disini dan sering melintasinya, masih sering juga kecelakaan,” tutur Lesti.

Berbagai upaya sudah dilakukan warganya untuk memperbaiki jalan tersebut, seperti mengusulkan pada Musrenbang Nagari dan Kabupaten. Bahkan warga juga sudah membuat proposal ke anggota dewan dan pemerintah daerah agar jalan tersebut diperhatikan. Namun sampai saat sekarang kondisinya masih tetap begitu. Kalau tidak salah sudah tiga orang Bupati dan Tiga priode Gubernur, kondisinya tetap tidak berubah.

Sebagai seorang mahasiswi asal daerah tersebut, Lesti terpanggil hatinya untuk ikut berjuang, meski tidak begitu tau jalurnya. Salah satunya Lesti rajin memposting kondisi dan keadaan jalan tersebut di media sosial agar ada resfon dan rasa hiba dari dinas Pekerjaan Umum atau pemerintah daerah. Namun hasilnya tetap nihil.
“Jadi saya beranikan untuk curhat ke media sebagai penyambung lidah masyarakat. Semoga setelah diekspos jalan menuju Jorong kami akan mendapat prioritas,” cetus Lesti.

Lebih jauh disebutkannya, kondisi jalan yang hancur dan parah ada sekitar 2 Kilometer yang memanjang dari Dusun Lurah Galundi menuju Dusun Lurah Jalin di Jorong Rawang Abu, Nagari Koto Laweh.

Lesti masih ingat bagaimana janji para calon anggota dewan dan Kepala Daerah yang mana setiap musim kampanye akan banyak datang ke kampungnya untuk menulang suara.
“Namun seperti biasa, setelah mereka duduk, mereka lupa akan janji, ” cetus Lesti dengan sangat ketus.

Pihaknya merasa bersyukur keluhannya bisa didengar oleh Kadis PUPR.

“Kita akan usahakan jalan ini untuk segera diprioritaskan tahun ini, ” sebut Syaiful.
Sebelum meninjau Jorong Rawang Abu, Kadis PUPR, Syaiful, beserta Kabid BM, Efi Ibrahim, juga meninjau kantor Walinagari dan Puskesmas Bukik Sileh Salayo Tanang yang pada hari Senin sore terendam banjir bandang (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda