Bupati Epyardi Asda Bagikan Ribuan Bibit Tanaman Buah ke Masyarakat Kabupaten Solok


SOLOK, JN- Bupati Solok melalui Dinas Pertanian Kabupaten Solok menyerahkan puluhan ribu bibit tanaman buah ke masyarakat melalui masing-masing Wali Nagari , yang diperuntukkan bagi 74 Nagari yang ada di Kabupaten Solok.

Adapun kegiatan penyerahan ini, di berikan langsung dilokasi pembibitan milik Pemkab. Solok dibawah tanggung jawab Dinas Pertanian yang berlokasi di UPT Pertanian Aripan, Kecamatan X Koto Singkarak. Rabu, (14/9). Penyerahan bibit ini dilakukan oleh Bupati Solok, diwakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok,  Kenedy Hamzah. Dan  ikut didampingi oleh Sekretaris Ibu  Miharta beserta jajaran dari Dinas Pertanian Kabupaten Solok.
Bibit yang disediakan diantarnya Bibit Durian dengan varietas Otong, Kromo Banyumas, Matahari, Kani dengan jumlah 6. 531 batang, Bibit Manggis dengan varietas Raya berjumlah 4.200 batang, Bibit Pisang varietas Cavedish berjumlah 4.200 batang, bibit Pepaya varietas Merah Delima berjumlah 1.500 batang, bibit Kulit Manis berjumlah 3.000 batang dan bibit Pinang berjumlah 2.000 batang, dan bibit lainnya.


Dalam kesempatan itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok Kenedy Hamzah menyampaikan kegiatan ini dilakukan dalam rangka penyaluran bibit tanaman buah kepada masyarakat yang ada pada 74 Nagari kabupaten solok. “ kami telah menyiapkan bibit tanaman buah yang siap untuk disalurkan seperti bibit durian sebanyak lebih kurang 6.500 batang, Bibit Manggis sebanyak 4.200 batang, bibit pisang sebanyak 3.000 batang dan papaya sebanyak 1.500 batang dan pada hari ini, kegiatan awal pendistribusian telah diserahkan kepada 6 Nagari di Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, 1 Nagari di Kecamatan X Koto Singkarak, dan 1 Nagari di Kecamatan Kubung.
“Kita berharap agar bibit yang telah disalurkan ke setiap nagari di Kabupaten Solok dijadikan sebagai kebun bukan hanya tanaman di pekarangan rumah sehingga pada jangka waktu tertentu tanaman ini akan menjadi tambahan pendapatan ekonomi masyarakat di nagari,” sebut Kenedy Hamzah.
Terpisah, Bupati Solok H. Epyardi Asda mengatakan, bahwa nagari penerima bantuan bibit itu, merupakan nagari yang sudah siap melakukan penanaman, artinya sudah menyediakan media lubang tanam sebelumnya.

Baca Juga :
Wabup Solok Apresiasi Keltan Permata, Tangah Padang Cupak Yang Memanfaatkan Eco Farming

Bibit itu didistribusikan kepada masyarakat, itu syarat permintaannnya harus lebih dari seratus batang, atau memiliki lahan seluas untuk penanaman bibit sebanyak itu.
“Artinya penanaman ini tidak dengan tujuan untuk tanaman buah konsumsi saja, tetapi betul-betul bisa menjadi tambahan pendapatan bagi masyarakat dimasa yang akan datang,” tegas H. Epyardi Asda.
Kemudian, terkait masuknya musim panen manggis di Kab. Solok, dimana sesuai data yang didapat dari Dinas Pertanian, diperkiran ada ratusan ton yang siap atau sedang dipanen masyarakat, agar memperhatikan harga jual acuan. Jangan sampai termakan umpan harga murah yang di berikan pedagang-pedagang musiman semata.
“Kemaren waktu saya, pembagian bibit manggis di nagari KInari dengan PT. Surya Elok Sejahtera (SES), Mereka siap menampung manggis dengar harga Rp 22.000/ Kg. Dimana mereka juga siap menampung manggis hasil kebun petani kita. Artinya jangan lagi ada masyarakat kita yang terkecoh dengan harga manggis. Karena itu akan merugikan,” ucap H. Epyardi Asda.
 Bupati juga menyampaikan, bahwa dengan bibit yang sudah dibagikan melalui Dinas Pertanian. Bibit itu akan dibagikan sesuai dengan kesesuaian tanah dan ketinggian tempat tanam dengan bibit yang akan di tanam . Seperti daerah sungai lasi, itu akan di jadikan sebagai pusat tanaman buah durian. Dan untuk manggis juga akan di lokasilisasikan ke daerah Payung Sekali, Tigo lurah, dan Lembah Gumanti. Begitupun dengan tanaman buah lainnya.

Baca Juga :
Sampai Saat Ini Masih Ada Masyarakat Garabak Data Yang Menikah Diusia Dini


“Untuk itu saya harapkan para petani Kab. Solok serius. Bagaimana hasil tanaman buah ini nantinya akan menjadi produksi buah industri, dan bisa dijual dalam partai besar. Tidak sebatas untuk konsumsi saja, sehingga betul-betul bisa menopang perekonomian masyarakat Kab. Solok,” harap H. Epyardi Asda (wandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.