Masih Banyak Nagari di Kabupaten Solok Yang Belum Dapat Sinyal HP

0
931

SOLOK, JN- Meski sebagian nagari di Sumatera Barat sejak 20 tahun lalu sudah bisa berkomunikasi dengan sanak keluarga dan andai tolan mereka dengan menggunakan technology canggih berupa telepon celluler atau handphone, namun berbeda halnya dengan beberapa nagari di Kabupaten Solok, hingga saat ini masih banyak yang belum bisa menggunakan telephon selluler karena sinyal HP belum masuk atau tidak ada kenagari mereka.

Diantara Nagari-nagari yang belum ada sinyal Hpnya antara lain Nagari Sungai Abu dan Sariak Alahan Tigo di Kecamatan Hiliran Gumanti, Nagari Grabak Data, Nagari Simanau, Nagari Batu Bajanjang, Nagari Rangkiang Luluih, dan Nagari Sumiso di Kecamatan Tigo Lurah. Kemudian Nagari Sibarambang dan sebahagian Nagari Bukit Kanduang di Kecamatan X Koto Diatas, selanjutnya sebagian nagari Salayo dan Koto Hilalang di Kecamatan Kubung, kemudian sebahagian nagari Air Dingin di Kecamatan Lembah Gumanti, bebeapa jorong di Nagari Koto Gadang Koto Anau di Kecamatan Lebang Jaya seperti seluruh jorong Panta dan lainnya.

“Kami harus naik bukit atau mencari tempat yang strategis kalau ingin berkomunikasi baik untuk nelpon atau untuk mengirim SMS dengan sanak saudara yang ada di luar, karena sinyal HP tidak ada di nagari kami karena memang tidak ada tower selluler,” ucap Efdizal, Walinagari Sariak Alahan Tigo, kepada KORAN PADANG, Minggu (29/7). Pihaknya sudah mencoba menyampaikan keluhan ini kepada pemerintah daerah dan juga sudah mengirim surat kepada pihak Telkomsel, namun hingga tahun 2018 ini belum ada realisasinya.

Walinagari Efdizal juga mengisahkan, kalau seumpama ada kabar buruk tentang sanak saudara yang berada di luar Nagari, maka untuk memberi kabar harus pergi ke nagari tetangga seperti ke Talang Babungo atau naik bukit dan juga memanjat pohon. “Beberapa tahun lalu, ada warga kami yang mahasiswa di kota Padang mendapat kecelakaan dan meninggal dunia. Keluarganya baru dapat kabar pada keesokan harinya, karena harus didatangi langsung kerumah untuk memberi kabar oleh Bapak polisi. Kejadian tersebut membuat Walinagari yang juga Sarjana Hukum ini mencoba membicarakan dengan beberapa pelaku telekomunikasi agar membangun sebuah tower di nagarinya. “Kalau memang jumlah penduduk jadi acuannya, jumlah warga kami antara Sungai Abu dan Sariak mungkin sekitar 6 ribu jiwa, tetapi kami tidak tau kenapa pihak telkomsel tidak merespon permintaan kami,” tutur Efdizal.

Selain Efdizal, harapan yang sama juga disampaikan oleh warga Nagari Sulit Air, Maizon Efendi (50), bahwa beberapa jorong di Nagari yang mayoritas warganya hidup di rantau itu, juga tidak dijangkau sinyal HP, kecuali hanya beberapa jorong yang bereda di pusat nagari. “Kami juga sedih, HP hanya  bisa digunakan disaat kita ada acara ke kota atau ke pusat kecamatan saja. Sementara sehari-hari HP hanya bisa digunakan untuk mendengarkan musik dan memotret, karena sinyal tadi tidak ada,” terang Maizon Efendi.

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh Adrizal (45), warga jorong Data, Nagari Garabak Data, Kecamatan Tigo Lurah, bahwa hingga saat ini pihaknya bersama ribuan nagari Garabak Data, juga belum bisa menggunakan HP karena sinyal belum masuk atau tidak adanya tower selluler di nagari mereka (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here