Camat Tigo Lurah Sarmaini, SH: Potensi Daerah Tinggi Tapi Belum Tergarap Karena Belum Ada Jalan Yang Layak

0
936

SOLOK, JN- Camat Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok, Sarmaini, SH, menyebutkan bahwa potensi kecamatan yang dipimpinnya sangat tinggi, baik dari hasil tambang berupa emas dan tembaga atau juga hasil alam yang sangat melimpah, seperti karet, kasiavera, durian, kopi, coklat dan lain sebagainya.

“Sayangnya daerah ini belum dikelola secara profesional karena terbatas akses jalan dan jarak satu nagari dengan nagari lainnya sangat jauh,” jelas Sarmaini, SH, saat berbincang dengan Koran Padang di ruang kerjanya, Senin (19/2). Selain kaya akan hasil alam, Sumber Daya Manusianya juga masih rendah, karena keterbatasan pendidikan dan jarak yang jauh dari pusat kota. “Sebenarnya kunci untuk membangun Tigo Lurah dari ketrtinggalan hanya satu, yakni harus ada jalan yang layak ke masing-masing nagari dan menuju Tigo Lurah dari pusat Kabupaten. Kalau jalan yang layak sudah dibangun, maka secara otomatis ekonomi masyarakat akan naik dengan sendirinya,” jelas Sarmaini.

Selain penghasil bumi yang banyak, Tigo Lurah juga memiliki potensi wisata alam yang menakjubkan seperti  air terjun Timbulun Barangin di Jorong Kapujan Nagari Rangkiang Luluih dan air terjun Timbulun 7 Tingkek di Jorong Garabak, Nagari Garabak Data, dimana air terjun tersebut masih perawan dan belum tersentuh, meski lokasinya sangat indah untuk objek pariwisata. “Untuk menuju lokasi air terjun, juga dibutuhkan jalan yang layak, kalau tidak mutiara dari Tenggara Kabupaten Solok ini tidak akan terkuak,” jelas Sarmaini.

Daerah ini menurut camat yang murah senyum tersebut, juga dikenal dengan daerah penghasil ayam kukuek balenggek yang saat ini sudah menjadi icon Kabupaten Solok dengan berdirinya Tugu Ayam di Arosuka. Selain itu, ada satu jenis ayam lagi yang khas dari Tigo Lurah, tetapi jarang diekspos yakni ayam jenis Bukik Silayueh yang berasal dari Nagari Sumiso. “Jenis ayam Bukik Silayueh ini merupakan ayam yang berasal dari sebuah bukit di Sumiso yakni bukit Silayueh dan merupakan ayam hasil perkawinan silang antara ayam hutan dan ayam kampung,” tentang Sarmaini.

Dirinya berharap agar media bisa mengekspos keberadaan ayam Bukit Silayueh ini karena saat ini juga sudah mulai langka, tetapi masih ada dipelihara oleh masyarakat di Nagari Sumiso (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here