Warga Tigo Lurah Curhat Dengan Wabup Solok “Kami Butuh Jalan dan Akses Komunikasi Yang Layak”

0
150

SOLOK, JN- Masyarakat Nagari Simanau, Rangkiang Luluih, Sumiso dan Nagari Batu Bajanjang Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, Curhat ke Wakil Bupati Solok, H. Yulfadri Nurdin, SH, pada Rabu (10/4), bertempat di Tigo Lurah.

Curhat masyarakat daerah pingggiran dan paling terisolir di Kabupaten Solok itu, disampaikan kepada orang nomor 2 di bumi bsreh Solok, saat kunjungan mendadak ke Nagari-nagari yang ada di Tigo Lurah.

Dari berbagai persoalan yang disampaikan warga ke Wakil Bupati, hampir rata-rata masyarakat mengeluhkan buruknya akses jalan ke ke daerah mereka. Baik jalan menuju ke Tigo Lurah dari Sirukam di Kecamatan Payung Sekaki yang bisa ditempuh Tiga sampai Empat Jam ke nagari terdekat di Tigo Lurah yakni Simanau. Belum lagi jalan penghubung dari jorong ke jorong di dalam nagari masing-masing yang ada di Tigo Lurah.

Mungkin hanya dari Simanau ke Batu Bajanjang saja jalan yang bisa di katakan bagus. Selebihnya lebih parah dari kubangan kerbau di musim hujan. Selain itu, persoalan utama adalah, selain medan tanjakan dengan kemiringan 80 derajat dengan kondisi berlobang-lobang dan juga di tengan jalan kadang ada batu lobang besar. Sehingga sulit dilintasi kendaraan roda empat. Kalaupun bisa, itupum harus bertaruh nyawa. Sebab kepeleset sedikit, jurang ratusan meter sudah menghadang.

“Beginilah kondisi kami pak, jangan kita bicara jalan dari jorong ke jorong, jalan menuju Tigo Lurah saja dari Solok sudah parah. Dalam tahun ini saja sudah empat kali terjadi kecelakaan karena kiri kanan jalan dari Sirukam, semak belukar setinggi hampir tiga meter sudah menutupi badan jalan, ” terang Dahrul Asri, Walinagari Batu Bajanjang, yang diamini oleh Walinagari Rangkiang Luluih, Abu Tasar.

Pihaknya juga meminta agar Dinas PUPR kabupaten Solok segera memangkas semak yang ada dikiri kanan jalan menuju Tigo Lurah.

Jalan tersebut merupakan jalan utama, namun kondisinya juga sudah sangat parah. Padahal jalan tersebut akses keluar masuk bagi anak sekolah dan warga Tigo lurah untuk keluar ke Solok atau ke Arosuka dan sebaliknya.

“Banyak persoalan lain yang ingin kami sampaikan ke Bapak, tetapi yang utama tentu warga kami di Sumiso dan warga Tigo Lurah, memohon dengan sangat tolong perbaiki jalan kami, kasihan anak-anak yang akan melanjutkan sekolah di kota, ” tambah Effendi, Walinagari Sumiso.

Kondisi jalan di Lima Nagari di daerah itu yang lebih banyak tidak beraspal, itu belum masuk Nagari paling ujung di Tigo Lurah yakni Garabak Data, yang kondisinya jauh lebih hancur lagi.

Warga Tigo Lurah juga menyesalkan, saat musim kampanye ini, puluhan pasang caleg, datang untuk merayu warga agar dipilih. Tetapi setelah duduk, mereka lupa Tigo Lurah, begitu juga dengan para calon yang lain.

Empat dari Lima Walinagari dan puluhan tokoh masyarakat serta pemuda, yang hadir pada pertemuan tersebut, rata-rata memohon perbaiki jalan serta tower seluler.

Walinagari Rangkiang Luluih, Abu Tasar, juga menceritakan kondisi Jalan dari Jorong Tapak Kudo menuju jorong Kapujan yang kondisinya sangat memilukan. Bahkan setiap saat para pengemudi roda dua dan roda empat, harus bertaruh nyawa untuk bisa keluar masuk ke jorong mereka dengan kondisi jalan yang hancur, berlobang, tanjakan tajam disertai tikungan maut karena dibawahnya sudah menunggu jurang yang dalam.

Sementara keluhan yang sama juga disampaikan walinagari Sumiso yang mana jalan menuju nagari mereka masih banyak yang beraspalkan tanah. Selain itu, mereka juga minta agar tower seluller bisa dibangun di nagari mereka, agar bisa berkominikasi dengan anak kemenakan yang sekolah dan bekerja di luar nagari mereka.

Para wali nagari juga menyampaikan ucaoan terimakasihnya kepada Wabup Solok yang sudah mau mengunjungi nagari mereka yang terisolir.

Tokoh masyarakat Tigo Lurah yang juga mantan Walinagari, Rangkiang Luluih, Rustam Rajo Melayu, pada kesempatan itu juga menyampaikan ucapan terimakasih atas kedatangan Bapak Wakil Bupati Solok ke nagari Rangkiang Luluih tepatnya di jorong Kapujan ini.

“Kami masyarakat nagari rangkiang luluih tepatnya di jorong Kapujan ini memohon kepada bapak untuk memperbaiki akses jalan dan jembatan menuju ke jorong kami dan memohon penambahan guru, dan akses jaringan telekomunikasi di nagari kami,” harap Rustam.

Sedangkan Wakil Bupati Solok, H. Yulfadri Nurdin, SH, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimaksih atas sambutan dari Bapak / ibu masyrakat di kecamatan Tigo Lurah yang sangat luar biasa.

Selain itu, Wabup juga menceritakan kondisi keuangan daerah yang sangat minim dan harus dibagi dengan nagari lain. Sehingga hingga hampir seratus tahun usia Negara RI, masih banyak nagari di Kabupaten Solok yang masih tertinggal.

“Kedatangan kami ke sini dalam rangka silaturahhmi dengan masyarakat sakaligus melihat langsung dan menampung aspirasi masyarakat di kecamtan Tigo Lurah untuk dapat ditindak lanjuti ke tingkat atas,” terang H. Yulfadri Nurdin. Meskipun begitu, H. Yulfadri Nurdin tetap meminta kerja sama dan kekompakan antara pemerintah nagari dengan masyarakat, BMN, KAN dalam membangun nagari.

“Utamakan musyawarah dalam membangun nagari ,usahakan untuk mandiri, kelola sumber daya alam yang ada di nagari dengan baik, selaras antara pemerintah nagari dengan masyrakat jemput aspirasi ketingkat kecamatan dan kabupaten,” Yulfadri Nurdin.

Sementara mengenai masalah jalan yang rusak parah, Wabup berjanji akan membicarakan hal ini dengan Bupati dan anggota dewan. Selain itu, bangun komunikasi dengan para perantau dalam membangun nagari.

“Tahun ini akan ada bantuan sekitar Rp 6 Milrar untuk Tigo Lurah, mudah-mudahan tahun berikutnya terus bertambah. Dengan bertahap, mana tau bisa meringankan beban jalan yang buruk untuk masyarakat, “jelas Wabup.

Usai berdialog dengan para para masyarakat dan Walinagari, Wabup Solok mengunjungi beberapa jorong di Simiso seperti jorong Sungai Dareh dan Jorong Tapak Kudo dan Kapujan di Rangkiang luluih serta mengunjungi pasar tradisionil di Batu Bajanjang dengan mengendarai mobil sendiri serta kondisi jalan yang buruk penuh tanjakan maut dan tidak beraspal.

Meski sudah diingatkan sekpri dan ajudan, namun Wabup menyebutkan bahwa masyarakat setiap hari melintas disini, masak kita pemimpin mau dijalan mulus saja.

Dalam rombongan mobil Wabup, ikut juga wartawan Koran Pandang yang meliput di Kabupaten Solok yang tampak setiap saat menahan nafas dengan melihat kondisi jalan licin, berlobang, ada batu besar dan sebelahnya jurang yang dalam. Kunjungan berakhir pada menjelang dini hari Kamis, 11 April 2019. (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda