Harga Bawang Merah di Kab. Solok Terus Merangkak Naik

0
560

SOLOK, JN- Harga bawang merah di Kabupaten Solok dalam sebulan terakhir, terus merangkak naik.Jika awal April harga bawang merah hanya sekitar Rp35 ribu per kilonya, maka pertengahan bulan April naik menjadi Rp45 ribu. Kemudian pada awal Mei 2020 ini, harga bawang merah terus melonjak, hingga menembus Rp50 ribu per kilonya.

Namun selain bawang merah, harga kenutuhan pokok lain seperti tomat masih stabil yakni kisaran Rp 6000 per kilonya. Cabe merah Rp 15000,  harga bawang putih saat ini masih stabil Rp 30 ribu per kilogram, cabai rawit Rp 10 ribu, beras berpariasi dari Rp 12000 hingga Rp15.000 perkilonya. Sementara harga lainnya masih tetap stabil.

Muswen (56) seorang pedagang bawang di Air Batumbuk, Kecamatan Gunung Talang memprediksi bahwa harga kebutuhan pokok termasuk bawang merah akan naik menjelang lebaran 1441 Hijriah ini.


“Sekarang saja harga bawang sudah mencapai Rp 50 ribu perkilonya. Makanya hingga habis lebaran akan terus terjadi kenaikan. Apalagi sekarang pasokan dari luar juga sudah langka yang masuk,” sebut Muswen.
Pihaknya memperkirakan bahwa biasanya kenaikan harga tersebut tidak akan bertahan lama, paling hingga usai lebaran. Saat ini harga bawang mahal karena berkurangnya pasokan dari pulau Jawa, akibat pengiriman agak diperketat. 

Muswen juga menyebutkan bahwa jika wabah Covid-19 ini semakin lama, maka dipastikan harga bawang merah akan terus melambung tinggi.
“Sekarang harga bawang merah sudah naik Rp 50 ribu per kilogram. Harga ini setiap Minggu terus melonjak naik. Apalagi semenjak penerspan PSBB ini, semua pasokan akan diperketat,” sebut M. Syukri (50) warga Air Dingin, yang juga anggota DPRD Kabupaten Solok.

 Pantauan media ini Minggu (10/5), di Pasar Minggu Guguak, Kecamatan Gunung Talang, harga bawang merah memang sudah mencapai Rp 45 hingga 50 ribu perkilonya. Namun meskipun naik, persediaan semua kebutuhan pokok masih tampak tersedia menjelang lebaran.


Kepala Dinas Koperindag dan UMKM Kabupaten Solok, Eva Nasri menyebutkan bahwa ketidakstabilan harga bawang merah karena pasokan bawang dari Pulau Jawa berkurang. Selain itu, para petani bawang di Kabupaten Solok juga tahun ini kebanyakan belum panen.
Selain itu, wabah virus korona memang banyak dampaknya terhadap petani. Apalagi saat ini harga cabai merah turun dan sekarang harga bawang merahlah  yang mengalami kenaikan yang sangat drastis. Sehingga banyak dikeluhkan masyarakat sebagai kebutuhan harian.”Biasanya yang naik mau lebaran harga cabe merah, sekarang malah bawang merah,” sebut Eva Nasri.
Penyebab lain harga bawang merah naik adalah berkurangnya pasokan bawang  dari luar daerah, sehingga harga bawang merah menjadi melonjak. Namun demikian untuk bawang impor justru harganya jauh lebih murah.
“Biasaya harga bawang merah ini akan turun sesudah lebaran,” sebut Eva Nasri (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here