Cerita Lain Dari Tigo Lurah, Durian Melimpah,  Harga Murah


SOLOK,  JN-
Nama Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten  Solok memang sudah akrab di telinga warga Kabupaten Solok dan Sumatera Barat.

Daerah ini sering masuk media, disebabkan masih terisolir, karena akses jalan ke Kecamatan tersebut masih buruk. 
Namun meski akses jalan masih buruk dan berliku,  daerah Tigo Lurah juga dikenal sebagai daerah penghasil buah durian dan manggis terkenal di Kabupaten Solok. 

Selain mutu durian bagus dan radanya enak,  harga buah durian asal Tigo Lurah sungguh sangat ‘manenggag’ atau terjangkau. Bayangkan saja,  satu buah durian ukuran 3 kilo atau setara kepala orang dewasa,  hanya dikisaran 15 hingga 20 ribu. Sementara kalau kita beli di pasar atau dipinggir jalan,  harga tersebut akan melambung menjadi Rp50 hingga 70 ribu satu butirnya. “Harga per butir durian di kebun atau di petani berkisar antara Rp 15.000 hinhga Rp20 Ribu per butir. Sementara harga di pasar atau pedagang pinggir jalan bisa mencapai harga Rp 40.000 hingga Rp 60.000 per butir,” ujar Walinagari Batu Bajanjang,  Kec.  Tigo Lurah,  Dalius,  Minggu (5/6), saat berbincang dengan Koran Padang di Tigo Lurah. 

Disebutkan Walinagari,  para Petani di Tigo Lurah tidak ada yang langsung menjual durian atau manggis ke luar Tigo Lurah.  Mayoritas toke yang datang ke Tigo Lurah. 

Baca Juga :
Surya Dini Anak Petani Lulusan SMA 2 Sumbar Yang Diterima di Sekolah Akademi Kepolisian

Disebutkan Dalius, ribuah buah durian dan manggis setiap tahunnya dikirim ke Jakarta,  Solok, Pekanbaru,  Batam,  Jambi dan lainnya asal Tigo Lurah.

Setiap sore puluhan toke sudah antri menunggu para petani panen buah durian dan manghis dari kebun di pinggir jalan untuk dibeli dan dibawa lagi keluar daerah. 
Walinagari yang juga didampingi oleh Sekretaris Nagari,  Nota Indra,  Kasi Pemerintahan,  Mak Juar dan tokoh masyarakat Tigo Lurah,  Dahrul Asri tersebut,  juga bercerita banyak tentang kondisi alam dan potensi buah durian dan manggis asal Tigo Lurah. 
“Petani durian di sini tidak berani memetik buah durian yang belum matang. Kalau ketahuan akan kena denda.  Jadi durian yan dijual benar-benar jatuh dari pohonnya, sehingga kualitas tetap terjaga, ” sambung Mak Juar. 


Sedangkan tokoh masyarakat Batu Bajanjang,  Tigo Lurah,  Dahrul Asri  mengatakan budi daya durian yang dikembangkan di Tigo Lurah betmacam-macam.  Ada jenis durian Matahari yang mana bisa menghasilkan 1.000 butir per pohon saat panen raya. Selain itu ada jenis durian Montong, Durian Bokor, durian tembaga dan lainnya. 

Supaya pohon durian berbuah lebat, para petani tidak lupa untuk memberi pupuk organik, hingga pencegahan hama penyakit.



Kepala Dinas Pertanian  Kabupaten Solok,  Kenedy Hamzah, mengakui bahwa buah durian dan manggis asal Tigo Lurah memang lezat dan gurih. 
“Durian adalah buah yang paling banyak digemari oleh masyarakat Indonesia setelah jeruk. Durian kaya protein, serat, vitamin B1, B2, C, kalsium, kalium dan fosfor. Jafdi kita berpesan agar durian unggulan lokal segera didaftarkan untuk diberi nama varietas sehingga semakin mudah dikenal oleh masyarakat dan yang terpenting adalah bisa dikomersilkan,” ucap Kenedy Hamzah. 
Kadis berharap semua instansi terkait memberikan pendampingan agar setiap sumber daya di Nagari dapat dikelola dengan baik. “Kabupaten Solok memiliki beragam varietas durian lokal seperti durian Pelangi dari Papua, durian Merah dari Banyuwangi, durian Srobut dari Kalimantan Barat, durian Petruk, durian Matahari dan banyak jenis lainnya,” beber Kenedy Hamzah (wandy/marsil

Baca Juga :
Bupati Solok H. Epyardi Asda Buka Turnamen Sepakbola Gumanti Cup I di Alahan Panjang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.