Mengincar Darah Anak Perawan: Sosok Makhluk Ghoib Resahkan Warga Muara Pingai

0
5368

SOLOK, JN– Kejadian luar biasa kembali menimpa wilayah Kabupaten Solok. Jika pada bulan September tahun 2017 lalu ada sosok misteri atau munculnya issu color hijau yang menimpa nagari Surian dan Lolo di Kecamatan paling Selatan Kabupaten Solok yakni Pantai Cermin, maka dalam beberapa hari terakhir juga muncul pula issu makhluk ghoib yang hampir mirip dengan kejadian di Pantai Cermin bulan September 2017 itu.

Namun issu sosok ghoib yang menyerupai sosok bayangan hitam, terjadi di Kecamatan paling Utara Kabupaten Solok, yakni di Nagari Muara Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, yang berbatas langsung dengan Kabupaten Tanah Datar. Kabar sosok ghoib yang sangat meresahkan ini juga lebih meresahkan lagi, karena kabarnya mengincar darah anak perawan di nagari tersebut dalam beberapa hari terakhir ini. “Ya, benar, beberapa hari yang lalu warga kami anak perawan  juga pernah mau diperkosa oleh makhluk ghoib itu, tetapi karena dia terbangun dan sosok bayangan hitam itu langsung menghilang, padahal pintu tidak terbuka,” jelas Panito (50), tokoh masyarakat Muara Pinagi, kepada Koran Padang, Kamis (22/2). Akibab kejadian tersbut, masyarakat dan pemuda nagari setempat, terpaksa waspada dan berjaga-jaga untuk mengintai keberadaan makhluk aneh itu. Selain itu, Walinagari Muaro Pingai, Jufris Darwis juga sudah mengeluarkan surat edaran yang isinya meminta masyarakat untuk waspada.

“Diberitahukan kepada seluruh masyarakat Muara Pinagai agar meningkatkan kewspadaan kita terkait dengan situasi akhir-akhir ini yang mulai meresahkan masyarakat disebabkan oleh seseorang pelaku yang diduga menggunakan ilmu hitam dalam melancarkan aksinya di rumah warga yang menjadi target mereka. Oleh sebab itu kita harus melaksanakan ronda dan kami harapkan kepada seluruh masyarakat untuk memperbanyak dzikir dan melantunkan ayat-ayat Al Qur’an di rumah masing-masing sebagai penagkal ilmu hitam tersebut”. Demikian bunyisuratedaran atau himbauan dari Walinagari Jufris Darwis, BA.

Terkait kejadian yang sangat meresahkan tersebut, Camat Junjung Sirih, Herman mengaku sudah mendapat informasi dari beberapa tokoh masyarakat setempat, namun belum diketahui rumah-rumah siapa saja yang dimasuki oleh sosok misterius itu. “Kabar yang saya terima dari warga, memang ada bahwa ada sosok hitam yang masuk ke rumah warga, padahal rumah dalam keadaan terkunci. Dan issu ini sudah menjadi cerita dari mulut ke mulut di tengah-tengah masyarakat Muara Pingai,” jelas Herman.

Sebelumya, September tahun lalu, di Kecamatan Pantai Cermin juga diresahkan oleh issu makhluk ghoib yang mengincar wanita hamil dan perawan. Sosok makhluk misterius yang sangat meresahkan ribuan warga yang tinggal di 14 Jorong di kenagarian Surian dan satu jorong di kenagarian Lolo, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok.  Masyarakat di dua nagari tersebut, sudah dibuat resah sejak dalam sebulan terakhir, dengan munculnya mahkluk misterius telanjang dan memakai tutup mata warna hitam yang sangat meresahkan masyarakat.

Anehnya lagi, sosok mahkluk ajaib ini muncul tidak mengenal waktu baik siang maupun malam hari dengan mengincar korbannya, terutama anak-anak ABG dan wanita hamil secara tidak senonoh dengan meraba bagian-bagian terlarang dari korbannya. Bahkan sesuai informasi yang dihimpun KORAN PADANG di TKP, sudah puluhan warga yang menjadi korban makhluk misterius itu. “Rata-rata korban yang diincar makhluk misterius ini adalah wanita hamil dan anak-anak ABG usia dibawah 15 tahun,” jelas Syaiful Anwar, Camat Pantai Cermin, waktu itu. Disebutkannya, masyarakat Surian yang tersebar di 14 jorong, benar-benar panik dan tidak bisa beraktivitas karena ancaman makhluk misteri itu. “Sudah sebulan lebih lamanya warga kami tidak bisa beraktivitas karena takut ancaman makhluk aneh itu. Jadi warga kami minta ketenangan dan berharap makhluk itu tertangkap atau meninggalkan nagari kami,” tutur Walinagari Surian, Edi Mardin.

Tokoh masyarakat Pantai Cermin, Azwirman, SA.g, yang juga anggota DPRD Kabupaten Solok, juga ikut ronda malam bersama warga Pantai Cermin menyebutkan bahwa masyarakat Pantai Cermin saat ini butuh rasa aman dan perlindungan. “Kami minta masalah ini kita tangani secara bersama baik oleh Pemkab Solok maupun pihak Polres Arosuka, agar bisa menangkap atau mengusut makhluk misteri ini. Kalau tidak, masyarakat akan kesulitan berusaha dan takut keluar rumah karena selalu dihantui makhluk itu, apalagi mereka yang punya anak ABG dan wanita hamil,” jelas Azwirman. Pihaknya juga berharap agar masyarakat Pantai Cermin yang ada di dua nagari, bisa kembali hidup damai seperti semula. Azwirman juga menyebutkan bahwa sampai saat ini sudah puluhan korban wanita hamil dan ABG yang menjadi korban terror makhluk misterius itu yang dibawa ke Puskesmas dengan luka cakar atau yang lainnya, hingga membuat korbannya trauma yang mendalam. Bahkan salah seorang korbannya, Rita warga Surian, sampai saat ini belum bisa diajak bicara karena sangat ketakutan dan dari wajahnya tampak trauma yang mendalam. Bahkan sosok makhluk aneh telanjang dan memakai tutup mata warna hitam itu, benar-benar sudah membuat kecemasan warga surian tingkat tinggi. Beberapa orang warga juga sudah melihat langsung  dengan mata telanjang, kemudian langsung menghilang seperti di dalam film misteri. “Ini benar-benar ajaib, saya sempat memotret makhluk tersebut dan juga warga lain, namun sesaat mau di fhoto dia langsung menghilang,” terang Azwirman. Makhluk misteri itu jumlahnya ada tiga dan menurut warga setempat, mungkin juga makhluk makhluk ghaib atau juga bisa manusia yang sedang mempraktekan ilmu hitam yang sedang mereka pelajari. Korban terakhir terjadi pada Rabu dinihari, dimana seorang anak ABG digerayangi oleh makhluk misteri itu di jorong Tambang, nagari Surian. Saat malam hari tiba, warga pantai Cermin yang laki-laki berkumpul untuk ronda dan wanita serta anak-anak tidur dalam rumah kerabat secara bersama-sama.

Dilain pihak satu Minggu lalu, Pemerintah Kabupaten Solok yakni Wakil Bupati Yulfadri Nurdin, juga sudah turun ke Pantai Cermin bersama Wakapolres Arosuka Kabupaten Solok, untuk berdialog dan mencari solusi dengan walinagari, tokoh masyarakat, niniek mamak, Camat Pantai Cermin, anggota DPRD asal Lolo dan Surian serta para walijorong se Kecamatan Pantai Cermin. Saat itu, pertemuan digelar di Kantor Camat Pantai Cermin dan disepakati Polres Arosuka membantu dengan menurunkan 10 orang personil setiap hari dibantu anggota Polsek Pantai Cermin untuk memberi perlindungan kepada warga. “Namun sampai saat ini terror makhluk misteri itu terus melancarkan aksinya dan masyarakat hidup dalam kegelisahan. Jadi kami minta pihak Pemkab Solok dan Polisi mencarikan solusi yang lebih serius lagi,” jelas Deni (45) warga Pantai Cermin. Disebutkannya, saat ini masyarakat tidak berani ke luar rumah untuk ke pasar atau bekerja dikebun atau di sawah, karena takut dari terror makhluk misteri itu

Pihak pemuda dan masyarakat serta dibantu anggota Polres Arosuka, kini terus berupaya membongkar dan melacak keberadaan makhluk misterius yang meresahkan warga di perkampungan warga itu (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here