SOLOK, JN- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Solok, meluncurkan Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok sebagai nagari Bersinar atau bersih dari narkoba dan mengukuhkan kelompok penggiat anti narkoba di nagari tersebut, Minggu (8/12).

Menurut Kepala BNN Kabupaten Solok, Azizurrahman, S. Sos, di Cupak, Nagari bersinar adalah nagari yang mempunyai program pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) yang dilakukan secara masif.

Untuk itu dalam mewujudkan Nagari Bersinar di Cupak dibentuklah kelompok penggiat anti narkoba, dan akan dikukuhkan sebanyak 53 orang.

Kelompok penggiat anti narkoba ini sudah dibekali pengetahuan tentang bahaya narkoba dan sanksi penggunaannya.

Menurut Azizurrahman, keberhasilan nagari bersinar tergantung dari keaktifan kelompok penggiat anti narkoba dalam melakukan sosialisasi dan pencegahan ke masyarakat.
“Kita berharap anggota kelompok penggiat anti narkoba ini bisa bersinergis dengan BNN dan bisa memberi sosialisasi ke masyarakat, ” sebut Azizurrahman.

Pihaknya memilih penggiat anti narkoba yang berasal dari tokoh-tokoh masyarakat, seperti Niniak Mamak, Alim Ulama, Bundo Kanduang dan Tokoh Pemuda.

Sebab Niniak Mamak bisa melakukan sosialisasi kegiatan narkoba dalam rapat adat, Alim ulama dapat menyosialisasikan bahaya narkoba dalam ceramah dan Bundo Kanduang bisa menyosialisasikan bahaya narkoba pada arisan Ibu-ibu.

Saat ini, BNN Kabupaten Solok baru bisa membentuk enam kelompok penggiat anti narkoba di Kabupaten Solok, yakni di Nagari Koto Baru, Lolo, Surian, Saniang Baka, Cupak, dan Singkarak.

Nagari yang dipilih untuk membentuk kelompok penggiat narkoba yaitu nagari yang rawan penyalahgunaan narkoba dan dinilai tinggi potensi penyalahgunaannya.

Dijelaskan Azizurrahman, dalam pengembangan Nagari Bersinar dan Kelompok Penggiat Anti Narkoba di nagari lain, pemerintah nagari dapat menggunakan dana desa dalam menganggarkan kegiatan dan sosialisasi pemberantasan narkoba.

“Peredaran narkoba telah meraja lela dan merusak generasi muda, sehingga perlu banyak sosialisasi dan pencegahannya, ” sebut Azizurrahman.

Hingga kini, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke sebanyak 30 nagari, melakukan enam kali penangkapan, dan sudah merehabilitasi 62 orang.

“Rehabilitasi tidak dibebankan biaya, tapi hanya transportasi dari asal ke tempat rehabilitasi yang harus dibayar keluarga pecandu narkoba,” sebut Azizurrahman.

Bupati Solok, yang diwakili oleh Kepala Kesbangpol, Junnaidi, menyebutkan bahwa pihaknya berharap nagari lain dapat membentuk kelompok penggiat anti narkoba sehingga aktif memberantas peredaran narkoba.

“Saya berharap agar kedepannya seluruh nagari dapat membentuk Nagari Bersinar dan kelompok penggiat anti narkoba juga,” ujar Azizurrahman.

Pihaknya berharap nagari berkonsultasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari (DPMN) untuk bisa menganggarkan dana dalam pelaksanaan kegiatan nagari bersinar dan kelompok penggiat anti narkoba.

Terpisah, Walinagari Cupak terpilih, Fatmi Bahar, sangat mendukung Nagari Cupak dibentuk penggiat anti narkoba, sebab di nagari tersebut sudah ada indikasi pemakai barang haram tersebut.

“Kita sangat mengapresiasi gerakan anti narkoba ini agar bisa disepakati oleh segala lapisan dan lembaga,” terang Fatmi Bahar.

Disebutkannya, pemerintahan nagari juga butuh dukungan dari semua pihak untuk memberantas narkoba, apalagi Nagari Cuoak termasuk nagari dengan jumlah pendududuk terpadat, dan juga di jalur perlintasan Kabupaten, sehingga cukup rawan terhadap peredaran narkoba.

“Memberantas pekat bukan hanya menjadi tugas aparat penegak hukum dan pemerintah saja, namun juga kepedulian seluruh warga nagari,” pungkas Fatmi Bahar (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here