Forum Keserasian Sosial “Sibumbun Putra” Pasilihan Gelar Dialog Tematik tahap I

0
175

SOLOK, JN– Dialog Tematik Forum Keserasian Sosial (KS) “Sibumbun Putra” tahap I dalam rangka Kegiatan Pompanisasi di Jorong Sawah Luar Nagari Pasilihan Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat Sabtu(31/10). 
Kegiatan dialog tematik ini merupakan salah satu kegiatan yg harus dilaksanakan pada kegiatan Forum Keserasian Sosial

“Sibumbun Putra” atas bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Bantuan Keserasian Sosial ini berawal dari pembentukan Forum Keserasian Sosial oleh Warga Jorong Sawah Luar Nagari Pasilihan yg ditetapkan dengan SK Wali Nagari.


 Selanjutnya FKS “Sibumbun Putra” membuat Proposal atau permohonan bantuan Pompanisasi untuk Jorong Sawah Luar bersama Wali Nagari Pasilihah Yonhi Nofri dan dipromotori oleh Zainal Panglimo Sati yang juga perantau Pasilihan yang bertugas di Dinas Sosial disalah satu Kabupaten di Sumatera Barat. 
Pembentukan Forum Keserasian Sosial ini bertujuan untuk mencegah terjadinya konflik sosial dalam pembagian air irigasi sawah karena debit air dari pegunungan tidak mencukupi dan puluhan hektar sawah yang hanya bisa panen sekali dalam setahun. Untuk mencukupi kebutuhan air sawah ini FKS Sibumbun Putra memasang pompa air dari Batang Ombilin yang dialiri melalui pipa sepanjang 462 meter untuk mengairi lebih kurang 40 hektar sawah.
Pada kegiatan dialog tematik ini dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Solok Drs.Yandra, Camat X Koto Diatas Ibu Teta Midra, S.TP, Kapolsek X Koto Diatas yang diwakili oleh Babinkamtibmas Ade Andre, BPN, KAN, Wali Nagari Pasilihan dan 100 orang peserta Dialog.
Wali Nagari Pasilihan menyampaikan Ucapan Terima kasih yang tidak terhingga kepada Kementerian Sosial RI melalui Dinas Sosial Kabupaten Solok atas bantuan Pompanisasi untuk Nagari Pasilihan, karena sudah puluhan tahun Nagari Pasilihan menginginkan adanya pompa air dari Batang Ombilin untuk mengairi persawahan yang ada di Jorong Sawah Luar. 
Sesuai dengan tujuan kegiatan Keserasian Sosial ini untuk mencegah terjadinya konflik, untuk itu Wali Nagari menghimbau warga utk tetap menjaga persatuan, menghindari terjadinya masalah baru dengan adanya pompanisasi ini. “Nanti kita musyawarahkan kembali bagaimana teknis dan operasional pompanisasi ini,” tambah Yonhi Nofri.


Babinkamtibmas dalam penyampaian materi berharap Nagari Pasilihan tetap menjaga persatuan dan kebersamaan, mari kita sama-sama menjaga keharmonisan dalam masyarakat, jauhkan anak-anak kita dari bahaya Narkoba dan kenakalan remaja, dan saya berharap kepada pengurus forum untuk tidak melakukan penyimpangan dalam penggunaan anggaran bantuan ini.


Dikesempatan yang sama, Camat X Koto Diatas ini, Teta Midra mengapresiasi rasa persatuan dan kerukunan serta kebersamaan warga jorong Sawah Luar Nagari Pasilihan yang begitu memperlihatkan rasa syukur kepada Allah atas bantuan yang diturunkan Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk Nagari Pasilihan.
“Kita meminta kepada warga untuk dapat menjaga dan memanfaatkan bantuan tersebut, mudah-mudahan dimasa yang akan datang hasil panen di jorong Sawah Luar yang biasanya sekali dalam setahun bisa panen tiga kali dalam setahun,” harap Teta Midra.


Salah seorang masyarakat jorong Sawah Luar, Zainir mengucapkan “terimakasih kepada Dinas Sosial melalui Forum Keserasian Sosial (FKS) dan terimakasih juga kepada  Kecamatan yang selalu membimbing dan  mengarahkan kami, yang biasa Panen 1 kali setahun mudah mudahan dengan dibangunnya pompanisasi ini kami bisa Panen 2 sampai 3 kali setahun,” sebut  Zainir.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Solok, Yandra Prasat dalam penyampaian materi dan kata sambutannya berharap warga Pasilihan dapat memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya.
“Mari silakan ajukan proposal sebanyak-banyaknya ke Kementerian Sosial RI dan sumber-sumber dana lain yang bisa memberikan bantuan untuk Nagari Pasilihan, selagi sesuai ketentuan kami akan merekomendasikan Proposal tersebut,” sebut Yandra Prasat.
Dalam kegiatan Keserasian Sosial ini Kementerian Sosial RI memberikan bantuan sebesar 150 juta, 100 juta untuk pembangunan fisik, 35 juta untuk 2 kalo kegiatan Dialog Tematik, 10 juta untuk Operasional Forum dan 5 juta untuk pembangunan tugu Keserasian Sosial (jn01/david)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here