Bupati Gusmal Hadiri Pengukuhan Gelar Datuk Majo Sinaro Suku Payobada di Bukit Kanduang

0
304

SOLOK, JN- Bupati Solok, H. Gusmal, SE, MM Dt. Rajolelo, hari Sabtu (4/1), menghadiri acara Pengukuhan Gelar Datuk Majo Sinaro Suku Payobada, yang dititahkan kepada
Iswandi, ST. MT, yang bergelar sebagai Dt Majo Sinaro dari Pasukuan Payobada.

Acara digelar bertempat di Balai Adat Nagari Bukit Kandung, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok. Tampak hadir pada acara tersebut, para Kepala SKPD Serta camat di lingkup Pemerintah Kabupaten Solok,
Ketua KAN Nagari Bukit kandung, Nasripul Romika yang juga Kadis Pariwisata Kabupaten Solok, unsur Forkompimcam kecamatan X Koto Diateh, mantan anggota DPD RI, Nofi Candra, para Wali Nagari se kecamatan X Koto Diateh, Tokoh masyarakat, Bundo serta pemuda Nagari Bukit kandung dan lainnya.

Ketua Pelaksana acara, M. MN, Malin Majo Pakiah, dalam laporannya menyampaikan bahwa pengukuhan Datuk penghulu, bertujuan memperkenalkan kepada khalayak ramai bahwa seseorang sudah mendapat gelar kebesaran.

“Proses pengukuhan saudara Iswandi, ST. MT, sebagai Dt Majo Sinaro Pasukuan Payobada sudah melalui kesepakatan kaum kepersukuan di Nagari Bukit Kandung,” sebut Malin Majo Pakiah.

Sedangkan Bupati Solok yang juga Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Solok, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada saudara Iswandi, ST. MT yang baru dikukuhkan sebagai Datuk Majo Sinaro fari Suku Payobada.

“Saya sangat mengapresiasi berbagai kegiatan pengukuhan gelar datuk yang tetap terpelihara hingga saat ini di Nagari-Nagari di Kabupaten Solok, ” sebut H. Gusmal.
Dijelaskan Bupati, bahwa gelar datuk tidak semata-mata gelar, karena gelar datuk justru sebuah bentuk kepercayaan sebuah kaum kepada seseorang yang dihormati dan dianggap mampu memberikan teladan dan juga memecahkan masalah yang dihadapi kaum tersebut.

“Seorang Datuk juga bertugas melindungi kaumnya dari masuknya budaya negatif yang akan menjauhkan mereka dari identitas adat budaya dan agama,” sebut H. Gusmal.

Bupati juga menambahkan bahwa tugas seorang datuk memang sungguh banyak dan juga berat, sehingga datuak diharapkan bisa menjadi tauladan di tengah-tengah masyarakat (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda