Fitri Oktavia: Nagari Sungai Abu Masih Terisolir

0
937

SOLOK, JN-Sungai Abu, termasuk salah satu Nagari yang masuk wilayah Kecamatan Hiliran Gumanti Kabupaten Solok.

Nagari ini di sebelah Selatan juga berbatas langsung dengan Kabupaten Solok Selatan. Menurut Walinagari Sungai Abu, Fitri Oktavia, hingga saat ini nagarinya masih termasuk daerah tertinggal di Kabupaten Solok.
Untuk itu, Fitri Oktavia, juga sangat berharap Pemkab Solok lebih memperhatikan daerahnya.

“Yang terpenting harus ada jalan yang bagus dari Talang Babungo menuju Sariak Alahan Tigo, terus ke Sungai Abu. Tetapi kalau nagari kami mau terbuka ke dunia luar, pemerintah harus membuka jalan dari Surian ke Sungai Abu, ” sebut Fitri Oktavia.

Nagari yang berpenduduk sekitar 3000 jiwa ini, terdiri dari 5 Jorong. Kelima jorong tersebut adalah Jorong Sungai Batarak, Balai Garabak, Sungai Kaluang, Panasahan dan Lubuk Muaro.

“Saya dengar tahun ini akan ada pembangunan jalan ke Sungai Abu dari Jorong Rimbo Tae ke pusat Nagari Sungai Abu dengan dana APBN. Tapi berapa dananya saya juga tidak tau, ” tambah Fitri Oktavia.

Namun pihaknya tidak menuntut banyak ke pemerintah daerah, yakni selain jalan yang layak, juga kalau bisa di Sungai Abu dan Sariak Alahan Tigo ada tower selluler untuk bisa berkomunikasi dengan dunia luar.

“Selain jalan, masyarakat sangat mengharapkan adanya tower selluler di daerah Sungai Abu dan juga Sariak Alahan Tigo, agar kami bisa berkomunikasi dengan keluarga yang tinggal di nagari luar dan masyarakat kami yang ada di rantau, ” sebut Fitri Oktavia.

Dia juga menambahkan, bahwa mayoritas warga Sungai Abu bekerja di sektor pertanian yakni di kebun dan disawah. Penghasilan utamanya adalah karet, coklat, kulit manis, padi dan juga hultikultura lainnya.

“Semoga dalam waktu dekat warga kami bisa terbebas dari ketertinggalan dan bisa sejajar dengan nagari lain, ” harap Fitri Oktavia (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here