Ketua LKAAM Kabupaten Solok Kutuk Ajaran LGBT

0
923

SOLOK, JN-  Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), Kabupaten Solok terpilih, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM, yang juga Bupati Solok, meminta seluruh niniek mamak di Nagari yang ada di Kabupaten Solok, untuk melarang dan menyatakan perang terhadap faham komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di Kabupaten Solok.

“Kita di Kabupaten Solok sangat mengutuk perbuatan LGBT atau hubungan sejenis, karena sangat bertentangan dengan ajaran agama yang kita anut. Untuk itu, kita berpesan kepada orang tua, niniek mamak dan penegak hukum untuk menindak tegas mereka yang mencoba-coba untuk menerapkan ajaran LGBT itu di daerah kita,” ucap H. Gusmal, Selasa (16/1). Dijelaskan Gusmal, ajaran LGBT tidak cocok dengan tataran adat Minangkabau yang berlandasan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah (ABS-SBK).

 

“Saya pernah membaca disebuah surat kabar bahwa LGBT ini juga terbesar di Sumatera Barat, dan termasuk ada di Kabupaten Solok. Hal ini perlu menjadi perhatian serius bagi kita bersama, terutama niniek mamak dan orang tua, termasuk pemerintah nagari,” sambung Gusmal.

 

Disebutkan Gusmal, kelompok gay dan tersebar hampir merata di seluruh kabupaten/kota di Sumbar, bahkan terbanyak ada di Kota Padang, Payakumbuh, Bukittinggi dan Solok. Gusmal meminta agar para LGBT ini segera bertobat dan kembali kejalan yang benar.

 

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, juga menyampaikan ajakannya kepada seluruh masyarakat Ranahminang untuk mewaspadai  kehadiran LGBT di Sumbar ini.

“Kita di Ranahminang sangat menjunjung tinggi adat dan ajaran Islam yang melarang kehadiran LGBT. Bahkan Filosofi masyarakat di Sumbar ini adalah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Yang tak lain dalam agama kita tidak ada yang mengizinkan kawin sesama jenis. Apalagi adat Minangkabau yang mengacu pada ajaran Islam, tentu melarang. Kalau emang tidak suka, silahkan keluar dari Ranahminang,” jelas Nasrul Abit.

Data yang dihimpun dari berbagai sumber di Sumbar menyebutkan bahwa setidaknya jumlah LGBT di Ranahminang ada sekitar puluhan ribu kaum LGBT bermukim di Sumbar.

 

Bahkan menurut data dari Fort de Kock Society and Social (Forsis) dari Kota Bukittinggi, dimana lembaga ini merupakan LSM yang khusus meneliti dan melakukan pemberdayaan terhadap kalangan yang berpotensi terkena HIV/AIDS, ada puluhan ribu pria gay yang menetap di Sumbar. Tidak jauh berbeda, data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Pariaman, kurang lebih terdapat 5.000 kelompok homoseksual di wilayah Sumbar. Sementara, Dinas Kesehatan Payakumbuh mengaku pernah mendapat informasi akurat adanya pesta gay yang dilaksanakan di Kota Galamai yang sesuai perkiraan, jumlah lelaki gay di sana mencapai 620 orang dan di Solok diduga ada sekiar 100 orang (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here