Jumlah Perantau Yang Mudik ke Kabupaten Solok Setiap Hari Terus Bertambah

0
521

SOLOK, JN- Mewabahnya Corona virus (covid-19) di dunia dan Indonesia, membuat ekonomi lumpuh, terutama bagi mereka yang bekerja di sektor formal dan informal.
Disektor formal atau mereka yang bekerja di perusahaan dengan mendapat izin dari pemerintah, juga banyak yang gulung tikar dan mem PHK karyawannya.
Sementara disektor informal, juga lebih gampang lagi terdampak oleh covid-19 ini, dan banyak yang memilih untuk mudik ke kampung halaman.
Meski pulang ke kampung halaman sendiri, namun Pemerintah Pusat dan Daerah meminta para perantau untuk masuk kedalam Orang Dalam Pengawasan (ODP), karena dicemaskan membawa virus ini dari daerah asal, terutama daerah yang sudah banyak korban yang dinyatakan positif Corona, termasuk dari Luar Negeri.
Untuk Kabupaten Solok sendiri, hingga Jum’at malam (10/4), jumlah perantau yang dudah pulang kampung mencapai sebanyak 5147 orang.
Sesuai data yang dihimpun di Posko Induk Covid-19, dan dari Kabag Rantau atau Kabag Antar Lenbaga Pemkab Solok, Devi Pribadi, hingga Sabtu siang (11/4) pukul 12.00 Wib, maka jumlah perantau yang sudah pulang ke Kabupaten Solok sebanyak 5147 orang.
“Data itu diprediksi akan terus bertambah, karena banyak pemudik yang diperkirakan sedang dalam perjalanan atau berencana akan pulang kampung,” terang Devi Pribadi.
Berkut jumlah perantau yang direkap sesuai data dari kecamtan yang dihimpun oleh nagari-nagari yang ada di Kabupaten Solok
Untuk Kecamatan Gunung Talang, jumlah pemudik yang sudah masuk sebanyak 498 orang dan tersebar di 8 nagari. Untuk Kubung perantau yang masuk sebanyak 907 orang, Untuk Payung Sekaki 138 orang, X Koto Singkarak 519 orang, Bukit Sundi sebanyak 245 orang, Tigo Lurah sebanyak 68 orang, Pantai Cetmin sebanyak 445 orang, Lembang Jaya sebanyak 456 orang, Hiliran Gumanti sebanyak 236 orang, Lembah Gumanti sebanyak 339 orang, Danau Kembar 68 orang, IX Koto Sungai Lasi sebanyak 120 orang, X Koto Diatas sebanyak 532 orang dan Junjung Sirih sebanyak 571 orang. Sehingga total yang terdata menjadi 5147 orang.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Solok, H. Yulfadri Nurdin, kembali menegaskan agar para petugas yang turun ke lapangan bekerja melakukan pemeriksaan dan merekap data perantau sesuai dengan SOP / protap penanganan yang telah ditentukan dan mudah dalam pendaraan. 
Wabup meminta agar petugas di lapangan dan di setiap kecamatan/ nagari dapat melaporkan perkembangan pemudik secara berkala (satu kali 2 jam), serta  laporan setiap hari harus lengkap masuk ke posko utama dari seluruh posko yang ada di Kabupaten Solok termasuk posko perbatasan (baik langsung maupun via alat komunikasi yang ada).

“Hal ini kita lakukan agar laporan yang masuk kita teruskan ke Provinsi dan kita bisa mengetahui perkembangan perantau yang pulang dan berharap  mereka tidak terkena Covid-19,” sebut H. Yulfadri Nurdin.
Wabup juga mengingatkan agar seluruh alat komunikasi sudah harus terpasang dan terhubung ke seluruh posko untuk memudahkan pemantauan perkembangan covid-19 ini di tiap-tiap lokasi. “Dengan kerjasama yang baik, maka akan kita dapatkan laporan yang akurat dan kita bisa mengetahui perkembangan covid-19 ini setiap saat,” tutur Yulfadri Nurdin.
Pada kesempatan itu, Wabup juga menetapkan petugas-petugas yang dibutuhkan di posko, seperti tenaga operator, tenaga radio komunikasi, tenaga info grafis, call center, penaggungjawab APD, petugas gudang, konsumsi dan administrasi, guna untuk meperlancar kegiatan pemantauan.
“Semoga kerja keras saudara menjadi amal ibadah demi menolong antar sesama,” pungkas H. Yulfadri Nurdin (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here