Hari Kelima Pelaksanaan PSBB di Kab. Solok Tingkat Kepatuhan Warga Masih Rendah

0
629

SOLOK, JN- Hari ke Lima pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di seluruh Kabupaten Solok, masih diwarnai dengan berbagai pelanggaran, dimana masih banyak warga yang kurang mengindahkannya.

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, Kabupaten Solok, menyebut terjadi penurunan pergerakan orang di hari ke 5 pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar di seluruh Kabupaten Solok.

Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Solok, H. Yulfadri Nurdin, SH, menyebutkan bahwa dari hasil laporan berbagai nagari dan pemantauan tim di lapangan pelaksanaan PSBB mulai berjalan baik.Hal itu tidak terlepas dari koordinasi dan kerjasama semua pihak.


“Alhamdulillah hari ke lima pelaksanaan PSBB di Kabupaten Solok, secara umum intensitas pergerakan orang menurun hingga 70 persen. Kalau hari pertama dan kedua mungkin baru sekitar 60 persen” sebut Yulfadri Nurdin, Minggu  (26/4). Namun Wabup tidak membantah, kalau pergerakan orang di pasar tradisionil seperti Pasar Minggu Nagari Koto Gadang Guguak, Kecamatan Gunung Talang,  masih belum bisa terbatasi. Begitu juga dengan sore menjelang berbuka, sangat sulit membatasi warga, meski sudah dilakukan himbauan agar tidak keluar rumah kalau tidak penting.
“Butuh kesabaran dan pengertian untuk PSSB ini,” sebut H. Yulfadri Nurdin.
Namun demikian, pihaknya juga melihat masih ada masyarakat yang melakukan pelanggaran. Terutama para pekerja yang bidang usahanya tidak diperbolehkan untuk beroperasi selama PSBB. “Ada yang masih keluyuran keluar diluar yang menjadi pengecualian saat PSBB,” sebut Yulfadri Nurdin.
Wabup juga memastikan dalam PSBB mensyaratkan cek poin untuk melakukan tiga pemeriksaan. Pertama penerapan protokol kesehatan oleh masyarakat seperti memakai masker saat diluar, lalu protokol transportasi dimana kendaraan hanya berisi 50 persen penumpang, dan pembatasan kegiatan.
Wabup sendiri melakukan pemantauan di beberapa titik pergerakan dan cek poin PSBB perbatasan Kabupaten, seperti Lubuk Selasih dan Batas Solok dengan Sawahlunto.
“Di masing-masing cek poin masih ada pelanggaran yang tidak mengikuti protokol kesehatan,” ujar Yulfadri  Nurdin.
Sebelumnya, pada pelaksanaan hari pertama PSBB, Bupati Solok, H. Gusmal bersama jajaran Muspika Kecamatan X Koto Singkarak, juga meninjau Poska perbatasan Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar di Jorong Biteh, Nagari Kacang, Kecamatan X Koto Singkarak.


Hadir mendampinggi Bupati Solok, antara lain para Kepala SKPD di Lingkup Pemkab Solok, Kapolsek X Koto Singkarak, Iptu Yasril Muchtar, SH, MH, Danramil X Koto Singkarak, Kapten E. Budiman, Camat X Koto Singkarak, Sujamto Amrita dan lainnya.
Pada kunjungan tersebut, Bupati Gusmal terus memberi semangat kepada petugas Posko yang piket, agar tetap bersbar dan selalu bekerja mengikuti SOP yang sudah ditentukan. “Semua ini kita lakukan adalah untuk mengantisipasi penularan dan penyebaran covid-19 di daerah kita, terutama semenjak diberlakukannya PSBB di Solok dan Sumbar,” sebut H. Gusmal. Bupati juga meminta agar mendata  semua kendaraan roda empat maupun roda dua yang masuk ke Kabupaten Solok di posko pencegahan dan penanganan di perbatasan dan mencatat suhu tubuh para penumpang dan pengendara.
“Semua pengendara roda dua dan empat serta orang yang memasuki wilayah perbatasan kabupaten Solok, wajib kita data dan disemprot disinfektan.Selain penyemprotan, pegemudi juga dicek kesehatannya. Selain dicek kesehatannya, riwayat perjalanan pengemudi juga dicatat tim medis. Langkah antisipasi itu, telah disiapkan, mengingat Kabupaten Solok merupakan pintu gerbang lintas Sumatera dan padat lalulintas,” terang Bupati Solok H. Gusmal  (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here