Bupati dan Forwana Solok Sepakat Bersinergis Membangun Nagari

0
104

SOLOK, JN- Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo meminta antara pihak pemerintahan nagari dan BMN serta masyarakat, saling bahu membahu dalam membangun nagari, sehingga tercapai kesejahteraan masyarakat yang selama ini didambakan oleh semua pihak.

“Saya meminta anrara pemerintah Nagari dan BMN bisa bersinergis dalam membangun Nagari dan mengajak semua unsur di Nagari, seperti tokoh masyarakat, pemuda dan para cadiak pandai untuk bersatu membangun Nagari, ” jelas H. Gusmal, Senin (11/3).

Ditambahkan Gusmal, saat ini pemerintah pusat sudah mengucurkan dana yang cukup besar untuk pembangunan di desa atau di nagari, sehingga pemerintah nagari bisa memanfaatkan dana tersebut dengan sebaik mungkin, namun harus bermusyawarah dengan tokoh masyarakat dan BMN di nagari masing-masing, agar tidak ada saling mencurigai.

Disebutkan Bupati, sesuai dengan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa serta UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, BMN atau Badan Permusyawaratan Desa (BPD), merupakan penyelenggara pemerintah di tingkat nagari. Oleh karena itu, BMN memiliki andil besar terhadap keberlangsungan penyelenggaraan pemerintah dan proses pembangunan di tingkat nagari.

Bupati berharap baik BMN atau pemerintah nagari dapat saling berkomunikasi, berkordinasi serta seayun-selangkah menjalankan kinerja disamping sama-sama menghilangkan sikap ego masing-masing.

Untuk Kabupaten Solok sendiri, juga sudah ada wadah atau Forum Walinagari dan Forum BNM se Kabupaten Solok.

“Dengan adanya kedua forum ini, kita mengharapkan agar hubungan antara pemerintah nagari dan BMN semakin harmanis. Pemerintah nagari sebagai ujung tombak pemerintahan, juga harus pandai-pandai dengan BMN dan BMN juga jangan selalu mencurigai pemerintahan nagari. Mari saling bersinergis,” jelas H. Gusmal.

Ketua Forum Forum Wali Nagari Kabupaten Solok, Syamsul Azwar menyebutkan bahwa dirinya siap memfasilitasi para anggota Forwana se Kabupaten Solok, dalam rangka menyambung lidah anggota Forwana ke pemerintah derah, termasuk menjalin kerjasama dengan Forum BMN Sekabupaten Solok.
“Sebenarnya kalau niat baik, apa yang akan kita kerjakan pasti akan bermanfaat. BMN sebagai DPRnya di nagari, jangan terlalu ikut campur atau mencikaroi urusan atau masalah Pemerintahan nagari, sebab hal itu ranahnya sudah berbeda. Cuman kalau pemerintah nagari salah, tentu kita hanya bisa mengingatkan saja,” terang Syamsul Azwar.

Pihaknya sangat sepakat jika BMN sebagai mitra walinagari dalam membangun nagari masing-masing, harus bisa bersinergis dengan pemerintahan nagari, bukan menncurigai pemerintahan nagari. Kalau BMN bisa bekerjasama dengan pemerintah nagari untuk membangun nagari, maka akan lahir hubungan yang harmonis di nagari, sebab tidak lagi saling mencurigai, kemana pemerintah nagari menggunakan uang bantuan desa atau lainnya..

Baik Forum BMN dan Forwana, akan selalu menampung keluhan para BMN atau masalah yang dihadapi walinagari yang ada di Kabupaten Solok. Setidaknya di Kabupaten Solok ada 74 nagari dengan berbagai persoalan yang berbeda yang dihadapi nagari tersebut.

Walinagari dan BMN yang ada di Kabupaten Solok, sebagai bagian dari pemerintahan, harus berperan dalam mensukseskan pembangunan di nagari masing-masing.

“Sebagai bagian dari pemerintahan, kita sepakat untuk mensukseskan segala kegiatan pemerintah nagari sebagai penopang keberhasilan Empat Pilar Agenda Pembangunan Kabupaten Solok Lima tahun ke depan,” jelas Ketua Forwana, Syamsul Azwar yang diamini oleh Bendahara Forum Walinagari, H. Arman (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda