Gusmal Terpilih Sebagai Ketua LKAAM Kabupaten Solok

0
1140

SOLOK, JN- Seperti yang diduga sebelumya, akhirnya H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM, yang juga Bupati Solok saat ini, terpilih menjadi Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Solok yang ke-IV,  priode 2017-2022, melalui aklamasi bertemat di Guest House Arosuka, Kamis (28/12).

Terpilihnya orang nomor satu di Kabupaten Solok itu menjadi pucuk pimpinan niniek mamak, tidaklah mengherankan banyak pihak, pasalnya nama Gusmal sudah jauh digadang-gadangkan sbelum Musda LKAAM dilangsungkan. “Saya sudah mempediksi kalau Bapak Bupati Gusmal akan terpilih kembali menjadi Ketua LKAAM Kabupaten Solok, karena hampir separoh niniek mamak sebelum Musda digelar menginginkan beliau,” ujar Yemrizon Dt  Panghulu Nan Sati , salah seorang peserta Musda.

Musda LKAAM Kabupaten Solok ke- IV, dibuka Bupati Solok, H. Gusmal, Dt. Rajo Lelo, SE, MM, dengan dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Solok, Yandra Prasat, Ketua Umum pucuk pimpinan LKAAM Provinsi sumatera barat, Dr. Drs. M. Sayuti dt. Rajo Pangulu, M.Pd, Ketua LKAAM Kabupaten Solok, Dt. Siri Marajo

Wakapolres Arosuka, Emanuel Lase, Para pengurus KAN se Kabupaten Solok beserta seluruh niniak mamak dan seluruh camat di Kabupaten Solok dan undangan lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Solok, Yandra Prasat dalam laporannya menyebutkan bahwa sehubungan dengan telah berakhirnya masa jabatan kepengurusan LKAAM Kabupaten Solok pada tanggal 21 April 2017 maka dari itu perlu segera dilakukan Musda ke-4 LKAAM Kabupaten Solok tahun 2017.

Untuk penyelenggaraan Musda LKAAM Kabupaten/kota di Sumatera Barat diserahkan kepada bupati atau walikota sebagai penguasa anggaran daerah yang disepakati melalui musyawarah mufakat bersama jajaran LKAAM kabupaten kota dan seterusnya disampaikan kepada LKS Sumatera Barat.

 

Sementara Bupati Solok, H. Gusmal dalam acara pembukaan Musda LKAAM berharap  agar Musda berjalan lancar dan semoga proses yang tempuh pada menjadi sebuah media komunikasi yang efektif, demi mewujudkan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau Kabupaten Solok yang lebih kuat dan mampu menjadi pengayom bagi seluruh para pemangku adat di Kabupaten Solok untuk masa yang akan datang.

“Harapan besar bagi kami, bagaimana untuk masa yang akan datang peran niniak mamak melalui lembaga kerapatan adat Alam Minangkabau kembali menempati posisi yang strategis dan berpengaruh signifikan terhadap pembangunan nilai-nilai adat dan budaya dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Solok,” ujar Gusmal.

Ditambahkan Gusmal, melalui momentum musyawarah daerah LKAAM Kabupaten Solok pada hari ini kita berharap akan melahirkan kepengurusan baru yang solid memiliki dedikasi dan integritas dalam pengembangan dan pelestarian nilai-nilai adat budaya yang selaras dengan visi Kabupaten Solok’

Usai makan siang, acara dilanjutkan dengan pemilihan dimana nama-nama sebelumnya yang sempat mengapung seperti Edisar Dt Manti Basa, Hendri Dunant, Erizal Dt Batuah dan lainnya, mulai mengerucut dan tinggal nama Gumal dan Hendri Dunant bersaing untuk merebut poisisi Pucuk Pimpinan. Namun hasilnya melalui aklamasi, Gusmal terpilih menjadi Ketua LKAAM Kabupaten Solok priode Lima tahun kedepan.

 

“Alhamdulillah, saya bersyukur karena niniek mamak di Kabupaten Solok mempercayakan kepada saya untuk memimpin LKAAM ini. Saya berharap agar nantinya LKAAM Kabupaten Solok memiliki kantor sendiri dan sehari-hari ada yang bertugas di kantor tersebut,” jelas Gusmal.

Disebutkan Gusmal, pemerintah daerah akan memprioritas pembenahan sarana dan prasarana melalui penyediaan kantor sekretariat LKAAM Kabupaten Solok representative beserta seluruh kelengkapannya.

 

Ketua LKAAM Provinsi Sumatera Barat, Dr. Drs. M. Sayuti dt. Rajo Pangulu, M.Pd, menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua LKAAM Kabupaten Solok terpilih dan menyampaikan bahwa kedepannya tugas LKAAM sangatlah berat karena harus bisa mengimbangi lembaga adat dengan kemajuan technology. “Memimpin lembaga adat dalam kondisi peradaban hari ini harus menuntut pemimpin mampu melakukan komunikasi dan koordinasi dengan seluruh tokoh masyarakat  dan niniek mamak dan juga  internal LKAAM itu sendiri. Sebab kedepannya tantangan sangat berat. Tugas membina peradaban khususnya moral generasi masyarakat secara umum, dalam pembinaan terasa lebih mudah bila semua pihak saling bersinergi,” jelas Dr. Drs. M. Sayuti dt. Rajo Pangulu

Lembaga LKAAM  hendaknya dapat merumuskan kebijaksanaan kongkrit untuk penyempurnaan organisasi tempat bernaungnya Ninik Mamak, Alim Ulama dan Tokoh Masyarakat,  untuk  diimplementasikan untuk program kerja  Pemerintah Daerah serta  sesuai ABS-SBK. “Saya berharap pengurus LKAAM yang terpilih, bisa mewujudkan tanggung jawab yang diembannya, dirumuskannya program kerja, tujuan dan fungsi dari LKAAM sebagaimana harapan kita bersama, “ jelas Dr. Drs. M. Sayuti dt. Rajo Pangulu

Disebutkannya, Lembaga LKAAM dapat terus melestarikan adat budaya Minangkabau secara utuh, dan dapat mewariskannya kepada generasi penerus secara terlembaga, dan juga terus menggali, menjabarkan dan menerapkan falsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah (ABS-SBK) dalam mewujudkan masyarakat yang beraqidah islami dan berbudi pekerti, sesuai dengan kaidah adat Minangkabau (wandy)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here